Pakar IT, Punya Perhatian di Dunia Pendidikan Tinggi

Share it:
Orang Batak Hebat 
 Pakar IT, Punya Perhatian di Dunia Pendidikan Tinggi
 Sikapnya Santun dan Rendah Hati

Oleh
ROY PAMATAR EDWIN SIAHAAN SP MM – PENGAMAT PENDIDIKAN, MOTIVATOR, KONSULTAN, DOSEN STRATEGI dan MANAJEMEN SDM JAKARTA                          
Prof DR Hoga Saragih ST MT
Pria besar berdarah Batak Simalungun Prof DR Hoga Saragih ST MT dengan mudahnya dikenal dikalangan mahasiswa, rekan seprofesi sesama dosen (sivitas akademika) dan para pegawai penunjang akademik dan non-akademik yang ada di lingkungan kampus besar, unggulan dan favorit yaitu Universitas Bakrie tempat Beliau berada sekarang.

Rekan dosen dan para pegawai di lingkungan kampus baik karyawan bagian administrasi kampus maupun pegawai kebersihan selalu kerap menyapa dan memanggilnya dengan sebutan Prof Hoga atau pak Hoga saja.

Prof Hoga sangat simple dan dikesehariannya maupun dikalangan para mahasiswa setiap bertatap muka baik di kelas maupun disekitaran kampus. Mereka senang memanggil dan menyapa Prof Hoga yang sangat terlihat humble and good manners, seakan-akan tidak ada jarak terlihat disitu.

Sangatlah pantas Prof Hoga menyandang ”dosen favorit mahasiswanya selama ini dan sampai saat ini. Banyak perbuatan dan hal positif yang bisa diuraikan serta dikupas satu per satu pada penulisan perdana ini mengenai superior performances dan energi besar dari Profesor satu ini. Apa Saja Itu ?? Pria bertubuh besar yang kesehariannya penuh dengan senyuman, sapa dan salam.

Memulai awal kehidupan pagi hari dengan memanjatkan doa untuk selalu mengucap syukur kepada sang pencipta-Nya, atas nafas kehidupan dan berkat kesehatan juga tidak lupa serta isteri tercinta Siska boru Sihotang dan kedua anaknya Hugo dan Holy.

Inilah keluarga kecil Prof Hoga yang selalu mendukung dan menjadi penyemangat disetiap aktivitas pekerjaan dan pengabdian di Universitas Bakrie tercinta. Membuat Prof Hoga tidak pernah berhenti selalu mendekatkan diri pada Allah Bapa di Surga, karena tanpa Kuasa-Nya, tidak ada Prof Hoga seperti adanya sekarang ini.

Memulai aktivitas pagi hari dengan kesukaannya mendengar lagu rohani dan berdoa merupakan hal wajib dilakukan Prof Hoga saat didalam perjalanan menuju kampus tercinta, sesampainya di kampus dan berada dalam rutinitas yang padat, ini dikarenakan statusnya sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) dijurusan Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK).

Anugerah Yang Dimiliki Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Indonesia

Kesibukannya yang selalu padat bisa dipastikan dikarenakan kapasitas dan posisinya sebagai dosen tetap yang mewajibkan mengajarkan mata kuliah,

Mempersiapkan bahan ajaran yang selalu komprehensif dan up to date dalam mengikuti perkembangan dan kemajuan Informatika yang happening di “jaman now” ini membuat Hoga harus terus tampil perform dan bisa mengikuti irama dan karakter mahasiswa-mahasiswa yang masih muda di era-generasi millennial ini,

Belum lagi sebagai kapasitasnya didalam kegiatan penyelenggaraan seminar dan workshop yang rutin dilakukan di kampus Universitas Bakrie berperan sebagai moderator maupun tampil sebagai pembicara kunci utama (keynote speaker), seperti juga yang dilakukannya apabila mendapat undangan sebagai pembicara utama di acara-acara perhelatan yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah - Kementerian Pendidikan khususnya Direktorat Pendidikan Tinggi, Kopertis III (wilayah DKI-Jakarta).

