Poldasu Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Mewah

Share it:

Teks Foto : Direktur Ditreskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian Djayadi saat memaparkan pelaku penggelapan mobil mewah. *hariancentral.com - Dedi

Medan - hariancentral.com : Ditreskrimum Poldasu mengungkap praktik penipuan dan penggelapan mobil mewah di Sumatera Utara, kali ini sindikat penipu Ade Nova Fauzia Zein SH MHum Dkk berhasil diamankan dari tempat terpisah.

Direktur Ditreskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian SH didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas AKBP MP Nainggolan dan Kasubdit III Ditreskrimum AKBP Maringan Simanjuntak SH, Rabu (14/2/18) di depan Kantor Ditreskrimum Poldasu mengatakan bahwa kasus pemalsuan ini berdasarkan laporan korban Ir H Anda Subrata MSi dengan nomor LP/105/I/2018 SPKT II Tanggal 26 Januari 2018 dan Billy Panca Brata Dkk dengan nomor LP/148/II/2018/SPKT II tanggal 4 Februari 2018.

“Ada 18 korban penipuannya yang diwakili oleh dua pelapor untuk membuat laporan pengaduan di Poldasu. Kasus penipuan ini berawal dari perjanjian pinjam pakai mobil merk Mitsubishi Pajero warna Putih BK 1505 EL milik Rafyuda Al Yazid selama 5 tahun," kata Direktur Ditreskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian.

Dikatakan Andi Rian, dalam perjanjian tersebut, kedua terlapor diwajibkan membayar setiap tanggal 6 per bulannya sebesar Rp16 juta. "Selain itu, kedua terlapor juga kembali membuat surat perjanjian tanggal 26 Juli 2017 untuk meminjam mobil Fortuner dengan Suryadi dengan jangka 5 tahun dan dalam perjanjian tersebut, kedua terlapor harus membayar setiap tanggal 26 per bulannya sebesar Rp16 juta," jelas Andi Rian.

Namun, pada tanggal yang telah ditentukan ternyata terlapor tidak membayar. "Oleh karena itu pelapor meminta kembali dua mobil tersebut. Namun pelaku tidak mengembalikannya, begitu juga letak mobil tersebut juga tidak diketahui keberaaannya, atas kejadian tersebut korban merasa tertipu,” beber Andi Rian.

Berdasarkan laporan tersebut pihak Kepolisian kemudian melakukan penyelidikan. Dan berdasarkan keterangan korban, para pelaku meminjam mobil tersebut untuk digunakan dalam proyek pembangunan Yayasan Sumatera Women Foundation yang bergerak dibidang Sosial dan Kemanusiaan, namun ternyata mobil tersebut dijual kepada penadah.

“Modusnya yakni membuat kontrak untuk meminjam mobil untuk diletakkan di Proyek-proyek namun ternyata dijual ke penadah. Terlapor Ade Nova Fauzia membuat kontrak lima tahun dengan pemilik mobil dan melakukan pembayaran awal dengan cek kontan yang sudah ditandatangani dan di cap stempel PT Pantai Romansa Gemilang.

Namun pada saat jatuh tempo waktu pembayaran ternyata beberapa cek tidak dapat dicairkan di Bank karena saldo tidak mencukupi, dan atas kejadian tersebut korban mencoba menghubungi terlapor namun Hp sudah tidak aktif lagi, dan mobil para korban juga tidak dikembalikan kepada pemiliknya," ungkap Andi Rian. *DED


t
Share it:

Hukum

Kriminal

Medan

Post A Comment:

0 comments: