Warga Helvetia Keluhkan Infrastruktur dan Pelayanan Kepling - HarianCentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, 3 April 2018

Warga Helvetia Keluhkan Infrastruktur dan Pelayanan Kepling

Teks Foto : Robby Barus SE saat melakukan reses-I di Helvetia Timur, Kec Medan Helvetia. *hariacentral.com-Ist

Medan-hariacentral.com : Warga yang tinggal di Kecamatan Medan Helvetia mengeluhkan masih buruknya infrastruktur, khususnya drainase akibat terjadinya penyempitan dan pendangkalan Sungai Bedera dan Sungai Sei Sikambing akibat dampak dari pembangunan perumahan.

Sehinga sampai saat ini, warga Helvetia masih dihantui banjir apalagi di saat turun hujan.

Hal ini diketahui pada saat pelaksanaan Reses I anggota DPRD Kota Medan, Robby Barus SE dari fraksi PDI Perjuangan di Jalan Persatuan Kel Helvetia Timur, Kec Medan Helvetia, baru-baru ini.

Seperti yang diungkapkan Andy yang merupakan Sekretaris Camat (Sekcam) Kec Medan Helvetia. Andy mengatakan, bahwa Kec Medan Helvetia di kelilingingi 3 aliran sungai yakni Sungai Sei Sikambing, Sungai Bedera dan Sungai Deli. Sehingga akibat terjadi penyumbatan di salah satu sungai saja, maka dampaknya bila turun hujan, beberapa daerah di Helvetia akan banjir.

"Kalau boleh melalui reses kali ini, kami meminta kepada anggota DPRD Medan agar meneruskannya ke Pemko Medan untuk dianggarkan pengorekan Sungai Bedera dan Sungai Sei Sikambing, agar wilayah Kec Medan Helvetia tidak terkena banjir lagi, meskipun kami tahu itu adalah tupoksinya BWS," terang Andy.

Andy berharap, DPRD Kota Medan bisa memikirkan bagaimana cara agar dapat berkordinasi dengan Kementerian RI, sehingga BWS mendapat anggaran untuk memperbaiki daerah sungai.

Siti Rahmah Simanjuntak, warga Jalan Istiqomah Gg Purnama No133, Lingkungan XI, Kelurahan Helvetia Timur, Kec Medan Helvetia pada sesi tanyajawab mengomentari kinerja Kepala Lingkungan XII tempat dia tinggal. Dimana, menurut guru sekolah dasar tersebut, bahwa Kepling mereka tidak pernah peduli dan tidak pernah memperhatikan keluhan warganya.

Malah, Kepling XI tersebut berubah menjadi lawan warganya disaat ada salah satu permasalahan terkait ribut-ribut warganya tentang kondisi jalan dampak dari pembangunan perumahan Atrium.

"Kami ingin agar Kepling XI segera diganti, karena sudah terlalu lama sehingga tidak lagi mempedulikan warganya. Seharusnya Kepling itu mempedulikan keluhan warganya, ini malah mempersulit warganya, kami sudah pernah mengadukan Kepling XII tersebut ke Camat melalui Lurah, dan tidak ada tanggapan, ini surat yang kedua akan kami layangkan juga, tapi kami juga ingin memberikan surat ini kepada Bapak Dewan, agar lebih cepat ditanggapi," terang Simanjuntak.

Sementara itu, Muhammad Hidayah Hasibuan, warga Perumahan Helvetia, Jalan Matahari Raya No 70, pada kesempatan itu memberitahukan kepada Robby tentang dugaan penyalahgunaan penggunaan anggaran BOS oleh pihak Sekolah Dasar di Wilayah KecMedan Helvetia, dimana, menurut Hidayah, banyak sekali temuannya mengenai pembelian buku bagi siswa yang bukan buku terkini. Artinya buku yang dibeli masih KTSP, sementara, saat ini sekolah sudah memakai buku K13.

Menjawab keluhan warga Kec Helvetia tadi, Robby mengatakan, untuk perbaikan daerah sungai, pihaknya tidak punya payung hukum untuk mengambil tindakan, namun dia akan mencoba membicarakannya melalui fraksi PDI Perjuangan nantinya akan melobi ke Jakarta agar diberikan anggaran bagi Badan Wilayah Sungai (BWS) daerah Sumatera Utara, sehingga dapat memperbaiki kondisi sungai-sungai yang ada di Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Helvetia.

Untuk masalah Kepling XI yang menurut laporan warga sudah tidak sesuai Tupoksi kerja, dan tidak pernah peduli warganya, Robby sangat kesal dan mengatakan, saat dirinya menjadi Kepling, tidak pernah mendapat teguran apalagi keluhan dari warganya. Untuk itu, anggota DPRD Kota Medan yang duduk di Komisi A ini, berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke Komisi A dan segera akan memberi tindakan kepada oknum Kepling XI tersebut.

Untuk iinformasi mengenai dugaan penyalahgunaan dana BOS yang diduga dilakukan oleh Kepala sekolah sebagai pengelola dana BOS, Robby juga berjanji kepada warga yang memberikan informasi, agar memberikan data konkrit, untuk dijadikan bahan kepada Dinas Pendidikan Kota Medan sehingga, pihaknya, akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Inspektorat untuk memeriksa oknum guru ataupun oknum Kasek yang ternyata diketahui menyalahgunakan dana BOS.

Sambung Robby lagi, pemerintah saat ini sudah melaksanakan program E-Planing, yang bertujuan agar semua keluhan dan masukan serta perencanaan yang akan dilakukan dapat dimasukkan pada E-Planing tersebut. *AG



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here