Perusahaan besar swasta, dan sudah pasti Universitas-Universitas terkemuka yang ada di Jakarta dan sekitarnya, baik yang berada di pulau Jawa maupun diluar pulau seperti di Kalimantan, Sumatera-Nias, serta masih banyak daerah Provinsi lainnya.

Bahkan karena kemampuannya yang sudah menyandang gelar kepangkatan tertinggi dibidang akademis sebagai Guru Besar (GB,) Prof Hoga sering sekali ditunjuk, diutus dan diundang ke negara-negara tetangga sebagai orang yang mempunyai kompetensi serta kompeten untuk dipanggil oleh pihak kampus atau Universitas terkemuka di mancanegara sebagai contoh - Asia Of University (AU) terletak di Kuala Lumpur- Malaysia.

Meminta Prof Hoga sebagai pembimbing dan penguji  disertasi mahasiswa-mahasiswa Malaysia yang sedang mengambil Program Doktoral. Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan secara pribadi buat Hoga Saragih. Prof Hoga diharapkan dan mempunyai peranan penting didalam proses program S-3 di negara lain negara tetangga yang notabene mempunyai seleksi khusus dan ketat sekali dalam memilih dosen (lecturer) yang bisa diandalkan dan dijadikan bagian penting dalam pengambilan keputusan di Universitas asing dan diakui di dunia.

Yang artinya ini juga menjadi prestasi dan kebanggan kita sebagai bangsa dan dunia pendidikan tinggi di Indonesia, dimana ada anak bangsa putra bangsa Indonesia dan putra batak asal Sumatera Utara yang bisa mengharumkan Indonesia di kancah Internasional di panggung dunia pendidikan yang begitu ketat sekali persaingannya disaat sekarang ini.

Memasuki era-globalisasi: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA/AEC) - Asean Free Trade Area (AFTA), juga yang kita hadapi kedepannya Revolusi Industri 4.0 (Industri Berbasis Teknologi Digital) Fokus Prof Hoga mempersiapkan Tenaga Kerja yang Andal serta mempunyai Keterampilan Khusus untuk Penguasaan Teknologi Informatika terkini setelah lulus menjadi Sarjana Informatika dari Universitas Bakrie.

Menjadi Cahaya Penerangan Dalam Dunia Pendidikan

Latar belakang pendidikan, Prof Hoga menempuh setiap jenjang pendidikan yang berawal dari S-1 di UKRIDA (beasiswa full), S-2 Universitas Indonesia dan dilanjutkan S-3 Universitas Indonesia sebagai Strata terakhir jenjang pendidikan.

Semua ini juga kata Prof Hoga dikarenakan kemurahan dan kebaikan dosennya terdahulu yang sudah banyak sekali membantunya dalam setiap menyelesaikan tahapan demi tahapan dan melewati jenjang demi jenjang pendidikan yang ditempuhnya.

Prof Hoga mengatakan jawaban dari ini semua (intinya) adalah semua karena pertolongan dan kemurahan hati dosen-dosen baik yang mengajar, membimbing dan membuatnya jadi seperti sekarang ini memperoleh anugerah menjadi seorang Guru Besar diperoleh ditahun 2016 di Universitas Bakrie.

Masih kata Prof Hoga karena pertolongan orang lain. Hebat sekali pernyataan yang selalu dijawabnya secara singkat! Kesederhanaan yang meneduhkan dapat terlihat dalam penampilannya juga dalam cara mengekspresikan kedewasaannya dalam menjawab semua pertanyaan dari penulis yang seakan-akan gampang dan mudah dicerna, padahal dalam kenyataan dalam melewati itu semua membutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang tidak mengenal lelah.

Prof Hoga untuk bisa menjadi seperti sekarang ini, menjadi seorang Profesor (Guru Besar) di Univesitas swasta terkemuka di DKI-Jakarta  Universitas Bakrie di kawasan elite business di daerah kuningan pasar festival Jakarta Selatan. Lagi-lagi Prof Hoga menyatakan dan membuat pernyataan. “Saya bisa dan menjadi seperti sekarang ini karena dibantu dan pertolongan dosen saya dimasa itu,” ungkapnya.

