DPRD Minta Aparat Hukum Awasi Praktik Cuci Rapor

Share it:

Medan-hariancentral.com : Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2018 kembali dibuka. Terhitung sejak tanggal 13 Januari hingga 10 Februari 2018 dilakukan proses pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Peluang ini tentunya memantik tingginya minat sekolah agar para siswa SMA/sederajat bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan.

Kondisi ini dikhawatirkan terjadinya praktik “cuci rapor” (mendongkrak nilai, red), sehingga siswa berprestasi secara akademik bisa terampas haknya untuk masuk PTN.

Menyikapi kekhawatiran itu, anggota Komisi B DPRD Kota Medan Deni Maulana Lubis meminta aparat penegak hukum untuk turun ke sekolah-sekolah melakukan pengawasan guna memastikan tidak adanya “permainan” dalam menentukan siswa masuk PTN melalui jalur undangan tersebut.

“Kepolisian harus mengawasi ini. Tindak siapa saja (baik guru maupun Kasek, red) yang melakukan kecurangan itu,” tegas Deni Maulana Lubis menjawab wartawan di Medan, Selasa (23/1) menyikapi dugaan praktik cuci rapor menjelang penerimaan mahasiswa jalur SNMPTN.

Praktik cuci rapor, kata Deni, tidak boleh dibiarkan. Sebab katanya, akan merugikan siswa yang berprestasi karena kehilangan peluang masuk PTN jalur undangan. “Jalur undangan yang disediakan itu adalah untuk merekrut siswa SMA yang berprestasi secara akademik sejak kelas X hingga kelas XII,” katanya.

Karenanya, sebut politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini, jalur undangan tersebut benar-benar bisa dinikmati siswa berprestasi dan bukan oleh orang-orang tententu yang menginginkannya tanpa didukung prestasi akademik.

“Jika ada oknum guru ataupun Kasek yang terbukti melakukan cuci rapor, supaya ditindak tegas. Kasihan murid pintar jika haknya dirampas karena akal-akalan oknum guru dan Kepsek,” terang Deni.

Politisi asal Dapil 1 ini juga mengaku, miris terkait adanya dugaan praktik cuci rapor yang pernah terjadi di beberapa sekolah SMA di Kota Medan. “Seyogianya program itu mewujudkan cita-cita luhur pendidikan tapi dinodai segelintir oknum. Semua pihak tidak boleh lepas tanggungjawab. Dinas Pendidikan dan Inspektorat supaya menindak oknum guru ataupun Kasek yang melakukan praktik kecurangan,” pintanya.

Sementara itu Biro Humas Universitas Sumatera Utara (USU), Elvi Sumanti, kepada wartawan mewarning pihak sekolah agar tidak melakukan kesalahan dan kecurangan terkait pengisian data siswa.

“Sama halnya kecurangan praktik cuci rapor siswa jangan sampai terjadi. Karena dipastikan merugikan siswa dan pihak sekolah. Kemampuan siswa secara murni dapat mengantar ke Perguruan Tinggi,” harap Elvi. *STR
Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: