Soal Bantuan Banjir Tak Layak Konsumsi OPD Tebingtinggi Kaget

Share it:

TEKS FOTO: Beras bulog dan mie instan tak layak konsumsi yang disalurkan Pemko ke warga korban banjir. *hariancentral.com-Ist

TEBINGTINGGI-hariancentral.com: Soal terungkapnya bantuan beras dan mie instan yang tidak layak konsumsi alias kadaluarsa yang disalurkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada warga korban banjir, tampaknya menimbulkan pertanyaan dibeberapa kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah kota Tebingtinggi.

Ketika dikonfirmasi hariancentral.com Rabu (6/12) diruang kerjanya Senada. Kabag Kesra Ali Sabana Hasibuan MPd dan Kabag Humay/ Protokoler Pemko Drs Bambang Sudaryono menyebutkan, “mana mungkin Pemko Tebingtinggi mendistribusikan bantuan beras dan mie instan yang sudah kadaluarsa, “bisa saja bantuan beras dan mie instan itu berasal dari pihak penyumbang lainnya sehingga Pemko yang menjadi “ kambing hitam,” imbuh Sabana dan Bambang.

"Dikatakan, kalaulah memang benar ada bukti ditemukan bantuan beras yang sudah kadaluarsa distribusikan, sebenarnya itu bukan merupakan kesalahan pihak Pemko Tebingtinggi melainkan pihak Bulog yang mengirimnya,” sementara kondisi pasca banjir itu cukup sibuk dan menyita perhatian, sehingga bantuan beras dan mie instan yang diserahkan ke warga tak mungkin terkontrol lagi, terutama terkait masalah kadaluarsa, untuk itu warga diminta memaklumi, tidak ada unsur kesengajaan," ujar Kabag Humas Bambang.

Kepala BPBD Kota Tebingtinggi Wahid Sitorus dikonfirmasi wartawan tentang adanya beras tak layak konsumsi dan ime instan kadaluwarsa, merasa terkejut. Dirinya langsung meminta dikirimkan foto barang-barang bantuan itu, saat berada di posko banjir rumah dinas Walikota seraya menyebutkan “soal itu nanti kita cek dulu barang-barang yang masuk sama kita,” sebutnya.

Pasca Banjir

Sementara sebelumnya sesudah pasca banjir, sempat terlihat di beberapa ruangan kantor BPBD, ratusan karung beras diprakirakan 2 ton belum disalurkan ke warga korban banjir. Namun, menjelang sore hari, beras bantuan itu lenyap dari kantor BPBD dan tak diketahui kemana raibnya, meski banjir sudah surut.

"Masyarakat masih menuntut janji adanya bantuan tersebut, demikian pula di Posko Pemko Tebingtinggi masih terlihat ratusan kotak mie instan masih tersimpan dan belum didistribusikan," ujar warga korban banjir yang enggan menyebut namanya.

Melihat pelayanan bobrok yang dilakukan BPBD tersebut, puluhan warga yang menjadi korban musibah banjir di berbagai lingkungan kecewa dengan bantuan yang diberikan Pemko Tebingtinggi.

Pasalnya, bantuan yang diberikan tidak layak konsumsi, sehingga membuat warga dan aparatur pemerintah harus berdebat saat penyerahan bantuan, padahal sejak dua hari pasca banjir yang melanda sejumlah kawasan di kota itu, terdapat banyak barang-barang bantuan yang belum disalurkan.

"Sedangkan bantuan dari tokoh pemuda Sumut H Musa Rajekhsyah alias Ijeck, telah disalurkan, ujar Camat Tebinginggi Kota Surya Dharma Panjaitan SH mengakui, bantuan dari tokoh pemuda itu sudah disalurkan setelah mendapat kiriman dari posko banjir rumah dinas Walikota kemarin. “Bantuan itu sudah kita salurkan melalui Kelurahan,” ujar Surya Dharma di kantornya. *PUL



Share it:

daerah

Pemko

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: