Pegawai Honor Disuruh Bersihkan Kafe, Korban Diminta Lapor ke DPRD

Share it:
Medan-Hariancentral.com : Ketua Komisi A DPRD Kota Medan Andi Lumbangaol meminta kepada setiap pegawai/honorer Dinas Perindustian Kota Medan yang menjadi korban kesewenangan penyalahgunan jabatan ZS untuk melaporkan ke DPRD Kota Medan.

Apalagi dalam hal ini, pemecatan yang dilakukan ZS dinilai untuk menutupi kesalahannya.

“Ini sangat memilukan, maka kita harapkan semua pegawai yang menjadi korban ZS untuk datang ke DPRD Kota Medan, segera melaporkan ke kami. Datang ke gedung DPRD ataupun melalui surat, sebagaimana baiknya, kita akan tampung semuanya. Untuk mengumpulkan alat bukti, serta membuktikan untuk ditidaklanjuti,” tegas Andi dari Fraksi Pernas, Rabu (14/3).

Tak hanya itu, pemecatan terhadap 2 pegawai honorer belakangan. Akibat tak bisa pekerjakan di kafe pribadi bernama Sembada milik pribadi ZS. Bukti kuat kesewenangan dan penyalahgunaan yang dilakukannya.

“Dipecatnya AF dan VA perlu dijelaskan. Apa motivasi ZS, apalagi ini tanpa prosedur dan tahapan yang jelas. Sangat tidak masuk akal, dan bisa membuktikan ZS beperilaku koruptif serta arogan. Yah, karena sudah gawat kali ini bah, memecat pegawai honorer yang lantaran tidak dapat memebersihkan kafe Sembada milik pribadi ZS itu, sudah sangat fatal kesalahan Kadisnya itu. Apalagi ditambah kesewenangan pemecatan itu,” jelas Andi setelah mendengarkan pernyataan.

Pemecatan terjadi lantaran AF memiliki kesibukan lain yakni tupoksi sesungguhnya sebagai honorer di Dinas Perindustrian, mengecek sejumlah perusahaan sesuai Surat Perintah Tugas (SPT) dari Dinas.

“Maka kita sangat berharap kepada semua pegawai ataupun yang menjadi korban penyalahgunaan jabatan ZS, untuk datang ke gedung dewan, karena ini juga rumah kalian. Kalian jangan takut, karena dengan kehadiran kalian, kita akan membuktikan dan membersihkan kekotoran di kota ini,” tegas Andi.

Masih kata Andi, Insfektorat diharapkan harus kerja cepat untuk memeriksa ZS. Dan jangan bungkam.

“Insfektorat harus memeriksa, jangan diam saja. Bila perlu langsung memberikan sanksi. Dan kita minta keterbukaan Inspektorat dalam pemeriksaan ZS. Jangan ditutupi. Karena perilaku menutupi-menutupi itu dapat dinilai untuk mendiamkan kasus dan agar tidak ada tindak lanjut,” tegasnya

Sebelumnya, AF, seorang mantan honorer di Dinas Perindustrian Kota Medan, didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, mengadu ke Ombusdman RI Perwakilan Sumut, Senin (12/3/18) yang lalu.

AF mengaku dirinya dipecat lantaran tak datang saat disuruh membersihkan kafe Balai Sembada di Jalan Bunga Mawar No 108, Padang Bulan, milik sang Kadis.

Padahal menurut pengakuan AF, kontraknya bekerja di Dinas itu masih panjang.

“Saya dipecat dari kantor Dinas Perindustrian Kota Medan. Padahal kontrak saya masih panjang. Makanya saya membuat pengaduan ke Ombusdman RI Perwakilan Sumut ini. Agar hal ini diusut tuntas,” ujar AF di Ombusman RI Sumut seraya menyerahkan berkas-berkas.

Bahkan bukan cuma dirinya saja yang menjadi korban pemecatan sepihak, teman sekerjanya bernama VA juga mengalami nasib serupa.

“Memang benar bang, saya dan kawan-kawan disuruh bekerja di Kafe Sembada. Bahkan itu perintah Pak ZS. Parahnya lagi, bukan hanya saya saja yang jadi korban, teman saya VA juga,” kisahnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, secara tegas mengatakan hal itu jelas tidak sah. Apalagi AF yang datang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, turut melampirkan bukti-bukti kontrak kerjanya yang masih panjang.

Abyadi Siregar pun turut mengecam pemecatan sepihak yang dilakukan Kadis Perindustrian Kota Medan ZS ini.

Pemecatan itu menurutnya tidak memenuhi prosedur, apalagi AF masih memiliki kontrak panjang sampai beberapa bulan kedepan.

"Kinerja Kadis Perindustrian Kota Medan ZS harus dievaluasi, jika memang terbukti telah memecat pegawai honorer lantaran tak mau disuruh kerja di kafenya," ujarnya.

Padahal, lanjut Abyadi, gaji pegawai honorer ini berasal dari APBD negara. Bekerja di bisnis milik pribadi jelas sebuah penyimpangan dari pekerjaannya. #AG

Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: