Bronjong BPBD Dibangun Saat Wabah Corona

hariancentral.com | TEBING TINGGI : Meski sudah diedarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani larangan proyek fisik.selain untuk kesehatan di tengah dunia dilanda wabah COVID 19 namun proyek temporer dijalankan terus oleh Badan Penanggulangan Bencana Kota Tebing Tinggi dengan membangun bronjong.


Pengamatan pelaksanaan wartawan, Sabtu (28/03/2020) Pembangunan Bronjong sepanjang 73 meter itu dikerjakan sekira 20 tukang.  Lokasi di belakang gudang milik warga Jalan Musyawarah kelurahan Brohol Kec. Bajenis di pinggir sungai Padang Kota Tebing Tinggi. Di balik dinding WC gudang warga ditempelkan baleho informasi kegiatan pembangunan lanjutan bronjong Sei Padang dengan biaya Rp 1.779.023.441 dari APBD Kota T.Tinggi selama 90 hari kerja oleh CV Fariz Pratama.

?????????????

Tak tampak satu pun cerucuk galvanis para tukang menyusun batu  berukuran sembarang dalam ikatan kawat  yang dianyam 5 cm. 


Togi Saragih salah seorang warga yang tinggal di wilayah tersebut menilai bahwa BPBD Kota T. Tinggi memaksakan pekerjaan fisik yang seyogianya memikirkan fokus penanggulangan wabah COVID 19 namun menghabiskan anggaran untuk kegiatan temporer. Pembangunan bronjong di kota T. Tinggi bahkan tidak mengurangi risiko banjir. ” Kota T.Tinggi tetap saja banjir meskipun dibangun bronjong. Jadi kalau tidak ada gunanya kenapa dikerjakan?” Bangunan bronjong  yang dibangun di Jalan Musyawarah Berohol itu pun diduganya sarat kepentingan perkaya oknum. Ia mengatakan perancak galvanis tidak dibuat dan batu sembarang menyebabkan bronjong banyak rongga. Selain kawat pengikat tipis dan tidak standar karena dibuat manual bukan produk pabrik. 


Ketika hal itu dikonfirmasi kepada pengawas di lapangan Dian mengatakan bahwa pelaksana telah mengerjakan pembangunan bronjong sesuai specimen yang ditetapkan dalam draft dan RAB. (Asmi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here