Prof Budiman Kurang Setuju 54 Guru Besar Minta Ketua MK Mundur

Share it:

Medan-hariancentral.com : Dekan Fakultas Hukum USU Prof Dr Budiman Ginting SH MHum mengatakan, kurang setuju adanya usulan 54 guru besar dari berbagai universitas di Indonesia yang minta Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mundur.

Kita jangan buru-buru membuat penyataan untuk meminta mundur Ketua MK, apakah sudah lengkap bukti beliau melanggar etik, kata Budiman di Medan, Sabtu (11/2) terkait dengan berita 54 guru besar minta Ketua MK mundur.

Kalaupun disebut Ketua MK Arief Hidayat telah 2 kali kena sanksi etik. Apakah itu benar? Siapa yang menjatuhkan etik itu? Tentu dewan kehormatan MK. Apakah mereka sudah bersidang? Jangan nanti putusan etik belum ke luar dan penyelengaraan rapat dewan kehormatan juga belum ada. Jadi statmen guru besar itu terlalu cepat ke luar.

Seharusnya jangan telalu cepat kita menilai seseorang dan jangan hanya karena berita koran lalu kita ke luarkan statmen agar mundur. Enak saja buat surat itu, kata Budiman.

Surat permintaan mundur itu akan disampaikan guru besar pada hari Selasa (13/2) kepada Arief dan yang lainnya, dijawab Budiman, itu tidak masalah, silahkan saja banyak dibuat.

Ditegaskan Budiman, jadi kita harus lihat duduk masalahnya, sehingga ada nuansa kebenarannya. Menyatakan melanggar etik itu kan wewenang dewan kehormatan Hakim di MK.

Jadi majelis inilah yang menentukan apakah ketua MK Arief Hidayat bersalah atau tidak, bukan karena tekanan dari masyarakat dan guru besar seperti ini. Saya tidak sependapat dengan ini statmen ini, kalau belum ada sidang dewan etik menyatakan Prof Dr Arief Hidayat ketua MK sekarang bersalah. Jangan terlalu cepat mengeluarkan statmen. Karena ini merupakan tekanan dari luar kedalam. Mari kita bijak menilai sebuah kebijakan yang ditempuh seseorang, jangan terlalu cepat menuduh melanggar etik.

Kalau ditanya, saya tidak mendukung penyataan 54 guru besar ini, karena terlalu cepat seorang sarjana Hukum dan Profesor lagi. Tapi kalau sudah ada penyataan dewan kehormatan, mari kita bahas bersama putusan dewan kehormatan MK itu yang menyatakan Arief itu bersalah, kata Budiman. (Irn)
Share it:

Medan

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: