Dinkes Dan Disperindag Karo : Sanksi Tegas Bagi Apotik Jual Viostin DS Dan Enzyplex

Share it:
Teks Foto : Drg Irma Milala Mkes berdiri sedang dialog dengan pemilik Apotik Betesda didampingi Kadis Perindustrian dan perdagangan (sedang duduk). *hariancentral.com - Erwin Sinulingga 

Tanah Karo - hariancentral.com : Terkait adanya laporan masyarakat masih banyak apotik dan minimarket nakal menjual Viostin DS dan Enzyplex, Dinkes dan Disperindag Kabupaten Karo, kemarin melakukan sidak ke apotik Betesda Jalan Kapten Bangsi Sembiring yang diduga masih menjual produk tersebut di pasar Kabanjahe.

Namun ketika tim Dinkes dan Disperindag sampai di toko tersebut kedua produk yang dimaksud sudah tidak ditemukan lagi.

Sidak ke sejumlah apotik dan minimarket yang dilakukan pihak Dinkes dan Disperindag Kabupaten Karo merupakan bentuk dukungan menindak lanjuti pencabutan izin edar kedua produk tersebut.

Bahkan tim menyambangi salah satu apotik di Kabanjahe masih menjual produk itu. “Kami sudah cek dan memastikan ke apotik yang diduga masih menjual kedua produk atas laporan warga sebelumnya, namun sampai di apotik tersebut pemilik apotik mengaku sudah tidak memasarkan.

Meski demikian tim kembali menegaskan agar pemilik usaha tidak melawan aturan kalau tidak mau dikenakan sanksi tegas berupa pencabutan izin,” kata Kadis Kesehatan Kab Karo, drg Irma Sembiring MKes didampingi Kadis Perindustrian dan Perdangangan Almina Bangun SH ketika dikonfirmasi saat berdialog dengan pemilik apotik Betesda di Kabanjahe.

Drg Irma, mengatakan walaupun pemilik usaha mengaku pihak distributor sudah menarik kedua produk ini di pasaran, namun pihaknya akan tetap terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah di Kabupaten Karo, sampai dinyatakan kedua pruduk tersebut tidak ada lagi beradar di pasaran.

"Dalam rangka melindungi konsumen dan masyarakat di Kabupaten Karo, dirinya tidak ragu serta mengacu kepada aturan dalam memberikan sanksi tegas bagi pemilik usaha yang masih terbukti melakukan pelanggaran," kata Drg Irma.

Hal senada juga disampaikan Kadis Perindustrian dan perdangangan, Almina Bangun SH,sidak kali ini untuk lebih meyakinkan kedua produk ini tidak lagi diperjual belikan, sebab produk ini dinyatakan BPOM mengandung DNA babi.

"Kalaupun pihak apotik yang kami datangi sekarang mengaku tidak lagi memasarkan kedua produk ini, namun kami akan memastikan kembali dan akan kembali melakukan penyelidikan," tambahnya. *ES





Share it:

Bisnis

daerah

kesehatan

Post A Comment:

0 comments: