Burhanuddin : Sosok Tokoh Panutan Adalah Caleg Yang Didambakan Masyarakat

Share it:

Teks Foto: Nara sumber, perwakilan pemko dan anggota DPRD Medan, foto bersama usai seminar sehari DPRD Medan, di Medan Club Jalan Kartini Medan, Selasa (11/12/18). *hariancentral.com - Ist

Medan - hariancentral.com: Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu SH mengatakan, anggota DPRD Medan dan penyelenggara pemilu harus memberi pengertian kepada masyarakat agar ikut memilih pada pileg dan pilpres. Karena, betapa perlunya kesungguhan masyarakat dalam memilih sosok pemimpin yang benar-benar dipilih sesuai hati nurani.

Hal itu disampaikannya pada hearing/seminar sehari DPRD Medan, Selasa (11/12/18) di Medan Club. Seminar tersebut mengusung tema: “memilih wakil rakyat yang menjadi dambaan masyarakat Kota Medan”. Berdasarkan tema tersebut, Burhanuddin memberi pendapat bagaimana sosok dewan dambaan masyarakat. Menurut politisi P Demokrat ini, caleg yang menjadi dambaan rakyat itu adalah sosok tokoh di tengah-tengah masyarakat. Ketokohan itu tidak dalam bentuk sertifikat (gelar pendidikan), tapi anugerah yang diberikan masyarakat secara tulus dan ikhlas. “Artinya, segala tindakan, perbuatan, omongan dan tingkah laku tokoh tersebut bisa jadi panutan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, tokoh dambaan masyarakat itu harus memiliki bibit, bobot dan bebet berdasarkan latar belakang disiplin ilmu dan keahlian masing-masing. Kemudian yang ketiga harus memiliki uang, tapi bukan untuk membeli suara.

“Operasional, melengkapi sarana prasarana, mengadakan pertemuan dengan masyarakat harus ada biaya. Tidak mungkin setiap pertemuan dengan caleg difasilitasi dan dibiayai oleh masyarakat,” terang Ketua DPC P Demokrat Medan ini. 

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Medan H Bahrumsyah mengatakan, seharusnya jangan sampai lahir caleg dalam pileg ini. Terdapat anak-anak pejabat yang ikut bertarung pada pemilu 17 April 2019. “Seperti, anak kepala daerah, anak mantan kepala daerah, anak Camat. Karena, omongan kepala daerah dan Camat masih berlaku bagi Lurah dan Kepling untuk mengamankan caleg tersebut,” terang Bahrumsyah yang juga Ketua DPD PAN Kota Medan ini.

Selain itu kata dia, caleg yang masih berusia 21 tahun hendaknya jangan dulu mencalonkan. Perlu ada tenggang waktu, dimasa remaja sampai usia 40 tahun untuk mengisi pengalaman. “Jika sudah berusia 40 tahunan, pengalaman seseorang itu sudah ada untuk terjun ke dunia politik. Untuk jadi pemimpin tidak bisa instant, perlu proses panjang dengan membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman,” tuturnya.

Nara sumber pada seminar tersebut adalah, Prof Dr Katimin MAg (akademisi), Dr H Sahyan Asmara (mantan deputi Kemenpora) dan pengamat politik Dr Warjio. 

Turut hadir, Ketua Komisi A H Sabar Syamsurya Sitepu SIKom, Ketua fraksi P Demokrat Drs Herri Zulkarnain Hutajulu SH MSi, M Nasir, H Ahmad Arief, Zulkarnain Yusuf Nasution, H Bahrumsyah, Wong Chunsen,Tengku Eswin, Sekwan Abdul Aziz dan lainnya. Sementara Walikota Medan diwakili Asisten Umum Iwan Habibi Dulay SH MHum. *AG
Share it:

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: