Mencari Kejelasan Lahan, Warga Datangi Kantor PT Medco E&P

Share it:
Teks Foto : Warga datangi kantor PT Medco di Desa Tanoh Anoe, Kec. Idi Rayeuk, Aceh Timur. Selasa (30/10/18). *hariancentral.com - Juanda

IDI - hariancentral.com: Sejumlah warga yang mengklaim tanah miliknya telah diambil alih untuk pengeboran Minyak dan Gas (Migas) CPP Blok A PT. Medco E&P Malaka yang berlokasi Desa Bukit Dinding, Kec. Julok pada Selasa (30/10/2018) mendatangi Kantor perusahaan Migas tersebut yang beralamat di Desa Tanoh Anoe, Kec Idi Rayeuk, Kab Aceh Timur, Aceh.

Warga yang mendatangi kantor Medco merupakan pemilik lahan dan tokoh masyarakat setempat serta beberapa orang wartawan, dengan niat mencari kejelasan terhadap status lahan tersebut secara kekeluargaan, seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya dengan pihak yang bertugas bidang Hubungan Masyarakat (Humas) di PT Medco, atas nama Hamid.

Sekira pukul 10:30 WIB warga telah sampai dihalaman perkantoran PT Medco, namun yang bersangkutan sedang Off kerja (Libur) sehingga diarahkan kepada Ibu Arinsyrafrina juga selaku Humas di PT Medco dan disambut 2 orang laki-laki yang tidak lain adalah rekannya, salah satunya bernama Marwan, (Marwan ini menurut keterangan warga pernah memberikan harapan kepada pemilik tanah bahwasanya akan segera dibayar oleh pihak PT Medco namun hingga kini belum ada kepastian), yang satu lagi tidak diketahui namanya.

Selang beberapa menit, pihak warga sebagian dipersilahkan masuk dan sebagian lagi menunggu diluar, termasuk awak pers.

Sekira lebih dari 1 jam menunggu, warga yang bertemu pihak PT Medco kembali keluar dengan raut wajah yang murung, wargapun hengkang (meninggalkan) dari tempat semula.

Adapun yang hadir kekantor PT Medco E&P Malaka dari pihak warga adalah, Abdullah Yacob (Mantan Keuchik Desa Buket Dinding, menjabat sejak tahun 1999 -2013)
Kamaruzzaman (Tuha Peut aktif desa setempat dan sudah berumur sekitar 70 Tahun), T Samsul Bahri (Pemilik lahan dasar), T Ilyas (Pemilik lahan dasar), H T Anwar Efendi (Pemilik lahan yang dibeli dari T Samsul Bahri), dan didampingi oleh Yuswan yusuf dan Muhammad serta 3 orang wartawan di Aceh Timur.

Hasil Pertemuan dengan pihak PT Medco: Sekira pukul 12:30 WIB,  rombongan singgah di sebuah warung untuk makan siang sambil istirahat.

Disela-sela waktu makan siang, salah seorang pemilik lahan T Samsul Bahri menceritakan hasil pertemuan dengan pihak Medco.

"Tidak ada titik temu, karena pihak Medco mengklaim mereka tidak ada sangkut paut dengan lahan yang di Bukit Dendeng, karena telah dibebaskan oleh PT Asamera (saat itu perusahaan tersebut yang beroperi di Aceh Timur)," jelasnya.

Menurut pihak Medco, kata T Samsul, jauh sebelumnya lahan yang milik keluarganya tersebut dikuasai oleh PT Asamera sekira tahun 1996, kemudian PT Asamera habis kontrak, dialihkan kepada perusahaan Migas lainnya ( tidak diketahui nama perusahaan tersebut) dan terakhir oleh PT Medco.

Pihak PT Medco, tambah T Samsul bahwa lokasi pengeboran tersebut berasal dari Perusahaan Migas yang pernah mengikat kontrak dengan Pemerintah sebelum mereka (tidak diketahui nama perusahaan itu) dan kini lahan tersebut dialihkan kepada PT\ Medco. mengambil alih lahan tersebut.

"Mereka mengaku telah dibebaskan oleh PT Asamera berdasarkan dokumen yang dimiliki, namun keluarga kami tidak satupun yang mengetahui pembayaran tersebut," tuturnya.

Menurut keterangan saksi dari pihak Warga, setelah makan siang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi lahan tersebut.

Sekira pukul 13:30 WIB rombongan sampai di lokasi, Abdullah Yacob (Mantan Keuchik Desa Buket Dinding) didampingi Kamaruzzaman (Tuha Peut aktif desa setempat) menjelaskan, bahwa sepengetahuan mereka tanah milik T Samsul Bahri yang diwarisi dari pamannya itu belum ada pembayaran baik masa PT Asamera maupun masa PT Medco (Saat ini).

"Sepengetahuan kami belum ada pembayaran untuk lokasi (yang saat ini telah dipagari oleh PT Medco), namun yang dibayar oleh PT Asamera dulu, digunakan sebagai jalan menuju kelokasi, pemiliknya juga kami kenal semua, ada yang sudah meninggal ada juga yang masih sehat," ujarnya.

"Saya juga heran yang mereka (PT Medco) pagar saat ini sudah sangat luas, sementara lahan warga yang dulu dibebaskan oleh PT. Asamera hanya untuk jalan saja, apakah mereka ambil diam-diam ?, sementara kejadiannya saat itu kami masih mengingat dengan jelas." tuturnya.

Setelah kami mendapat informasi yang dibutuhkan dari warga, kamipun meninggalkan lokasi dan kembali kekediaman masing-masing.

Berdasarkan cerita dari sejumlah pihak juga keterangan dari mantan Keuchik Buket Dinding Abdullah Yakop dan Kamaruzzaman selaku Tuha Peut setempat. Tanah yang kini diduga diserobot oleh PT Medco merupakan warisan dari keluarga T Samsul Bahri dan T Ilyas secara turun temurun. Kemudian beberapa bagian tanah T Samsul dijual kepada sejumlah orang salah satunya kepada H T Anwar Efendi semasa Abdullah Yacop menjabat kepala desa, bahkan Tanah H T Anwar Efendi ini telah memiliki sertifikat berdasarkan pengakuan sebelumnya.

"Yang sangat luas itu milik keluarga T Samsul sebagian juga telah dijual semasa saya menjabat, salah satunya dijual kepada H T Anwar Efendi dan kini sebagian tanahnya juga dipagari oleh Medco tanpa dibayar," jelasnya. *JUA
Share it:

Aceh

Post A Comment:

0 comments: