Satpol PP Diminta Bongkar Bangunan Kamar Mandi Medan-Central : Pemko Medan melalui Dinas Penertiban diminta untuk segera membongkar bangunan kamar mandi (WC) yang dibangun di badan Jalan umum di komplek Perumahan Deli Indah II, Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat. Hal ini disampaikan anggota DPRD Kota Medan Dr Wong Chun Sen Tarigan kepada wartawan, Kamis (11/1) di DPRD Kota Medan. Dikatakan Wong, warga yang keberatan dibangunnya kamar mandi tersebut sudah pernah menyurati pihak Kelurahan dan Kecamatan, bahkan surat keberatan warga juga sudah pernah dilayangkan ke Satpol PP Kota Medan, pada Tahun 2017 lalu, bangunan saat itu sudah disetop pengerjaannya. Namun Januari 2018, Wong mendapat telepon dari warga Komplek Perumahan Deli Indah-II, pembangunan kamar mandi dilanjutkan kembali. “Kita sayangkan, kenapa pembangunan kamar mandi yang jelas sudah menyalah dan dibangun diatas badan jalan umum kembali dikerjakan, sementara baik dari Kelurahan, Kecamatan bahkan Satpol PP sudah mengetahui permasalahan tersebut, apa memang ada faktor sesuatu dibalik itu,” kata Politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini. Salah seorang perwakilan warga Komplek Deli Indah-II Kelurahan Pulo Brayan, Teguh kepada wartawan ketika turun ke lokasi mengatakan, mereka sebagai warga Komplek Perumaha Deli Indah-II, tidak pernah menyetujui dibangunnya WC di daerah mereka, apalagi jelas-jelas dibangun diatas badan jalan umum. “Sejak awal pembangunan WC, kami tidak pernah menyetujuinya, karena keberadaan kamar mandi itu, kami rasa sangat berlebihan hanya untuk Satpam yang jaga didepan. Janganlah mengatasnamakan warga, kemudian bisa melakukan apa saja sesuka hati, kami warga yang sangat berdekatan dengan keberadaan WC yang paling terkena imbasnya,” jelas Teguh kesal. Sementara itu, anggota DPRD Kota Medan Drs Golfried Effedi Lubis MM yang juga anggota Komisi D sangat menyayangkan adanya oknum tertentu yang memasang spanduk berlogo Partai ‘G’ di bangunan kamarmandi di perumahan Komplek Deli Indah-II Keluraha Pulo Brayan tersebut. Golfried mengatakan pasti ada oknum yang menjual nama ketua partai ‘G’ untuk menakuti warga komplek yang tidak mendukung pembangunan kamar mandi tersebut. “ Tidak benar itu, kalaulah salah tetap salah, saya mau tahu, koq ada oknum yang menjual nama Ketua salah satu partai untuk memuluskan pembangunan kamar mandi yang sudah jelas menyalah. Saya sendiri tidak setuju jika nama ketua partai dibawa-bawa, apalagi mengatasnamakan masyarakat yang seakan-akan melegalkan yang tidak legal,” terang Golfried Lubis. *AG Ket foto: Bangunan kamar mandi yang dibangun di atas badan jalan

Share it:
Teks Foto : Bangunan kamar mandi yang dibangun di atas badan jalan. *hariancentral.com-Ist

Medan-hariancentral.com : Pemko Medan melalui Dinas Penertiban diminta untuk segera membongkar bangunan kamar mandi (WC) yang dibangun di badan Jalan umum di komplek Perumahan Deli Indah II, Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Kota Medan Dr Wong Chun Sen Tarigan kepada wartawan, Kamis (11/1) di DPRD Kota Medan.

Dikatakan Wong, warga yang keberatan dibangunnya kamar mandi tersebut sudah pernah menyurati pihak Kelurahan dan Kecamatan, bahkan surat keberatan warga juga sudah pernah dilayangkan ke Satpol PP Kota Medan, pada Tahun 2017 lalu, bangunan saat itu sudah disetop pengerjaannya. Namun Januari 2018, Wong mendapat telepon dari warga Komplek Perumahan Deli Indah-II, pembangunan kamar mandi dilanjutkan kembali.

“Kita sayangkan, kenapa pembangunan kamar mandi yang jelas sudah menyalah dan dibangun diatas badan jalan umum kembali dikerjakan, sementara baik dari Kelurahan, Kecamatan bahkan Satpol PP sudah mengetahui permasalahan tersebut, apa memang ada faktor sesuatu dibalik itu,” kata Politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini.

Salah seorang perwakilan warga Komplek Deli Indah-II Kelurahan Pulo Brayan, Teguh kepada wartawan ketika turun ke lokasi mengatakan, mereka sebagai warga Komplek Perumaha Deli Indah-II, tidak pernah menyetujui dibangunnya WC di daerah mereka, apalagi jelas-jelas dibangun diatas badan jalan umum.

“Sejak awal pembangunan WC, kami tidak pernah menyetujuinya, karena keberadaan kamar mandi itu, kami rasa sangat berlebihan hanya untuk Satpam yang jaga didepan. Janganlah mengatasnamakan warga, kemudian bisa melakukan apa saja sesuka hati, kami warga yang sangat berdekatan dengan keberadaan WC yang paling terkena imbasnya,” jelas Teguh kesal.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Medan Drs Golfried Effedi Lubis MM yang juga anggota Komisi D sangat menyayangkan adanya oknum tertentu yang memasang spanduk berlogo Partai ‘G’ di bangunan kamar mandi di perumahan Komplek Deli Indah-II Keluraha Pulo Brayan tersebut.

Golfried mengatakan pasti ada oknum yang menjual nama ketua partai ‘G’ untuk menakuti warga komplek yang tidak mendukung pembangunan kamar mandi tersebut.

“ Tidak benar itu, kalaulah salah tetap salah, saya mau tahu, koq ada oknum yang menjual nama Ketua salah satu partai untuk memuluskan pembangunan kamar mandi yang sudah jelas menyalah. Saya sendiri tidak setuju jika nama ketua partai dibawa-bawa, apalagi mengatasnamakan masyarakat yang seakan-akan melegalkan yang tidak legal,” terang Golfried Lubis. *AG

Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: