BNNK Tebingtinggi Gagalkan Pengiriman 350 Kg Ganja

Share it:
Teks Foto : Kedua tersangka pembawa ganja. *hariancentral.com-Omryn

Tebingtinggi-hariancentral.com : Badan Narkotika Nasional (BNNK) Tebingtinggi bekerjasama dengan Resmob Detasemen B Tebingtinggi berhasil menggagalkan jaringan narkotika golongan I jenis ganja antar Provinsi sebanyak 350 kg di kawasan Jalan Kutilang, Kelurahan Lubukbaru, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, Minggu (11/2) sekira pukul 01.30 WIB.

Informasi dihimpun di tempat kejadian, saat itu pihak BNNK Tebingtinggi yang dipimpin Kompol Bambang Rubianto menerima informasi bahwa jaringan narkotika akan memasuki kota Tebingtinggi dengan membawa ganja yang telah dipesan seseorang. Kemudian pihak BNNK meminta bantuan Resmob Detasemen B Tebingtinggi untuk mengirim personil yang dipimpin Ipda Daniel J Manik guna melakukan penangkapan terhadap jaringan narkotika.

Sebelum ditangkap, sekira pukul 21.00 WIB personil BNNK dan Detasemen membagi tim dengan menempatkan di titik persimpangan jalan Kutilang-jalan Bulian dan sebahagian lagi menunggu di kawasan jalan Kutilang di depan gudang AA (penyimpanan sawit) persis diseberang jalan berdirinya bangunan Pasar Induk kota Tebingtinggi. Sekira pukul 01.00 WIB, tim yang ditempatkan pada persimpangan Kutilang-Bulian menerima informasi bahwa akan melintas 1 unit mobil berwarna hitam, kemudian informasi tersebut dilanjutkan pada tim yang telah menanti di gudang AA.

Tanpa menunggu, tim di depan gudang AA meminjam 1 unit truk untuk menghentikan perjalanan jaringan narkotika dengan menempatkan posisi truk melintang di jalan. Tepat sekira pukul 01.30 WIB, terlihat 1 unit mobil hitam dengan kecepatan tinggi. Melihat posisi truk melintang, supir langsung membanting stir kesebelah kanan dari bahu jalan dan menghantam pohon jambu, kemudian terperosok ke selokan. Untuk menghentikan pelarian dari terduga, personil melesatkan peluru sebanyak 2 butir dan mengenai body sisi sebelah kiri dan bagian belakang mobil. “Kami berangkat dari Poloh, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh sebanyak 3 orang menuju kota Medan. Tiba di Medan tepatnya di Amplas saya bersama Armansyah disuruh bos memasuki mobil Kijang Inova BK 1734 DC dan membawanya ke Kota Tebingtinggi,” beber Abadi (35).

Setelah laju mobil terhenti, tim langsung mengejar dan berusaha membekuk para terduga. Namun salah seorang terduga yang mengemudikan kenderaan melakukan perlawanan, sehingga salah seorang petugas melesatkan peluru dan mengenai terduga tepat di kanan lengan bagian atas. Akhirnya kedua terduga menyerah dan petugas langsung lakukan penggledahan di dalam mobil dan menemukan barang bukti ganja yang telah dikemas didalam karung sebanyak 7 karung, dan diduga sebanyak 350 kg. “Saya hanya kurir pak dan diberi upah sebanyak Rp2 juta saat di Amplas. Bos memesan agar diantarkan ke sebuah gudang, nanti setelah tiba di Tebingtinggi akan dihubungi kembali. Jadi kami sama sekali tidak tau dimana keberadaan gudang tersebut, dan hanya diperintahkan memasuki jalan yang kami lintasi ini, baru kali ini saya membawa ganja,” jelas Abadi.

“Sementara teman saya yang berangkat dari Blangkejeren disuruh masuk ke mobil lain berwarna putih. Jadi dari Medan kami berangkat bersama sama dengan melintas dari jalan Dolok Masihul. Selanjutnya saya tidak mengetahui lagi keberadaan 1 unit mobil lagi kemana,” terang Abdi.

Selanjutnya, pihak BNNK dan Resmob Detasemen B membawa barang bukti ganja ke Mako Resmob, sementara kedua tersangka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Saat diwawancarai wartawan, Kepala BNNK Tebingtinggi maupun Resmob Detasemen B Tebingtinggi terkait dengan penangkapan kedua dan barang bukti ganja 350 kg, tidak bersedia memberi keterangan. Namun memerintahkan pada salah seorang personil untuk menyuruh wartawan pergi karena masih dalam pengembangan. Akhirnya para wartawan langsung meninggalkan Mako Resmob Detasemen B. *OMR-LUK



Share it:

daerah

Narkoba

Post A Comment:

0 comments: