DPRD Apresiasi Polisi Tumbangkan Reklame

Share it:
Teks Foto: Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH. *hariancentral.com - Ist

Medan - hariancentral.com: Kerja cepat Polrestabes yang sudah menumbangkan banyak reklame mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH. Tidak tanggung-tanggung, mulai dari papan reklame, Polrestabes juga menumbangkan pos Polisi yang berdiri di jalur hijau dan pos Polisi yang ada papan reklamenya. Ironisnya, Polisi juga sudah ikut gotong royong menambal jalan berlubang di Medan Deli.

Seharusnya pekerjaan seperti itu jadi pekerjaan pemko melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Karena Satpol PP tugasnya menertibkan pihak-pihak yang melanggar perda, salah satunya bangunan yang berdiri di jalur terlarang. Apalagi semua aparatur pemko punya anggaran untuk bekerja, kalau kurang, tinggal mengusulkan ke DPRD.

“Sebenarnya pekerjaan untuk menertibkan reklame illegal tidak sulit, selain ada Satpol PP, pekerjaan mereka didukung dana miliaran rupiah. Pada APBD 2016 dianggarkan Rp2,5 miliar untuk penertiban reklame yang tidak bayar pajak dan yang melanggar 13 zona larangan, tapi pemko tidak mampu melaksanakannya,” kata Henry Jhon kepada wartawan, Jumat (7/9/18).

Papan reklame kata politisi PDI Perjuangan ini sudah menjadi sorotan masyarakat, karena reklame menjamur tapi PADnya minim. Padahal pemko sedang mengajukan revisi perda reklame, sejumlah fraksi sudah memberi sinyal supaya reklame bermasalah dibersihkan dulu, barulah perda direvisi. “Karena tidak ada gunanya perda direvisi kalau reklame masih berdiri tegak,” tuturnya.

Tapi, setelah revisi perda sudah masuk ke paripurna, sejumlah papan reklame sudah ditumbangkan pihak Polrestabes. Penumbangan ini disebut-sebut sebagai atensi Kapoldasu yang baru Irjen Pol Agus Andrianto. “Kami dari dewan tidak tahu apakah ini benar-benar atensi Kapoldasu atau pemko meminta Poldasu melakukan penertiban ini. Tapi kami apresiasi Poldasu yang sudah menyelamatkan estetika kota Medan. Tapi hendaknya jangan tebang pilih, reklame yang melintang di jalan bergambarkan petinggi partai dan pejabat lainnya harus ikut ditumbangkan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Henry Jhon, jalan-jalan di Medan banyak yang berlubang, sampai saat ini belum ada pengerjaan karena dinas PU belum melakukan tender. Padahal, setiap pembangunan ada perencanaannya, mulai dari pengajuan anggaran sampai pengesahan dan memulai pakai tender.

“Tapi kenyataannya, pembangunan infrastruktur stagnan, sampai-sampai Polisi lalulintas turun tangan menambal jalan yang berlubang, lalu apa hasil perencanaan yang dimulai dari musrenbang sampai pembahasan APBD? Kita harapkan kerja pemko ditahun mendatang lebih profesional lagi, apa nanti kata masyarakat,” ungkapnya. *AG
Share it:

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: