Melawan Polisi Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Tewas Ditembak - HarianCentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, 17 April 2018

Melawan Polisi Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Tewas Ditembak


Jakarta - hariancentral.com : Polres Metro Jakarta Pusat melalui Wakapolres Metro Jakarta Pusat Arie Ardian menjelaskan kami telah menangkap seorang bandar Narkoba dan terpaksa menembak bandar narkoba berinisial T (34) di Kemayoran,. T ditembak karena melawan saat diminta menunjukkan kediaman rekannya.

"Yang bersangkutan kita lakukan tindakan tegas karena, pada saat melakukan pengembangan, coba melakukan perlawanan kepada penyidik dengan mencoba rebut senjata, sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian di Polres Metro Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Senin (16/4/18) kemarin.

Polisi melepaskan dua tembakan dan mengenai bagian dada. Diketahui T adalah bandar narkoba yang sudah masuk daftar pencarian Polisi.

"Penembakannya di Kemayoran. Itu memang target kita. Sudah kita terbitkan DPO (Daftar Pencarian Orang) dua kasus," jelas Arie.

Penangkapan T merupakan hasil pengembangan dari tertangkapnya dua wanita berinisial EF (55) dan BD (48), yang menjadi pengedar narkoba berjenis sabu-sabu. Kata Arie, T menjadi pengedar sejak 2013.

"Jadi, berdasarkan keterangan, yang bersangkutan sudah melakukan mengedarkan narkoba tahun 2013, jadi sudah 5 tahun dan meresahkan," terangnya.

"Untuk tersangka T ini cukup meresahkan juga di daerahnya, yaitu di Johar Baru. Jadi masyarakat juga beri apresiasi kepada Polres Jakpus, karena dengan tertangkapnya Saudara T ini mudah-mudahan peredaran narkoba di Johar dapat ditangani," lanjut Arie.

Sebelum ditembak Polisi, T ditangkap di tempat indekos di Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dari tangan pelaku, didapatkan 104 gram sabu yang disimpan di dashboard mobil BMW berpelat nomor B-888-RDI.

"Hasil interogasi, T mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari pemasok besar berinisial ACE (DPO)," jelas Arie

Pada saat T diminta menunjukkan kediaman ACE, T melakukan perlawanan. Pada saat itu juga T ditembak Polisi.

"Sebenarnya T ancamannya dikenai Pasal 142 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009. Ancaman pidana mati atau seumur hidup, kurungan penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun," tutur Arie. *MB

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here