BPN Deliserdang Tidak Memiliki Data, Lahan SMKN STM Hulu Diduga Kawasan Hutan Lindung

Share it:

Lubukpakam-hariancentral.com : Camat STM Hulu F Gurusinga yang dihubungi via seluler, Rabu (21/3/18) kemarin menyebutkan lahan tersebut bukan kawasan hutan lindung. 

Namun saat ditanyakan larangan penebangan kayu dengan alasan hutan lindung oleh aparat setempat, Gurusinga menjawab objeknya lebih masuk ke hutan. Ketika ditanyakan adanya pembayaran atas lahan tersebut, Gurusinga membatah.

"Saya tidak tau ada pembayaran, tetapi kalau ada yang menyatakan terjadi transaksi itu bukan wewenang kami," ujarnya.

Berbeda jauh dengan sikap Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Deliserdang. Sepanjang dua hari, wartawan hariancentral.com menongkrongi kantor itu, tetap saja menolak memberikan informasi mengenai status lahan berdirinya SMKN di Desa Liang Nguda Kec STM Hulu, Kabupaten Deliserdang.

Padahal, upaya konfirmasi dilakukan sejak Senin (19/3/18) berlanjut Rabu (21/3/2018) namun Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Deliserdang tidak di kantor. Stafnya menyatakan atasannya mengikuti Musrembang, ketika dipantau di arena Musrembang ternyata nihil.

Hebatnya, waktu pelayanan operasional BPN Deliserdang berakhir, ajudan Kepala BPN dan ajudan Kepala Seksi Pengukuran BPN Deliserdang menemui wartawan hariancentral.com guna mempertanyakan maksud dan tujuan konfirmasi. 

Mungkin akibat izin bertamu secara tersurat dengan Kepala BPN Deliserdang yang sudah dibaca. Ajudan Kepala BPN yang dipanggil Dedek seolah olah menggurui. Ia menyatakan untuk mengetahui sejarah lahan SMKN STM Hulu tersebut, harus membawa bukti sertifikat lahan agar pihak BPN bisa mengecek.

"Data itu tidak sembarangan bisa kami berikan karena itu bersifat rahasia," kata Dedek.

"Maunya sertifikatnya ada, supaya kami bisa cek, karena soal lahan ini kami tidak tau apakah sertifikat ini dikeluarkan atau tidak," ujarnya.

Sebelumnya, SMK Negeri STM Hulu berdiri diatas lahan 15.187 M2 merupakan hibah masyarakat sesuai surat keterangan Camat STM Hulu Nomor 422.1/492 tanggal 11 Juli 2017. 

Pembangunan SMKN STM Hulu yang masuk dalam proyek anggaran APBD 2017 telah diserahkanterima Februari 2018 walau masih banyak ditemukan kerusakan, seperti lantai yang retak, saluran pembuangan air yang tidak tertata serta bronjong penahan tanah terlihat longgar. Semestinya proyek tersebut selesai Desember 2017 tapi kenyataannya molor ke tahun 2018. *YOP


Share it:

daerah

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: