BNI Syariah Jalin Sinergi Bentuk Jurnalis Ekonomi

Share it:

Teks Foto : Corporate Secretary BNI Syariah Adjat Djatnika menyerahkan souvenir kepada Asisten Administrasi Umum dan Aset Provsu H Zonny Waldi pada acara Bincang-bincang bersama Jurnalis yang digelar BNI Syariah dan SPS. *hariancentral.com-Saipul

Medan-hariancentral.com : Bertempat di Hotel Grand Aston, Medan BNI Syariah bersama dengan Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) mengadakan acara “Bincang-bincang bersama Jurnalis dengan tema "Trend Perbankan Syariah 2018 bersamaan dengan launching Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) di Medan, Kamis (15/3/18).

Hadir dalam acara tersebut Gubsu diwakili oleh Asisten Adminitrasi Umum dan Aset Provinsi Sumatera Utara H Zonny Waldi SSos MM, Bagian Kemitraan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan daerah Regional 5 OJK Sumatera Utara Zulfikar, Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara Dr H Ardiansyah MA, Corporate Secretary BNI Syariah, Adjat Djatnika, Pemimpin Wilayah Barat BNI Syariah, Bambang Sutrisno, Pemimpin Cabang BNI Syariah Medan.

Mohammad yasyfien, Head Networking and Services BNI Medan Irfan Setiabudi Lubis, Direktur Eksekutif SPS Asmono Wikan, Ketua SPS Sumatera Utara H Fariada Putra Sinik, Sekretaris SPS Sumut Rianto Aghly SH serta Bendahara JES Jakarta Rabiattun

Industri perbankan syariah di Indonesia saat ini menunjukkan tanda-tanda terus membaik dimana saat ini market share perbankan syariah mencapai 5,5 persen dari total pangsa pasar industri perbankan nasional.

Perkembangan industri perbankan syariah yang terus tumbuh ini perlu terus didorong dengan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan syariah.

"Untuk itulah, BNI Syariah bersama dengan rekan-rekan wartawan membentuk Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dengan tujuan membantu pemerintah, industri syariah dan praktisi syariah serta siapa saja yang berkaitan dengan ekonomi syariah di mana JES ikut serta (pro aktif) dalam menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia,” papar Corporate Secretary BNI Syariah Adjat Djatnika.

JES merupakan forum wartawan yang meliput tentang ekonomi syariah didirikan di Rumah Luwuk, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 6 Nopember 2010 bersamaan dengan proses getring BNI Syariah.

Sampai saat ini telah terbentuk forum wartawan JES di 12 Kota yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta,Solo, Semarang, Makasar, Palu, Banda Aceh, Padang, Bandung dan Balikpapan. Pada kesemapatn ini dibentuk JES di 13 di Kota Medan.

Dengan bincang jurnalis, Pemimpin Wilayah Barat BNI Syariah menyampaikan bahwa jumlah penduduk muslim Indonesia yang terbesar di dunia, merupakan potensi besar bagi perbankan syariah.

Terbukti dengan aset, DPK dan pembayaran perbankan syariah yang terus tumbuh dari tahun ketahun. Selain itu,potensi industry halal di Indonesia serta dukungan nyata pemerintah seperti pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah dapat mendorong perbankan syariah menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Disamping dalam industry halal terdapat potensi halal food sebesar Rp2.300 truliun, islamic fashion sebesar Rp190 triliun, halal tourism sebesar Rp135 triliun, haji dan umrah sebesar Rp120 triliun, dengan potensi dana wakaf sebesar Rp377 triliun.

Setelah itu, tren prefeterisi masyarakat yang digital mendorong perbankan syariah untuk berinovasi mengembangakan aplikasi digital, katanya.

Gubsu diwakili Asisten Adminitrasi Umum dan Aset Propinsi Sumatera Utara H Zonny Waldi SSos MM mengungkapkan memberikan apresiasi pelaksanaan acara binvang-bincang bersama jurnalis. Dengan jumlah penduduk muslim 64 persen atau 9 juta di Sumatera Utara perbankan syariah memiliki proses besar dan berkembang.

Bagian Kemitraan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Regional 5 OJK Sumatera Utara, Zulfikar berharap keberadaan JES Medan memberikan informasi mengenai keuangan daerah di Provinsi Sumatera Utara umumnya dan Kota Medan khususnya. *PUL
Share it:

Jurnalis

Medan

Perbankan

Post A Comment:

0 comments: