DPRD: Papan Reklame Di Zona Terlarang Harus Dibongkar

Share it:
Medan - hariancentral.com: Terkait adanya papan reklame yang masih berdiri di pusat Kota Medan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Abdul Rani SH dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) angkat bicara.

Saat dikonfirmasi, terkait masih banyaknya papan reklame yang belum ditebang, ia mengatakan bahwa papan reklame di zona terlarang yang menyalahi aturan harus di bongkar dan jangan tebang pilih.

"Kita tinggal tunggu saja, kalau mau pasang baru di zona terlarang dan tidak ada izin, maka itu harus dibongkar. Kita lihat saja, yang jelas tadi malam saya keliling masih berjalan pembongkaran itu," kata Abdul Rani yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Medan, Rabu (28/11/18).

Lanjut Ketua Komisi D DPRD Kota Medan ini, sebagai Kota terbesar nomor tiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, Kota Medan harus tertata rapih seperi kota lain, contohnya Kota Surabaya.

"Saya harap, papan reklame di Kota Medan dapat dibersihkan seperti Kota Surabaya, PADnya tiap tahun bisa mencapai Rp200-an milliar per tahun. Surabaya bisa kenapa Medan nggak? Karena kita lihat estetikanya sudah semraut, sudah seperti pasar reklame kota kita ini. 

Kita apresiasi Pemko Medan, minggu-minggu kemarin kan sudah berjalan pembersihan itu oleh Sat Pol PP, jadi, nggak sekali bisa menebang semuanya, karena alat untuk menebang reklamenya terbatas, jadi kita tunggu saja. Kemudian, jika ada pembangunan papan reklame yang bermasalah, ya dibongkar langsung! 

Kita bekerjasama dengan Polrestabes dan Kodim supaya mengantisipasi agar tidak terjadinya keributan. Saya berharap, Kota Medan kita ini supaya estetikanya semakin baik, sesudah itu, jangan tebang pilih. Ada yang satu dibongkar dan yang satu tidak. Jadi, selama itu menyalahi aturan, tidak ada ijin, tidak pernah membayar pajak, bongkar! siapapun dia," tegas Abdul Rani.

Menanggapi hal yang sama, anggota DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan juga meminta kepada Pemko Medan untuk benar-benar membersihkan papan reklame maupun baliho yang diketahui masih bertebaran.

"Reklame atau baliho masih banyak yang belum dipotong. Masih banyak terlihat di Jalan Thamrin dan Jalan Asia berserakan baliho-baliho yang amburadul. Kita melihat bahwa Pemko sampai saat ini hanya mengarah ke daerah-daerah yang di pelosok-pelosok," jelas angota Fraksi PDIP DPRD Kota Medan.

Wong menambahkan, jika ingin membersihkan reklame jangan setengah hati dan baliho yang besar agar ditata dan dirapihkan, ujar anggota Komisi B DPRD kota Medan. *AG
Share it:

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: