Edward Hutabarat Minta Rumah Sakit Benahi Pelayanan

Share it:
TEKS FOTO: Anggota DPRD Kota Medan, Drs Edward Hutabarat, saat melaksanakan reses-III di Kecamatan Medan Helvetia. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Pelayanan kesehatan Rumah Sakit di Kota Medan sampai saat ini masih memperihatinkan. Masih banyak warga masyarakat Kota Medan yang mengeluhkan pelayanan dari pihak rumah sakit yang belum maksimal sehingga masyarakat merasa dirugikan.

Seperti pengakuan salah seorang ibu rumah tangga bernama Hotma Br.Panjaitan yang mengenang kematian putranya pada tahun 2014 lalu di saat dirawat di rumah sakit Sari Mutiara Kota Medan, karena menderita penyakit typus, pada saat sesi tanya jawab pada reses-III Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Tahun 2017 Dapil-3, untuk Wilayah Kecamatan Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Baru dan Medan Petisah, Rabu (6/12) di Jalan Cempaka, Kelurahan Tanjug Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.

“Sampai saat ini, saya pribadi mewakili masyarakat Helvetia masih trauma atas pelayanan pihak rumah sakit di Kota Medan khususnya rumah sakit Sari Mutiara Kota Medan. Ini pengalaman pribadi saya sendiri, dimana saat itu putra saya bernama Parulian Marpaung berusia 12 Tahun meninggal di rumah sakit Sari Mutiara Kota Medan, akibat tidak dilayani secara maksimal,” kenang Hotma.

Dijelaskan Hotma lagi, saat itu dia sempat memeriksa darah anaknya sampai tiga kali, dan hasilnya dikatakan terdapat cairan didalam kepala anaknya, dan karena tidak ditanggung BPJS maka rumah sakit meminta agar pihak keluarga membayar uang sebesar Rp6 Juta, dengan kesepakatan, jika anaknya sembuh, maka sisanya yang 3 juta akan dibayarkan.

“Akhirnya anak saya meninggal dunia juga. Saya yakin itu adalah akibat kelalaian pihak rumah sakit dan saya menduga itu adalah mall praktek. Pihak rumah sakit akhirya meminta sisa yang 3 juta lagi untuk kami bayarkan, terang saja saya tidak mau karena anak saya sudah meninggal dunia. Sempat terjadi cekcok kami pihak keluarga dengan dokter saat itu yang juga terkesan tidak bertanggungjawab dan hanya mengatakan kejadian tersebut adalah sudah takdir,” terangnya kesal.

Sementara itu, Isna Sari Dewi, warga Tj.Gusta Kec Medan Helvetia pada kesempatan itu juga menanyakan tentang kartu Jamkesmas apakah memang sudah tidak berlaku lagi dan jika tidak berlaku bagaimana cara penukarannya dengan kartu BPJS.

Menjawab pertanyaan warga Kecamatan Medan Helvetia tersebut, Edward Hutabarat merasa sangat sedih dan terharu, terutama saat mendengar pengakuan dari Hotma Br.Panjaitan, dimana tig tahun lalu harus kehilangan anaknya akibat ketidakberesan pelayanan pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

“Saya turut berdukacita ya Ito. Sayang kenapa saat itu permasalahan Ito tidak disampaikan kepada saya. Itulah memang ke kawatiran masyarakat terhadap rumah-sakit yang ada di kota Medan. Terutama lagi, rumah sakit milik pemerintah Kota Medan. Sering pelayanannya tidak sesuai dengan harapan, sementara anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk kesehatan masyarakat miskin sangat besar.

Janganlah ada image ditengah-tengah masyarakat, jika ada teman sakit dan dirawat di rumah sakit agar segera dijenguk sebelum mati. Inikan sudah kelewatan. Dan memang itu benar adanya. Sudah banyak contohnya, salah satunya pengakuan dari Ibu Hotma Br.Panjaitan barusan,” terang Anggota Komisi B DPRD Kota Medan ini.

Untuk pengaduan dari Ina Sari Dewi, tentang fungsi Jamkesmas yang kabarnya tidak lagi berlaku dan sudah dialihkan ke BPJS, perwakilan dari pihak BPJS Kesehatan Kota Medan, Buara Ginting menjelaskan, bahwa diakui saat ini sudah ada 5 rumah sakit yang telah diputus kontrak BPJS nya karena sudah tidak sesuai SOP, sehingga pihak BPJS otomatis memutuskan kerjasama dengan pihak rumah sakit.

“Kalau untuk kartu Jamkesmas yang masih ada sama masyarakat, masih boleh dipergunakan, namun hanya untuk sekali saja dan setelah itu harus segera pergi ke kantor BPJS untuk menukarnya menjadi kartu BPJS,” terang Ginting.

Ginting juga menghimbau agar kepada warga masyarakat yang sudah tertanggung oleh BPJS, yang ada menemukan pengutipan diluar ketentuan dan juga mendapat pelayanan yang kurang baik, agar segera melaporkan kepadanya.

“Jika ada warga masyarakat yang sudah terdaftar di BPJS mendapat pelayanan kurang baik dari pihak rumah sakit, silahkan melaporkannya kepada saya dengan menghubungi nomor ponsel saya yakni 0811636962 atas nama Buara Ginting,” ucap karyawan BPJS Kesehatan ini.

Selain permasalahan pelayanan di rumah sakit, warga yang lebih kurang 300an ini juga mengeluhkan Lampu penerangan Jalan Umum, (LPJU), Drainse dan pelayanan di Kantor Kecamatan, Kelurahan hingga Kepala Lingkungan, termasuk masalah Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan KTP Elektronik yang masih banyak tidak mendapat.

Edward Hutabarat kepada warga Kecamatan Medan Helvetia meminta untuk menuliskan keluhan mereka pada lembar kertas aspirasi yang ada dibagikan kepada warga. “Bagi Bapak dan Ibu yang belum mendapat kesempatan untuk bertanya, silahkan menuliskan keluhan dan masukan serta saran dengan menuliskannya di lembar aspirasi, sehingga nanti usai pelaksanaan reses, kami akan membaca dan menampung keluhan bapak dan ibu sekalian dan kami pastikan semua keluhan tersebut akan kami bawa di sidang Paripurna untuk dilaporkan kepada Walikota Medan,”tutup Edward. *CAG

Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: