Memasuki 73 Tahun Indonesia Merdeka : Nebeng Terpaksa Tinggal di Rumah Kumuh Tanpa Penerangan

Share it:

Teks Foto : Nebeng Prangin Angin di rumahnya yang kumuh. *Hariancentral.com-Samiran Ketaren.

Biru Biru-Hariancentral.com : INDONESIA Sehat, Indonesia pintar dan cerdas yang digalakkan oleh Pemerintah pusat, daerah maupun Kabupaten /Kota beberapa tahun terakhir ini ternyata hanya sebatas program, namun belum berlaku bagi Desa Namo Tualang Keca matan Biru Biru Kabupaten Deliserdang.

Dimana hal ini terbukti bagi salah satu warga kakek renta atau Bolang (Karo -red) bernama Nebeng Perangin Angin (71) warga Dusun IV Namopinang Desa Namo Tualang Kecamatan Biru Biru Kabupaten Deliserdang yang sampai saat ini terpaksa tetap tinggal di rumah kumuh dan gelap tanpa jamban, karena belum memiliki rumah yang layak huni sementara Indonesia akan memasuki 73 tahun merdeka pihak pemerintah tetap diam dan bungkem.

Seusia Kakek ini hidup dan tinggal sendiri di runah kumuh dan gelap, beralaskan tikar diatas lantai tanah dinding tepas dan atap rumbia yang sehari harinya tetap di rumah, karena tidak sanggup lagi untuk mencari nafkah.

Kakek ini kelahiran tahun 1947 yang silam di sebuah desa terpencil Desa Rumah Parik Kecamatan Biru Biru yang sama,dimana dirinya sejak perkawinannya ditemani seorang istri tercinta Manis br Tarigan hingga akhir hidupnya tahun 2000 yang tinggal di ladang orang dengan mata pencaharian sehari harinya sebagai tenaga upahan atau mocok-mocok.

Semenjak menduda kakek ini harus lebih gigih guna menafkahi 4 orang anak yang ditinggal sang istri dimana saat ini sudah besar dan 3 orang telah berumah tangga.

Tradisi pindah-pindah yang sering dialami, karena sang kakek belum memiliki rumah sendiri akhirnya sang anak yang telah berumah tangga membut sikap dengan memberikan sebuah pertapakan, dimana pembangunannya secara gotong rotong.

Walaupun di rumah masak sendiri dengan kayu bakar tanpa penerangan listrik yang berlantaikan tanah dinding tepas dan atap rumbia si kakek sudah lega bagaikan hidup di sorga karena tanah dan rumahnya sudah milik sendiri.

Namun akhirnya kegembiraan sang kakek 2 tahun terakhir ini berubah menjadi kesedihan karena kakek ini dengan bangga telah berulang kali mengajukan rumahnya yang tidak layak huni nenjadi layak huni kepada Kepala desanya TG tetap tidak berhasil.

Sementara kakek ini sudah sering terlihat sakit didalam rumahnya yang tak layak huni, bila malam hari terdesak sang kakek terpaksa lari ke sungai memakai lampu teplok ( Lampu minyak Tanah) karena jamban atau kamar mandipun tidak punya.

Nebeng Perangin Angin ketika ditemui di rumahnya Kamis (8/3/18) membenarkan seluruh liku kehidupannya Menurutnya dengan kesal jangan kan bantuan rumah bedah, beras raskin setiap bulanya maupun bantuan kesehatan dan bantuan bantuan lainya juga tudak pernah diterima, sementara raskin dan kesehatan sangat saya butuhkan saya ini kan warga miskin punya KTP dan KK yang tidak memiliki apa apa tambahnya.

Kepala Desa Namo Tualang TG yang didampingi Kepala Dusunya JP membenarkan kakek Nebeng warga miskin di Desanya, namun ketika ditanya program AlADIN (Atap Lantai dan Dinding) dan beras raskin mapun bantuan lainnya tidak sampai, karena warganya Nebeng Perangin Angin walaupun sudah puluhan tahun tinggal di Desanya, namun baru setahun ini mengurus KTPnya, tegasnya. *SK-AG



Share it:

daerah

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: