DPRD: PD Pembangunan Seharusnya Tingkatkan PAD

Share it:
Teks Foto: Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan Terhadap Nota Pengantar Kepala Daerah atas Ranperda Kota Medan tentang Perusahaan Umum Daerah Pembangunan kota Medan, yang dilaksanakan Senin (20/8/18) di ruang Rapat Paripurna. *hariancentral.com - Ist

Medan - hariancentral.com: Fraksi PDI Perjuangan menilai dengan banyaknya asset Pemko Medan yang dikelola oleh PD Pembangunan Kota Medan, sudah seharusnya perusahaan daerah tersebut mampu meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

Namun faktanya, unit usaha yang merupakan asset Pemko Medan yang dikelola PD Pembangunan seperti unit usaha pergudangan Kota Medan (PKTM), unit usaha kolam renang dulu, Unit Usaha Taman Marga Satwa Medan, dan rumah susun Amplas dan Martubung sejak tahun 2010 hingga kini tidak mampu menyumbangkan profit ke kas Pemko Medan.

"Mengapa hal ini bisa terjadi, ada apa? Mohon penjelasan," tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan Edward Hutabarat saat membacakan pemandangan umum fraksi-fraksi pada Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan Terhadap Nota Pengantar Kepala Daerah atas Ranperda Kota Medan tentang Perusahaan Umum Daerah Pembangunan kota Medan, yang dilaksanakan Senin (20/8/18) di ruang Rapat Paripurna.

Menurut pandangan fraksi kami, lanjutnya, salah satu unit usaha kebun binatang, merupakan salah satu unit usaha yang mempunyai potensial sangat besar menaikan PAD Kota Medan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya bila dikelola dengan baik dan profesional.

Berdasarkan tinjauan lapangan serta laporan masyarakat yang kami terima, populasi hewan yang ada sangat terbatas, perawatan kesehatan hewan tidak tertangani dengan baik serta fasilitas pendukung hiburan sangat minim, yang berdampak minat pengunjung untuk datang ke kebun binatang tidak ada.

"Dengan perubahan badan usaha pengelolaan perusahaan umum daerah pembangunan Kota Medan Fraksi PDI Perjuangan mengharapkan supaya menjadi perhatina serius Walikota," tegasnya.

Sementara pandangan umum dari Pernas yang dibacakan Beston Sinaga mengutarakan, bila melihat sejarah, pendirian PD Pembangunan Kota Medan merupakan perusahaan daerah yang sudah lama berdiri dan beroperasi. Bahkan dalam menjalankan bidang usahanya, Pemko Medan telah melakukan penyertaan modal sampai semester I tahun 2016 sebesar Rp192 miliar lebih.

Harapannya dengan kondisi tersebut, seharusnya perusahaan daerah tersebut dapat meningkatkan kinerja sehingga mampu berkontribusi bagi PAD Kota Medan. Namun sangat disesalkan konstribusi deviden yang diharapkan justru tidak kunjung terealisasi.

"Berdasarkan laporan keuangan Pemko Medan selama kurun waktu lima tahun terakhir 2012-2017 kontribusi deviden PD Pembangunan realisasinya selalu nihil," tegasnya.

Dengan kondisi ini, Pernas mempertanyakan dengan penyertaan modal yang begitu besar kenapa PD Pembangunan belum mampu memberikan deviden kepada Pemko Medan. Lalu, kenapa PD Pembangunan sampai menanggung hutang PBB yang tinggi, yaitu, sebesar Rp1,88 miliar lebih. *AG



Share it:

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: