PKPU Terkesan Menghalangi Sosialisasi Caleg di Media Massa

Medan – hariancentral.com: Sosialisasi terhadap para calon legislatif ( Caleg) dalam Pemilu 2019 melalui media massa disebut seperti terhalang Peraturan KPU Nomor23 dan 28 tahun 2018 tentang Pemilihan Umum 2019.
Sebab dalam aturan itu dinyatakan, waktu sosialisasi dalam bentuk pemberitaan termasuk iklan berbayar, baru dapat dimulai pada 24 Maret 2019-13 April 2019 mendatang.
Demikian salah satu poin yang terungkap dan mendapat atensi khusus, dalam Diskusi Hari Pers Nasional (HPN) Pokja Wartawan Unit KPU Sumut, bertajuk Peran Serta Pers Dalam Meningkatkan Pemilih Pada Pemilu 2019, di Aula KPU Sumut Jalab Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (13/02/19).
Hadir sebagai narasumber dua Komisioner KPU Sumut, Syafrialsyah dan Mulia Banurea, serta Ketua Masyarakat Pers Pengawal Pemilu (Mappilu) PWI Sumut, Zulkifli Harahap. Diskusi sendiri dipandu Ketua Pokja Wartawan Unit KPU Sumut, Muhammad Syafii Sitorus.
Asumsi bahwa PKPU seperti menghalangi sosialisasi para caleg di media massa terkhusus media mainstream, disampaikan Zulkifli Harahap. Hal itu dia ungkapkan waktu bertemu dengan Ketua PWI Pusat, Atal Depari dan Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo di Medan belum lama ini.
Dewan Pers merasa minimnya sosialisasi yang dilakukan media mainstream. Dewan Pers mengajak serta wartawan lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tingkat parmas meningkat. Mereka arahnya kepada Pileg. Di publik yang ramai dibicarakan adalah tentang Pilpres.
“Menurut Bang Stanley, pers lokal perlu menyuarakan sosok caleg. Sebab caleg punya peran cukup penting oleh pemerintah daerah. Seiring hangatnya diskusi tentang Pileg maka diharapkan tingkat partisipasi masyarakat ikut meningkat. Namun sepertinya aturan yang ada (PKPU) sangat berbeda dengan aturan pers sendiri. Bahkan kita bicara sampai ada caleg yang disurati Panwas karena sosialisasi di media mainstream,” katanya.
Menurut dia, Mappilu selalu ada dan dibentuk setiap event pemilu. Dan ketua PWI Pusat, kata Zulkifli, sangat ingin dan menganggap pers bagian dari elemen penting untuk mengawal pemilu. Untuk itu kedepan pihaknya siap membuka diri dan bekerjasama dengan penyelenggara pemilu, baik KPU ataupun Bawaslu.
“Kita harap bisa antara KPU dan Mappilu bisa sinergi kedepan. Seperti halnya harapan Bang Atal Depari, kami pengurus Mappilu juga berupaya untuk turut serta menyosialisasikan pemilu. Bahwa penting juga kita untuk mempromosikan caleg-caleg kita di daerah. Memberi informasi yang layak dan mengedukasi masyarakat, agar mengetahui sosok dan rekam jejak caleg di daerah,” ujar wartawan senior Kota Medan ini. “Disamping itu kedepan kami juga berupaya bersinergi terkait hal ini agar target parmas yang ditetapkan KPU Sumut bisa terealisasi,” sambungnya.
Koordinator Divisi Sosialisasi dan Parmas KPU Sumut, Syafrialsyah mengakui sudah ada aturan main tentang para caleg yang beriklan di media massa, baik cetak, televisi, radio maupun media dalam jaringan (online). Dimana dari semula disepakati hanya 14 hari saja, justru dari aturan terbaru menjadi 21 hari.
“Dan itu dimulai dari 24 Maret sampai 13 April 2019. Pada PKPU 28/2018 sudah begitu jelas aturan yang dibuat mengenai hal ini. Dalam hal ini kami sebagai penyelenggara ditingkat wilayah, hanya mengikuti regulasi KPU RI,” katanya.
Pihaknya juga menyadari untuk meningkatkan parmas di Pemilu 2019 dibutuhkan peran vital media massa, sehingga informasi sekaitan pemilu serentak dapat sampai hingga ke lapisan terbawah. “Harapannya setiap proses tahapan pemilu ini bisa sampai ke masyarakat sebab peran pers sangat penting menjadi ujung tombak atau corong informasi bagi kami,” ujarnya.
Terlebih imbuh Syafrial, parmas setiap lima tahun Pemilu jumlahnya semakin menurun. Misal bila berkaca di Pemilu 1999 jumlah parmas hampir 94 persen. Pemilu 2004 justru turun menjadi 84 persen. Lalu di 2009 turun lagi menjadi 70 persen.
“Barulah di 2014 meningkat 75 persen. Artinya ada harapan besar peningkatan parmas di pemilu kali ini. KPU secara nasional menargetkan parmas 77,5 persen. Untuk proses pilkada serentak 2018 terutama Pilgubsu kemarin, parmas kita 63 persen. Berangkat dari situ kami tidak muluk-muluk memasang target parmas Pemilu 2019 di Sumut 70 persen. Kita mampu dan percaya dapat capai target itu, serta berharap dukungan kawan-kawan pers,” katanya. *AG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here