Warga Nilam Tetap Menolak Perusahaan Plastik

Share it:
Medan-hariancentral.com : Sebanyak 8 orang perwakilan warga Jalan Nilam menghadiri undangan Lurah Sei Rengas Permata, Saftina Rumondang untuk mediasi dengan pemilik CV Garuda Cipta Plastindo yang bergerak dibidang percetakan plastik, Senin (30/1).

Di ruangan Lurah Sei Rengas Permata, tersebut, terlihat juga hadir Camat Medan Area Ali Sipahutar, Babinsa dan Babinkamtibmas Polsek Medan Area, Kepala Lingkungan VII Kelurahan Sei Rengas Permata, Ahuan dan Jhony selaku pemilik CV Garuda Cipta Plastindo dan warga Jalan Nilam yang keberatan adanya pabrik pencetakan plastik di lingkungan mereka.

Hasan mewakili warga kepada Lurah Sei Rengas Permata meminta agar Lurah, lebih mengutamakan kepentingan warganya dari pada kepentingan pengusaha yang diakui warga selama ini telah meresahkan warga Jalan Nilam terutama mereka yang sangat berdekatan dengan perusahaan yang beroperasi memanfaatkan rumah hunian yang terletak di tengah pemukiman warga Jalan Nilam.

Lanjut Hasan lagi, dia bersama warga lainnya bukan ada merekayasa permasalahan, sejak perusahaan berdiri dan beroperasi tahun 2013 lalu, warga Jalan Nilam tidak pernah ada yang memberikan persetujuan tanda tangan tidak keberatan.

Dilontarkan pertanyaan oleh warga Jalan Nilam, Saftina selaku Lurah Sei Rengas Permata gelagapan dan beralasan dirinya sama sekali tidak mengetahui warga yang membubuhkan tandatangan tidak keberatan terhadap keberadaan pabrik.

Malah, Safrina selaku Lurah meragukan keberadaan domisili warga yang hadir dipertemuan yang dilakukan di kantornya tersebut.

“Dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) ada beberapa warga yang bukan penduduk Jalan Nilam, makanya pihak perusahaan memberitahukan kepada saya selaku Lurah, bahwa warga yang keberatan bukanlah warga asli Jalan Nilam, makanya saya panggil saudara-saudara kemari,” ujar Lurah tersebut.

Mendengar penuturan Lurah, warga Jalan Nilam kesal dan mengatakan kepada Lurah, bahwa mereka semua adalah penduduk Jalan Nilam yang sudah tinggal selama lebih kurang 6 tahun serta sudah memiliki KTP yang beralamat di Jalan Nilam.

Ahuan, pemilik perusahaan didampingi Jhony kepada warga Jalan Nilam menjelaskan, bahwa usahanya bukan ada mengeluarkan limbah yang selama ini ditakuti warga, karena mereka hanya memproduksi bahan plastik yang sudah jadi, bukan membuat plastik.

Pria keturunan Tionghoa ini mengatakan juga akan menuntut warga yang bukan warga Jalan Nilam, namun turut serta menandatangani penolakan perusahaan miliknya.

Saya melalui pengacara saya, akan menuntut anda-anda yang menandatangani surat keberatan namun tinggal dan berdomisi bukan di Jalan Nilam.

Mendengar hal tersebut, beberapa warga emosi dan menunjukkan KTP mereka kepada Lurah dan menceritakan bahwa mereka adalah asli penduduk Jalan Nilam karena sudah memiliki rumah sendiri.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Camat Medan Area Ali Sipahutar mengatakan, agar pada pertemuan tersebut dapat diluruskan duduk permasalahannya.

Namun warga Jalan Nilam tetap bersikeras agar perusahaan pencetak plastik yang berada di tengah pemukiman warga segera dipindahkan, karena menyebabkan polusi udara dan polusi suara.

Tantang Berduel

Ditengah sengitnya perdebatan antara warga Jalan Nilam dengan Pemilik perusahaan Percetakan Plastik, tiba-tiba Ahua terpancing emosi begitu juga Hasan dan keduanya sempat menantang untuk berduel, namun dengan sigap petugas Babinsa, Babinkamtipmas dan Staf Kelurahan segera melerai.

Ahuan selaku pemilik perusahaan, akhirnya mengundang Camat, Lurah, pihak Babinsa dan Babinkamtibmas dan warga Jalan Nilam untuk melihat langsung usahanya, apakah sesuai seperti yang diceritakan warga. *IM
Share it:

Medan

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: