Bangunan WC Di Jalan Umum Diprotes Warga

Share it:
MEDAN-hariancentral.com: Bangunan kamar mandi (WC) yang dibangun di atas jalan umum mendapat protes dari warga sekitar.
Pemilik bangunan bernama Akim (Ong Seng Kim) berada di komplek Deli Indah Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, hingga saat ini masih menunggu ketegasan Pemko Medan melalui pihak Kecamatan dan Dinas Trantib Satpol PP Kota Medan.

Seperti diungkapkan Teguh, warga perumahan Deli Indah. Teguh mengatakan, pembangunan WC yang dibangun tepat diatas badan jalan umum di komplek mereka tinggal, tidak memiliki izin membangun yang sah. Selain itu, Teguh juga menyayangkan pernyataan Akim yang seolah-olah mendapat dukungan dari seluruh warga komplek Deli Indah untuk membangun kamar mandi yang diperuntukkan bagi satpam komplek tersebut.

“Kita sayangkan sekali, Pak Akim merasa apa yang dibuatnya adalah benar demi kenyamanan satpam komplek ini. Boleh saja dia bangun kamar mandi, tapi jangan menggunakan fasilitas umum. Lagian kami yang berdekatan dengan kamar mandi nanti yang akan mencium aroma pesing dari kamar mandi,” ujar Teguh, Selasa (12/12).

Teguh juga heran, kenapa warga komplek Perumahan Deli Indah terkesan tidak mau peduli atas keadaan yang sebenarnya yang sudah terjadi di lingkungan sekitar mereka.

Sementara hak semua penghuni di komplek tersebut adalah sama. “Kami tetap membayar kewajiban kami seperti uang sampah dan uang parkir kenderaan kami. Setiap bulannya kami membayar Rp25 ribu kepada Akim per satu unit mobil untuk uang jaga. Lain lagi jika kenderaan dari luar atau bukan milik komplek Deli Indah, biasanya dikutip Rp250 ribu hingga Rp300 ribu setiap bulannya. Karena Akim itu yang mengelola keamanan atau parkir mobil di perumahan,” sebutnya.

Kepada wartawan, Teguh bercerita, Akim selalu menganggap semuanya dapat diurus dengan uang. Sehingga tidak heran, ditahun 2014 lalu, kami warga pernah juga memprotes pembangunan gudang kecil, tepat disamping rumahnya (Akim-red), dimana, dia menambah bangunan dengan memakai lahan gang untuk jalur pemadam kebakaran yang memang sengaja sudah disediakan oleh pengembang perumahan Deli Indah.

“Saat itu, kami sudah berulangkali memperingatkan oknum bersangkutan agar jangan menutup gang kebakaran tersebut, karena sangat merugikan/membahayakan bagi pedagang dan warga yang berdiam di seputar pasar Deli Indah dan Pasar Palapa bila terjadi musibah kebakaran,” ungkapnya.

Namun, tambah warga yang puluhan tahun sudah tinggal di Komplek perumahan Deli Indah tersebut, diduga karena saat itu semua bisa diatur Akim, sehingga meskipun surat mereka sudah sampai ke pada Camat Medan Barat saat itu, namun tidak juga ada penindakan dari pihak Kecamatan maupun pihak TRTB Kota Medan saat itu. Dan sampai saat ini, bangunan yang dibangunnya masih tetap berdiri.

“Kepada warga, Akim selalu mengatakan tidak takut meski dilapor kepada Walikota Medan, terkait perbuatannya yang tidak disukai sebagian warga,” jelas Teguh.



Camat Medan Barat Rudi SSTp ketika dikonfirmasi terkait permasalahan warga Komplek Deli Indah tersebut mengatakan, sudah melayangkan surat kepada pihak pemilik bangunan dan akan segera menindaklanjutinya. “Kalau tidak ada izinnya, kita akan segera proses, namun untuk penindakan atau yang merobohkan adalah tugas dari pihak Trantib Satpol PP Kota Medan, kalau kami tidak ada hak,” terang mantan Camat Kota Belawan itu.



Sementara, Kasatpol PP Kota Medan, Sofyan ketika dihubungi wartawan mengatakan, agar warga yang keberatan segera mengirimkan surat kepadanya, agar segera dapat ditindak lanjuti. “Silahkan dahulu warga yang keberatan menyurati kami dengan menyertakan bukti-bukti, kami akan segera melakukan peninjauan dan jika menyalah kita akan segera bongkar,” pungkas Sofyan. *IRW


Share it:

Medan

RAGAM

Post A Comment:

0 comments: