DPRD Pertanyakan Data Pedagang Pasar Marelan

Share it:

Wakil Ketua Komisi C Mulia Asri Rambe (Bayek)
Medan-hariancentral.com : Wakil Ketua Komisi C Mulia Asri Rambe (Bayek) menegaskan, bahwa Pasar Mini Marelan yang dikatakan Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya hanya terdapat 176 pedagang, dibantah.

Berdasarkan data, pedagang yang berdagang di sana hampir 250 pedagang.

“Dari mana data yang didapatkan oleh PD Pasar, dan bagaimana cara PD Pasar mendata pedagangnya itu,” tegasnya dihadapan Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya dan anggota dewan lainnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan PD Pasar dan Satpol PP yang diketuai oleh Komisi C Hendra DS, Senin (5/2).

Dari 250 pedagang itu, hampir dipastikan mereka tidak semua mendapatkan meja di dalam Pasar Mini Marelan nantinya yang merupakan milik pihak swasta Pak Sanjaya. Sebab, siapa yang tidak menandatangani formulir yang diberikan oleh P3TM, maka bakalan tidak dapat meja di dalam pasar tersebut.

“Pedagang diberi kompensasi sebesar Rp5 juta untuk meja sayur, Rp7 juta untuk meja ikan dan Rp10 juta untuk kios, lalu ditandatangani. Jika tidak mau menandatangani, maka tidak dapat stand atau meja di bagian dalam,” katanya.

Dikatakannya lagi, Dirut PD Pasar yang mensosialisasikan pada saat itu, sama seperti yang dikatakan, bahwa siapa saja yang mendaftar wajib untuk mendapat meja di dalam.

Namun realisasinya tidak begitu. Realisasinya yang sebanyak 250 pedagang malah banyak yang tidak dapat.

Seharusnya, pedagang yang sudah menerima kompensasi Rp5 juta tadi, itulah yang mendapat kartu kuning dan pemegang kartu kuning merupakan tanda peserta penerima uang dan membayarkan DP.

Wajib bagi pemegang kartu kuning itu yang mendapatkan meja di dalam. Ternyata yang menerima kartu kuning ini tidak mendapat meja di dalam meski sudah bayar Rp3 juta.

Sementara ada orang yang entah di mana tinggalnya tapi memiliki meja sampai tiga dan lima.

Sementara itu, dalam RDP tersebut Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya mengungkapkan bahwa Pasar Marelan terdiri dari Pasar Mini Marelan ada 176 pedagang, di depannya ada PKL sebanyak 84 pedagang, di depannya lagi di jalanan kanan dan kiri ada 147 pedagang, disamping kanan ada Jalan M Basir ada 115 pedagang, di Pasar Tolak arah ke Terjun, tempatnya di pinggir jalan ada 150 pedagang. Di dalam itu di samping Mini Marelan juga ada pasar swasta di pasar Pak Tri Surya ada 81 pedagang dan pasar Manto 38 pedagang, jadi totalnya 791 pedagang.

“Inilah data yang update yang terakhir. Jadi di Pasar Marelan ini dibangun oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Ruang.

Dibangunnya dalam kondisi kosong, seperti gudang saja, tidak ada meja, tidak ada kios dan stand, kosong melompong. Untuk itu, ada pasar mini Marelan adalah pasar swasta tapi pengelolanya PD Pasar, kita yang mengutip. Jadi itu diganti rugi oleh Pemko, pemilik tanah terima, pedagang terima ganti rugi ada yang RP5 juta, Rp7,5 juta dan ada Rp10 juta,” paparnya.

Setelah mereka ganti rugi, lanjutnya, mereka mau kemana tentu ke gedung yang baru.

Sementara gedung yang baru tidak memiliki meja dan stand. Jadi pedagang dikumpulkan dan disosialisasikan bahwa yang diserahkan kepada PD Pasar hanya seperti ini, kosong. Jadi untuk menyiapkan meja dan standnya tidak menggunakan dana PD Pasar, Pemko atau Perkim, jadi pedaganglah yang menyediakan dana tersebut.

“Mereka setuju dan mereka kumpul di asosiasi mereka. Dalam kesepakatan awal sesama mereka harga itu di antara Rp10 hingga Rp15 juta. Jadi dengan dasar uang yang diterima tadi itulah untuk membangun itu. Kita hanya mengawasi saja, mereka yang melaksanakan itu, kita mengontrol saja, kita yang membuat desainnya, kita atur, diawasi,” ujarnya.

Ketika ini mau dilaksanakan pembangunan, kita kumpulkan semua, kita sosialisasikan ke pedagang harga antara Rp10 hingga Rp15 juta agar pedagang tahu jangan ada mark-up, jangan ada second market di sini, jangan ada yang menaikan harga. Jangan nanti ada isu harga sampai Rp25 juta bahkan Rp40 juta.

Jadi pedagang sudah tahu harga segitu. Jadi jika pun ada di lapangan yang menaikan harga sesama mereka saja itu, kita tidak tahu. Karena ini swadaya mereka. Jadi berjalanlah itu sampai sekarang kondisinya sudah sampai finishing, Walikota dan wakil sudah meninjau demikian juga dengan anggota dewan.

Tinggal akan kita masukan secara bertahap. Saya sudah menyampaikan kepada pedagang memasukan mereka secara bertahap.

Saya rencanakan masukan dulu tahap pertama yang di Mini Marelan, ini sudah siap, sudah diundi nomornya, sudah ada tempatnya. “Jadi ini dimasukan ke dalam, barulah kita bersihkan tempat yang lama. Baru bisa ada akses masuk, jika kita tidak buka maka tidak ada akses masuknya. Jika dalam minggu ini sudah matang semua, sudah siap semua, itu bisa kita masukan,” pungkasnya.

Dalam RDP itu, turut dihadiri anggota Komisi C lainnya, Zulkifli Lubis, Kuat Surbakti, Duma Dame Hutagalung, Beston Sinaga, Asmui, Boydo HK Panjaitan dan Hendrik Halomoan Sitompul. *AG


Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: