Tol Medan – Berastagi Perlu Segera Dibangn

Teks Foto: Ketua ICK Sumut Budi Derita Sinulingga didampingi 15 pimpinan ormas Karo menyerahkan peryataan sikap pembangunan Talan Tol Medan– Berastagi kepada Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman didampingi Ketua Fraksi PDIP Baskami Ginting. *hariancentral.com - Kalvin Ginting

Medan – hariancentral.com: Sekitar 15 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Karo yang dikoordinir Ikatan Cendekiawan Karo (ICK) Sumatera Utara menyerahkan pernyataan sikap berupa desakan pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi ke DPRD Sumut, untuk diperjuangkan secara maksimal kepada pemerintah pusat.

Pernyataan 15 Ormas Karo itu diserahkan Ketua ICK Sumut Budi D Sinulingga didampingi Ketua Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Sumut Ruben Tarigan, Ketua HMKI Karo Paham Ginting, Ketua DPP Pemuda Merga Silima (PMS) Bengkel Ginting kepada Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan Baskami Ginting dan Bendahara Fraksi Partai Demokrat Layari Sinukaban, Rabu (27/03/19) di DPRD Sumut.

Selain itu, ikut juga Ketua Ormas Karo dari DPW Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) Sumut Sa’ad Afifuddin Sembiring, Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Karo Universitas Sumatera Utara (IAMAKA-USU) Salman Ginting, Ketua DPP Masyarakat Karo Muslim Indonesia (Makamulia) Suyato Daris Tarigan, Ketua DPP Barisan Pemuda Karo Indonesia Jesayas Tarigan, Ketua Fokus Berastagi Jhon Modal Pencawan, Ketua Persatuan Warga Berastagi Sejagat (PBWS) Darwin Tarigan, dan Ketua Forum Kita Kalak Karo (FK3) Baltasar Tarigan.

Pernyataan sikap dan usulan berupa desakan yang sebelumnya dirumuskan di DPRD Sumut difasilitasi Fraksi PDI Perjuangan ini terdiri dari beberapa poin, yang intinya sangat berharap kepada lembaga legislatif untuk memperjuangkan pembangunan jalan Tol Medan-Berastagi dalam tempo sesingkat-singkatnya, untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas jalur Medan-Berastagi yang semakin parah.

“Kami masyarakat Karo yang diwakili 15 Ormas Karo sangat berharap kepada lembaga legislatif agar jangan pernah bosan menuntut pemerintah pusat tentang rencana pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi ini dimasukkan dalam RPJMNAS (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2019-2024,” ujar Budi Sinulingga.

Dijelaskan Budi, selama ini  program pemerintah tentang pembangunan infrastruktur di Sumut, masih terjadi ketimpangan antara kawasan selatan Danau Toba dengan kawasan utara Danau Toba (seperti Kabupaten Karo, Dairi, Pakpak Bharat, dan Samosir) yang terkesan minim pembangunan.

“Misalnya Jalan Medan-Berastagi yang kondisinya sangat tidak layak, tanjakan yang tajam dan jari lengkung yang ekstrem sehingga mobil kerap terbalik dan jalan sering longsor, mengakibatkan terjadinya kemacetan hingga 6 sampai 10 jam, diperkirakan menimbulkan kerugian Rp3 miliar setiap terjadi kemacetan,” katanya.

Perlu diketahui, katanya, Jalan Medan-Brastagi bukan hanya melayani lima kabupaten di Sumut (Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Samosir, dan Humbang Hasundutan). Tapi ada juga sejumlah kabupaten di wilayah Provinsi Aceh yang jumlah penduduknya mencapai 2 juta jiwa lebih.

“Jika kondisi jalan ini tetap dipertahankan, dikhawatirkan akan terjadi perpindahan minat turis dari kawasan utara Danau Toba ke kawasan selatan, komoditi  pertanian maupun agroindustri dari Karo dan kabupaten sekitarnya akan memiliki daya   saing yang rendah, karena biaya transportasi  mahal atau bahkan ada yang busuk,” katanya.

Menanggapi desakan 15 Ormas Karo tersebut, Wagirin Arman didampingi Baskami Ginting dan Layari Sinukaban menyatakan kesiapannya untuk berjuang secara maksimal “menggolkan” pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi, agar kemacetan dapat segera teratasi.

Apalagi Presiden Jokowi telah memberikan angin segar kepada masyarakat Karo pada pertemuan silaturahmi dengan pemred media cetak terbitan Medan baru-baru ini yang secara tegas menyatakan akan membangun infrastruktur jalan tol tersebut.

“Kami di DPRD Sumut ini tidak hanya mendukung, tapi akan berjuang secara maksimal untuk merealisasikan pembangunan jalan tol ini dan kita yakin Presiden Jokowi akan menyahuti aspirasi masyarakat,” ujar Wagirin sembari mengajak para tokoh Karo untuk tetap bersama lembaga legislatif mendesak pemerintah pusat, guna menuntut pembangunan jalan tol tersebut. *KG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here