“Pariban dari Bandung” Sinetron Jadul Nuansa Batak – Sunda

    PARIBAN DARI BANDUNG adalah judul sinetron yang bersumber dari KISAH BERSAMBUNG buah tangan Arifin Siregar.Saban hari, ia menorehkan KISAH BERSAMBUNG atau KISBERnya dari gedung SINAR INDONESIA BARU Jalan Brigjen Katamso Medan guna dihidangkan ke media pada tahun 70-an.

    Sambutan pembacanya sungguh luar biasa untuk bahan baku sinetron jaman dahulu (jadul) ini. ISTILAH kaum MILENIAL saat ini menyebutnya SANGAT VIRAL. Semua kalangan tertarik dengan racikan kisah yang dijalin dengan bumbu – bumbu tradisi daerah, terutama gaya bertutur tokoh – tokohnya berdialek BATAK dan SUNDA. 

    Dan, garapan KISBER yang melambung ini pula, membuat kalangan perfilman Jakarta memalingkan perhatiannya menyambangi si punya KISBER yakni ARIFIN SIREGAR.

    Adalah PT CIPTA ISTHIKA RUCITRA INDONESIA yang saat itu bermarkas di MENARA BDN JAKARTA PUSAT. Perusahaan ini menyatakan siap MENGADOPSI KISBER tersebut ke pita seluloid. Duet tokoh perfilman EDUART PESTA SIRAIT sebagai SUTRADARA dan penulis SKENARIO yakni NESTOR TAMBUNAN selanjutnya dipercaya mengemasnya.

    Catatan yang saya miliki, sinetron tersebut dimulai pengambilan gambarnya 18 September 1992. Lokasi rekam gambar yang terpilih mulai dari Medan , Jakarta , Bandung , sampai ke Batam.

    PEMERAN yang lulus seleksi membintangi PARIBAN DARI BANDUNG ini adalah COK SIMBARA (berperan sebagai DANIEL) , NELLA REGAR ( berperan sebagai BETTY BR SIREGAR) , TARIDA GLORIA ( sebagai NURMALA Ibu DANIEL), ULLY ARTHA (ibu BETTY BR SIREGAR), ZULKIFLY CHAN ( sebagai PARDOMUAN SIREGAR ayah BETTY BR SIREGAR) DAN ROBERT SYARIF ( sebagai ASEP SASTRANEGA Ayah DANIEL ).

    KELUARGA ASEP SASTRANEGARA dan NURMALA mempunyai putra bernama DANIEL. Usia dewasa dan karir DANIEL terbilang sukses. Itu sebabnya orangtuanya meminta anak ini segera menikahi PARIBANnya yang ada di Medan. Daniel setuju…namun syaratnya, dia melakukan survey dengan gayanya sendiri.

    PENAMPAKAN KISBER ARIFIN SIREGAR melalui Cok Simbara alias DANIEL kian jelas.Bertingkah bagai pemuda tidak normal namun sopan…. Berpura-pura menjadi orang BEGO tapi berpengetahuan luas sangat menarik apalagi diperankan dengan gaya komedi. Pamannya ( bahasa BATAKnya TULANG) yakni PARDOMUAN SIREGAR di Medan mau tidak mau terpaksa menerima perilaku DANIEL.

    Karakter yang dimainkan Cok Simbara adalah lelaki Batak yang lahir-besar di Bandung, berlogat Sunda, lugu, dan culun sering bikin kesal paribannya. Tiada hari tanpa waktu mengusik ketenangan putri TULANGNYA si BETTY. Melalui cara ini DANIEL melakukan evaluasi tentang kepribadian BETTY. Yah, sedikit demi sedikit hati DANIEL mulai tertarik.Lazimnya, ber-PARIBAN di kalangan etnis BATAK , canda, cemburu sampai pukulan sayang menjadi bagian pengambilan gambar sinetron LIMA EPISODE ini.

    KISBER ini BERMUARA ketika DANIEL dan BETTY bersanding di pelaminan. Saat sinetron ini digarap di MEDAN terdapat dua hotel TERMEGAH yakni HOTEL DANAU TOBA dan HOTEL TIARA. AKHIRNYA  dipilihlah HOTEL TIARA menjadi lokasi garapan akhir sinetron dalam EPISODE PARIBAN NYENTRIK KEOK.

    SENIN 23 DESEMBER 1992 DANIEL dan BETTY diarak menuju hotel ini. Kendaraan kedua keluarga mempelai, berada di belakang kendaraan pengantin yang memilih MOBIL ANTIK berwarna merah.

    TETABUHAN GONDANG BATAK dan PAGAR AYU berbusana SUNDA menyambut PENGANTIN di pintu masuk hotel. DANIEL dan BETTY mengenakan busana SUNDA – BATAK bergandengan tangan mesra. Sambutan khas BATAK … HORAS …. HORAS berkali-kali bergema disampaikan kerabat yang hadir.

    Keunikan sinetron ini adalah KETELITIAN EDUART PESTA SIRAIT dalam menjalin dua kutub BUDAYA SUNDA dan BATAK yang menjadi TRADISI TURUN TEMURUN. Misalnya, ketika dilakukan peresmian pernikahan ASEP SASTRANEGARA dan NURMALA secara ADAT BATAK. Hal ini, berisikan pesan, bahwa sebelum seorang anak resmi menikah secara adat maka sudah menjadi KEHARUSAN … KEDUAORANGTUANYA JUGA MENJALANKAN  HAL YANG SAMA.

    Ketika itu ANGGOTA MPR RI BARNANG PULUNGAN berkenan menyematkan ULOS kepada ASEP SASTRANEGARA dan NURMALA orangtua DANIEL.Pada bagian ini, KEBAHAGIAAN dilengkapi dengan derai air mata.

    Sinetron Pariban dari Bandung

    DI MEDAN … TIDAK BANYAK KISBER atau cerita bersambung yang diadopsi menjadi sinetron ketika itu.Bisa jadi, sinetron PARIBAN DARI BANDUNG adalah SEJARAH YANG DICATAT DENGAN TINTA EMAS dari gedung SINAR INDONESIA BARU MEDAN.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here