Korban Dugaan Pengeroyokan Desak Polisi Tangkap Pelaku

Marulam Bako (49)didampingi istrinya R.Sinaga(47) saat memberikan keterangan

hariancentral.com | DAIRI : Marulam Bako (49) warga Dusun Pea Binjara Desa Sigambir-gambir Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi meminta Kepolisian Sektor Tigalingga menindaklanjuti laporannya dan segera tangkap pelaku. Desakan itu disampaikan Marulam Bako didampingi istrinya R.Sinaga (47) di kantor Polsek Tigalingga Rabu (1/4/2020)

Marulam Bako menceritakan kronologis pengeroyokan yang dialaminya Rabu malam (4/3/2020) di Dusun Pea Binjara persis didepan rumah Kepala Desa Sigambir-gambir.Bersama temannya bermarga Munte saat itu ia kembali dari Dusun Langgar Boang mengenderai sepeda motor melintasi rumah Kepala Desa sigambir-gambir.Saat itu posisinya dibonceng dan tiba-tiba dikejar anjing yang diduga milik kepala desa . Marulam dan temannya berhenti.

Marulam meminta pemilik anjing yang kebetulan sedang berkumpul bersama keluarganya diteras rumahnya agar anjing tersebut dijaga. Merasa permintaanya tidak direspon, Marulam melontarkan kalimat “kejam kali kalian tidak mau melarang anjing kalian ini, saya takut sebab anjing kalian ini baru menggit orang ” kata Marulam

Mendengar itu seorang diantara mereka yang sedang berkumpul yang dia kenal tiba-tiba mengejarnya dan melakukan pemukulan lalu disusul tiga orang lagi juga langsung melakukan pengeroyokan. Keterangan Marulam, beruntung ada marga Lingga melerai kejadian itu dan pelaku pengeroyokan pergi ke rumah kepala desa.Atas kejadian itu Marulam melaporkan ke Polsek Tigalingga dengan bukti laporan polisi Nomor:LP/13/III/2020/SU/RES DAIRI/SEK TIGALINGGA tertanggal 05 Maret 2020.Terlapor sebanyak 4 orang yang diduga melakukan penganiayaan bersamasama yakni:JS(49) HS(27) NS(20)DS(33). Sampai saat ini pihak kepolisian belum melakukan tindakan hukum terhadap terlapor.

Kapolsek Tigalingga AKP.SP Siringoringo yang dikonfirmasi wartawan lewat pesan WhatsApp mengatakan, dugaan penganiayaan bersama sama terhadap Marulam Bako tidak cukup bukti.Hasil visum negative,jadi bagaimana kami menindaklanjuti tanpa pendukung, karena dugaan penganiayaan dinilai nihil sebab hasil visum negative,”kata Kapolsek.

Kapolsek juga mengatan, bagaimana mungkin dikeroyok secara bersama-sama, karena hasil pemeriksaan dari Puskesmas Silumboyah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Walaupun demikian kita tetap proses pengaduan itu dan sampai saat ini sudah memanggil saksi-saksi,” kata kapolsek.

Kepala UPT Puskesmas Silumboyah dr Risma Situmorang saat dihubungi wartawan di ruang kerjanya Rabu (1/4/20) di KM 11 mengakui ada pasien tertanggal 4 Maret 2020 malam atas nama Marulam Bako sedang menjalani perwatan atau berobat di Puskemas Silumboyah.Namun sampai saat ini tidak ada rekomendasi dari pihak kepolisian atau meminta melakukan visum atas nama Marulam Bako. Risma juga menjelaskan, tanpa rekomendasi atau permintaan dari kepolisian, visum tidak bisa dikeluarkan.*jp.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here