Parlaungan : Kandepag Kota Medan Diminta Evaluasi Pegawai Yang Mempersulit Honor Guru Sekolah Minggu

Share it:

  Teks Foto : Ketua Komisi D DPRD kota Medan, Parlaungan Simangunsong ST dari Partai Demokrat. *hariancentral.com-Ist

Medan-hariancentral.com : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Parlaungan Simangunsong meminta kepada Kepala kantor Agama Kota Medan untuk mengevaluasi kinerja anggotanya yang diduga dengan sengaja mempersulit penyelesaian/pencairan honor guru sekolah Minggu. 

Hal ini diungkapkan oleh politisi Partai Demokrat Kota Medan ini, kepada wartawan, Senin,(8/1/18) di ruangan Komisi D DPRD Kota Medan lantai 3.
Parlaungan mengatakan, dia sangat menyanyangkan terhambatnya pencairan honor guru sekolah Minggu yang dianggarakan Pemerintah Kota Medan melalui Kantor Agama Kota Medan.
" Anggaran untuk jasa pelayanan masyarakat pada APBD Tahun 2017 sudah ada ditampung namun, kita mendapat laporan dari beberapa pengurus gereja, bahwa ada oknum pegawai yang mempersulit saat melakukan pencairan dana yang kegunaannya untuk honor pelayan gereja (honor guru sekolah minggu)," ucap Parlaungan.

Untuk itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Medan ini menegaskan kepada pegawai yang membidangi urusan Agama Kristen di Kantor Agama Kota Medan agar jangan membuat birokrasi menjadi berbelit-belit terutama untuk honorarium sekolah Minggu. " Jangan sampai seluruh anggota DPRD Kota Medan ramai-ramai mendatangi kantor Departemen Agama Kota Medan untuk mempertanyakan permasalahan tersebut, karena itu semua adalah berkat usaha dan perjuangan seluruh anggota Dewan sehingga dapat tertampung di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)," jelas Simangunsong.

Dilanjut Simangunsong lagi, anggaran untuk jasa pelayanan masyarakat pada APBD Tahun 2018, Kota Medan sebesar Rp.15 miliar kepada para pelayan Gereja seperti penatua/Sintua, dan pelayan gereja lainnya. "Dan itu bukanlah perjuangan hanya seorang anggora Dewan saja," ungkapnya.

Selain pelayan Gereja, untuk Ustadz, Ustadzah dan Khatib juga mendapatkan honor. Disebutkan Parlaungan, ide memperjuangkan anggaran tersebut muncul melihat perlunya ada bantuan untuk para pelayan rohani tersebut.

Untuk pendistribusiannya nanti, akan dibicarakan dengan para tokoh yang ada di PGI,organisasi Gereja-Gereja, Pentakosta, Kharismatik,Katolik dan tokoh Agama lainnya. " Distribusi nantinya, akan memperhatikan asas kepatutan dan keadilan sehingga bisa proporsional," ucap Simangunsong.

Tambah Parlaungan, ini merupakan langkah awal, dan Medan merupakan satu-satunya Kabupaten/Kota di Sumut yang sudah menganggarkan honor untuk para pelayan rohani.
" Kedepan, Dewan akan terus memperjuangkan kebutuhan para pelayan tersebut untuk penambahan ilmu pengetahuan, karena yang mereka didik secara rohani adalah juga anak bangsa, sehingga dibutuhkan buku-buku dan bimbingan," pungkasnya. *AG
Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: