PT PLN UIP Sumbagut Kejar Target Selesaikan Pembangunan Jaringan Simangkuk-Sarulla

Teks Foto: GM PT PLN UIP Sumbagut Oktavianus Padudung dan istri didampingi Senior Manajer lainnya bersalaman dengan seluruh karyawannya dipenghujung kegiatan Halal Bihalal PT PLN UIP, Kamis (20/06/19). *hariancentral.com - Iren Simanjuntak

Medan – hariancentral.com: PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) saat ini tengah mengejar target selesainya proyek jaringan listrik Simangkuk–Sarulla.

Sarullah harus masuk sistem tahun ini. “Semoga target ini bisa tercapai. Sarullah-Simangkok sangat penting karena bisa mentransfer daya listrik dari Payah Kumbuh, Sidempuan hingga Galang sebesar 200 MW,” ujar GM PT PLN (Persero) UIP Sumbagut Octavianus Padudung dalam sambutannya pada Halal Bihalal PT PLN UIP Sumbagut di kantornya, Kamis (20/06/19).

Menurutnya, energi murah dari selatan ini, lanjutnya,  nantinya bisa membuat Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pembangkitan Listrik menjadi rendah. Sehingga, BPP di Sumut bisa jauh lebih kecil dan biaya pokok produksinya bisa turun. 

Sebelumnya jalur transmisi 275 kV Galang-Simangkuk sudah beroperasi dan saat ini tinggal terusannya (extension), yaitu Simangkuk – Sarulla yang dalam tahap penyelesaian. Belum rampungnya pekerjaan transmisi tersebut, adalah lebih diakibatkan persoalan non teknis. Seperti persoalan pembebasan lahan dan cuaca, termasuk medannya (hutan dan lembah) yang cukup menyulitkan.

Beroperasinya Simangkuk-Sarulla ke dalam sistem interkoneksi atau tol listrik Sumatera, sekaligus memperkuat kehandalan listrik dan efisiensi untuk menyuplai kebutuhan masyarakat, baik pelanggan rumah tangga maupun industri. 
Kegiatan Halal bihalal PT PLN UIP Sumbagut ini dihadiri karyawan dan karyawati di jajaran UIP Sumbagut ini dengan mengangkat tema “Saatnya Silaturahim, Tebar Energi Optimisme.”

GM PT PLN (Persero) UIP Sumbagut, Octavianus Padudung mengatakan,  hahalbihalal setelah Idulfitri ini untuk saling bersilaturahim dan saling maaf memaafkan, sehingga tercipta energi optimisme. “Halal bihalal ini membuat kita menjadi solid. Dengan makna halal bihalal, yang menebarkan energi optimisme, diharapkan kita bisa berguna kepada perusahaan, kepada bangsa dan negara, khususnya membangun infrastruktur listrik Sumatrera dan Aceh,” ucapnya.

Sementara itu, dalam tausyiah Ustad HM Nasir Ansori dalam acara halal bihalal tersebut mengatakan, makna bulan Syawal ada tiga. Pertama adalah peringatan. Bahwa menjadi tahun peringatan agar ingat bahwa setiap manusia akan mati. “Maka berbuat baik karena kita pasti akan mati,” ujar Nasir.

Kedua, lanjutnya, Bulan Syawal adalah bulan peningkatan. Contohnya seperti naik tangga. Yakni meningkat mental atau spiritual. Ini terjadi misalnya dalam kehidupan di rumah tangga terjalin dengan baik. Seperti kebersamaan makan buka puasa atau makan sahur. Ketiga, meningkatkan kepedulian terhadap saudara maupun sesama. Seperti saling berbagi. *IS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here