Intinya saya tidak bisa menjadi Prof Hoga Saragih seperti yang sekarang ini tanpa pertolongan orang lain titik, tegasnya.

Mendengar langsung dari mulut Prof Hoga ini menjadi penilaian tersendiri bagi penulis dalam menilai secara pribadi, betapa mengagumkannya Prof Hoga sekaligus kerendahan hati dan kesederhanaan dalam menjelaskan anugerah yang diterimanya.

Prof Hoga menjadi pakar dan orang yang ahli dalam bidang IT mungkin sangat jarang kita temukan di dunia pendidikan tinggi di Indonesia, bisa terlihat lebih merata dalam dunia kerja dan dunia bisnis tentunya, tapi dalam dunia akademis pendidikan tinggi baik itu Institut, Sekolah Tinggi dan Universitas belum tentu dan masih bisa dihitung dengan jumlah yang tidak banyak tentunya dan terbatas ini dikarenakan masih banyak sekali unsur-unsur dalam penilaian (sertifikasi-sertifikasi) dan kekhususan tersendiri untuk bisa disebut pakar.

Aapalagi menjadi Guru Besar - Profesor didunia pendidikan tingg, belum lagi dalam hal-hal lain yang telah dilakukan Prof Hoga dalam peranan dan aktivitas kegiatan sebagai pengabdiannya untuk Universitas tercinta yang menaunginya selain menjadi pengajar tetap, yaitu melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang pasti melekat dalam setiap kegiatan sehari-harinya.

Pertama yaitu pengabdian pendidikan dan mengajar sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945 yang berbunyi: mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pendidikan dan pengajaran yang baik akan menghasilkan bibit-bibit unggul dari suatu perguruan tinggi yang akan mampu membawa bangsa ini kearah  lebih maju yang siap berkompetisi di tingkat Nasional dan bahkan di tingkat Internasional, maka pendidikan dan pengajaran harus menjadi pokok dan sumber utama dalam mencapai tujuan dari Pendidikan Tinggi.

Kedua yaitu penelitian dan pengembangan. Ini terkait dengan peranan Prof Hoga sebagai dosen (pengajar) dalam memajukan dunia akademis dan yang terlibat dalam sivitas akademika. semuanya memiliki peranan dan tanggungjawab yang sama, dimana Prof Hoga sudah banyak sekali membantu membimbing mahasiswa-mahasiswa, supaya mampu melaksanakan dan memanfaatkan penelitian dan pengembangan dalam suatu proses pembelajaran untuk lebih kritis, cerdas, dan kreatif dan nantinya.

Dapat menjalankan perannya sebagai agent of change yang berkarakter dan terampil yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih maju. Karya-karya Prof Hoga sudah banyak dihasilkan dan bisa kita lihat dalam bentuk jurnal-jurnal ilmiah yang sudah dipublikasikan baik di jurnal ilmiah Nasional maupun jurnal ilmiah Internasional, dimana sampai sekarang ini masih terus dan terus menjadi bahan pemikiran dan fokusnya dalam mengerjakan karya ilmiah terbaik sebagai hasil pemikiran dan persembahannya dalam kapasitasnya Guru Besar dan kecintaannya dalam dunia pendidikan Informatika.

Ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat, ini sangat menarik dan menjadi bagian Fokus Prof.Hoga khususnya selama dalam menjalani kehidupan sebagai pendidik dimana sudah puluhan tahun waktu yang telah dilaluinya.

Ini masa-masa yang tidak pendek dan mudah dalam pengabdiannya untuk menjadikan Prof Hoga seorang Guru Besar yang tidak hanya handal dalam mengajar tetapi juga punya hasrat besar untuk mempunyai peranan lain dan andil dalam berkontribusi-bersosialisai dan juga terjun langsung mengabdi nyata di tengah-tengah masyarakat dengan harapan bisa menjadi cahaya yang memberikan penerangan dikehidupan lingkungan sivitas akademika.

Apa saja bagian dari Konsep Terang yang menjadikan Prof Hoga bersemangat mewujudkan Visi - Misinya.  bersambung …………………….


Share it:

Jakarta

Motivasi

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: