BNN

Kinerja BNNK Tapsel Tahun 2018 Meningkat 50%

Share it:
Teks Foto: Kepala BNNK Tapsel AKBP Siti Aminah Siregar didampingi Kasi Rehabilitasi Ibrahim Harahap SSos dan Kasi P2M Ayni Suhada SIkom foto bersama dengan relawan dan penggiat anti narkoba di aula Kantor BNNK Tapsel Jln SM Raja Kota Padangsidimpuan, baru-baru ini. *hariancentral.com - Jhonson Karo-Karo

Tapsel - hariancentral.com: Pencapaian Kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan (Tapsel) selama Tahun 2018 meningkat 50% dari tahun-tahun yang lalu. Dan telah melakukan tes urine kepada 277 warga masyarakat khususnya di Kabupaten Tapsel dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda.

Hal itu disampaikan Kepala BNNK Tapsel AKBP Dra Siti Aminah Siregar didampingi Kasi Rehabilitasi, Ibrahim Harahap SSos, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Ayni Suhada SIkom saat menggelar Press Release terkait dalam capaian program kerja BNNK Tapsel selama Tahun Anggaran (TA) 2018, bertempat di aula Kantor BNNK Tapsel Jln SM Raja Kota Padangsidimpuan, baru-baru ini.

“Dari 277 orang yang dites urine yang berasal dari kalangan ASN dan honorer Tapsel sebanyak 150 orang, pekerja swasta 60 orang, guru dan pelajar 40 orang dan pelajar serta masyarakat 27 orang. Dan diantara 227 orang tersebut kita temukan 3 orang positif narkoba,“ jelas Siti Aminah.

Menurut Siti Aminah, selain melakukan langkah deteksi dini melalui tes urine terhadap penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan anggaran DIPA BNNK Tapsel, pihaknya juga telah melaksanakan deteksi dini terhadap 934 orang TNI, ASN, honorer, karyawan swasta dengan menggunakan anggaran mandiri instansi swasta maupun pemerintah.

Dia menambahkan, pada tahun 2018, BNNK Tapsel juga telah melaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi P4GN terhadap 33.305 orang masyarakat Tapsel yang terpapar informasi P4GN dengan menggunakan anggaran DIPA BNN dan 19.002 orang yang terpapar informasi P4GN tanpa menggunakan Anggaran DIPA BNN dan melaksanakan kegiatan advokasi di 6 lingkungan pendidikan, 1 lingkungan organisasi masyarakat dan 7 Desa/Kelurahan yang telah membuahkan 9 komitmen, bersama 6 peraturan maupun kebijakan dan menggiat 135 Relawan.

Sedangkan program rehabilitasi narkoba merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari belenggu narkoba. Yang mana pada tahun 2018, BNNK Tapsel telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 107 penyalahgunaan narkoba, yakni 95 orang diantaranya menerima layanan rehabilitasi rawat inap.

“Sebenarnya dari banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi, yang bersedia di rehabilitasi kategorinya masih sedikit, ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat karena budaya aib dan malu serta saksi yang masih enggan untuk melapor,“ terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, target pencapaian BNNK Tapsel sepanjang tahun 2018 antara lain, terkait kinerja Seksi Rehabilitasi dan Seksi P2M yang konsentrasinya dilakukan dengan strategi khusus, yaitu keseimbangan penanganan antara supply reduction yang bertujuan memutus mata rantai pemasok narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya, serta Demand Reduction yakni dengan memutus mata rantai para pengguna narkoba dengan melakukan langkah-langkah preventif sebagai upaya untuk membentuk mayarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba.

“Dalam TA 2018, BNNK telah menyelesaikan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja (Renja) sebagaimana tertuang dalam Penetapan Kinerja Bersama BNN Pusat sebagai arah dan focus bagi pelaksanaan kegiatan BNNK Tapsel dalam menjalankan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),“ terangnya.

AKBP Siti Aminah berharap agar kemitraan yang dibangun antara BNNK dengan semua lembaga maupun pihak lainnya khususnya media yang berada di Kabupaten Tapsel terus ditingkatkan, karena menurutnya kehadiran media sangat dibutuhkan dalam mendukung kerja BNNK di lapangan, sehingga dengan upaya Pemda dan bantuan seluruh masyarakat dapat terwujud di Kabupaten Tapsel yang bersih, bebas dan tidak terindikasi narkoba.

“Berkat dukungan yang telah diberikan Pemerintah Daerah terhadap BNNK Tapsel juga merupakan salah satu bagian dari keberhasilan yang dicapai program ini dan merupakan bagian dari perang besar terhadap narkoba yang diserukan oleh Presiden RI Joko Widodo dan menuntut elemen bangsa untuk bergerak melawan kejahatan narkoba secara terorganisir khususya yang bersifat lintas Negara,“ imbuhnya. *JK
Share it:

BNN

Post A Comment:

0 comments: