Warga Karo Tunggak Iuran BPJSKes Rp21 Miliar

HarianCentral.com | Karo : Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabanjahe tetap komitmen laksanakan pelayanan prima bagi warga masyarakat wilayah kerja nya, dan itu tak dapat ditawar lagi, ditandai dengan pengadaan kerja sama dengan fasilitas kesehatan pratama klinik/puskesmas dan rujukan rumah sakit aecara berjenjang sesuai dengan tipenya dan yang baik, mantap, resmi dan profesional dan secara berkala diadakan pengawasan ketat demi pelayanan prima kepada warga masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabanjahe, Sri Widyastuti didampingi Staf Unggul dan Cut Syaila kepada sejumlah awak media, Senin di Kantor nya, Jalan Rata Perangin-angin Kabanjahe.
Lanjut Widyastuti, hal ini disampaikan sebagai komitmen managemen BPJS dari tingkat pusat sampai jajaran terendah di kabupaten/kota, sebagai lembaga kesehatan resmi yang dihunjuk pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Tambah Widyastuti, komitmen ini dibarengi dengan kebijakan managemen menyesuaikan tarif iuran nasabah sesuai dengan kelas.yang dipilih, apalagi penyampaian ini agar tidak terjadi simpang siur ditengah-tengah masyarakat pasca keluarnya Putusan Mahkamah Agung tentang kisaran iuran BPJS Kesehatan saat ini.
Dengan keluarnya Perpres 64/2020, yang mengatur mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program JKN-KIS. Yakni penyesuaian tarif iuran, dimana per 1 Juli ini, iuran JKN-KIS peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp 150.000 untuk kelas 1, Rp 100.000 untuk Kelas 2, dan Rp.42.000 untuk kelas 3.
Namun, tutur Sri, untuk kelas 3, tetap bayar iuran Rp.25.500 dan pihak pemerintah tetap memberikan subsidi atas iuran sebesar Rp.16.500 sebagai komitmen mendukung kesehatan rakyat.
Kemudian terhitung 1 Januari 2021, kelas 3 ada melakukan penyesuaian iuran Rp.35.000 dibayar nasabah per bulan, pemerintah tetap memberikan subsidi iuran sebesar Rp.7.000. Hal ini lah yang paling ideal pada saat ini kisaran iuran mengingat kebutuhan biaya pelayanan masyarakat yang berobat kesehatan semakin tinggi du faskes atau rumah sakit rujukan.
Pada kesempatan ini, BPJS Kesehatan Kabanjahe yang meliputi wilayah kerja Daerah Karo, Dairi dan Pakpak barat ini, menghimbau agar seluruh warga maayarakat masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan krn wajib hukumnya sesuai dengan peraturan pemerintah, dimana saat ini per 1 Mei 2020, warga Karo yang masuk peserta BPJS sebanyak 305.694 jiwa atau 74,99 persen.
Diantaranya, 8.148 jiwa jalur Biaya APBD Karo, peserta mandiri ada 85.308 jiwa, namun ada 51.410 jiwa menunggak mencapai angka Rp 21 Milyar.
Sehingga, Sri menghimbau agar peserta melunasi tunggakan krn itu menjadi bumerang bila ditahan terus oleh peserta dimana dampaknya peserta nunggak tidak mendapat pelayanan kesehatan karena kartu kepesertaan tidak aktif dan selama belum dilunasi tidak mendapat pelayanan, Itu pun pihak BPJS memberikan solusi dengan kebijakan, tunggakan dapat diangsur sesuai dengan komitmen peserta yang satu tahun lebih dapat dibayar tahap awal dengan iuran enam bulan ditambah mwmbayar iuran bulan berjalan sampai akhir tahun, tutur Sri Widyastuti diamini Unggul dan Cut. (D32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here