DPRD : Pergantian Kepala Pasar Jangan Timbulkan Gejolak

Share it:
Anggota DPRD Kota Medan Boydo HK Panjaitan
Medan - hariancentral.com : Anggota DPRD Kota Medan Boydo HK Panjaitan dari Komisi C mengingatkan kepada perwakilan pedagang pasar mengenai peristiwa 15 tahun lalu yang pernah terjadi di Pasar Inpres Kuala Bekala agar tidak terulang kembali.

Karena, kejadian tersebut membuat para pedagang serta warga di sekitar pasar tidak bisa beraktifitas.

Hal tersebut dikatakan saat diadakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi C, kantor DPRD Kota Medan, kemarin.

“Peristiwa itu harus menjadi pelajaran. Jangan sampai pergantian Kepala Pasar akan menimbulkan gejolak baru di pasar. Biarkanlah kondisi sekarang ini berjalan, karena pedagang sudah nyaman dan aman beraktifitas,” ucap Boydo.

Komisi C DPRD Kota Medan juga menegaskan kepada Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan untuk menghentikan kontes pemilihan Kepala Pasar Inpres Kuala Bekala. Karena, dikhawatirkan akan dapat menimbulkan konflik di pasar tersebut.

“PD Pasar harus menghentikan kontes tersebut, karena pedagang telah merasa aman dan nyaman dengan kondisi sekarang,” tegas Ketua Komisi C DPRD Kota Medan yang didampingi Boydo HK Panjaitan (Sekretaris).

Kemudian, Hendra DS juga menyampaikan bahwa pihaknya menerima keluhan yang disampaikan dan akan diteruskan ke Pemko Medan.

“Dalam minggu ini, kita akan panggil Badan Pengawas PD Pasar dan PD Pasar agar persoalan menjadi jelas,” katanya.

Boydo menambahkan, PD Pasar harus menuntaskan masalah yang terjadi di pasar dan bukan malah menimbulkan masalah baru.

“Pergantian ini juga patut dicurigai, kenapa harus dipaksakan, kalau akhirnya menimbulkan gejolak,” ujar Boydo.

Sebelumnya, perwakilan pedagang, David Nadeak, meminta kepada Komisi C agar melakukan pendampingan kepada pedagang di Pasar Inpres Kuala Bekala. Sebab, katanya, saat ini sedang dilakukan kontes pemilihan Kepala Pasar Inpres Kuala Bekala.

“Ada 3 orang yang menjadi calon. Dari ketiga orang itu, dua diantaranya tidak memenuhi syarat. Inikan sepertinya sudah disetting. Sudahlah Pak, biarkan pasar dengan kondisi sekarang ini, karena kami sudah aman dan nyaman beraktifitas disana. Takutnya nanti, begitu ganti pengelola timbul yang aneh-aneh,” ungkapnya.

Sementara itu, Br Pasaribu menyampaikan, bahwa dirinya sudah 30 tahun berdagang ikan di Pasar Inpres Kuala Bekala dan tinggal tepat berdampingan dengan pasar.

Dia mengaku, khawatir akan terulang kembali peristiwa 15 tahun lalu jika Kepala Pasar diganti.

15 tahun lalu kami rugi berdagang, karena ribut terus. Dagangan ikan kami biarkan membusuk karena tidak ada yang beli. Bahkan, kami tidak berani tinggal di rumah. 

"Kami trauma Pak, takut peristiwa itu terulang lagi. Jadi, kami mohon biarkanlah kami (pedagang-red) dengan kondisi sekarang ini, karena kami sudah merasa aman dan nyaman berdagang,” ungkapnya karena khawatir *AG

Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: