Tukang Meubel Cabuli Anak Tiri

Share it:
TEKS FOTO: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit PPA Satreskrim Iptu Dhoraria Simanjuntak saat memaparkan pelaku yang mencabuli anak tirinya. *hariancentral.com-Saipul

TEBINGTINGGI-hariancentral.com:: Personil Satreskrim Polres Tebingtinggi berhasil meringkus pelaku cabul berinisial EP (60) yang berprofesi sebagai tukang meubel. Kakek uzur yang tinggal di Jalan Sei Bah Bolon, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi ini diduga telah mencabuli
Melati (nama samaran), putri tirinya yang masih berusia lima belas tahun.

Kasat Reskrim AKP M Arif Batubara melalui Kasubbag Humas AKP MT Sagala didampingi Kanit PPA Satreskrim Iptu Dhora Ria Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (9/11), di ruang Media Center Polres Tebingtinggi mengungkapkan jika pelaku ditangkap pada Senin (6/11) malam lalu. Pelaku ditangkap atas laporan ibu kandung Melati yang juga istri pelaku yang merasa keberatan atas perbuatan suaminya yang telah mencabuli Melati.

Dijelaskan MT Sagala, Melati adalah putri kandung hasil pernikahan ibu Melati dengan suami pertamanya. Sedangkan pelaku adalah suami kedua dari ibu korban menikah pada tahun 2005 lalu. "Sejak pelapor menikah dengan pelaku, Melati tinggal bersama ibu angkatnya di Desa Naga
Kesiangan, Serdang Bedagai. Namun saat libur sekolah atau ada keperluan lain saja, Melati dijemput dari rumah ibu angkatnya untuk tinggal bersama dengan pelapor dan pelaku," jelas AKP MT Sagala.

Terungkapnya peristiwa percabulan ini berawal ketika korban tidak pulang ke rumah ibu angkatnya. Hal itu kemudian diberitahukan ibu angkat korban kepada pelapor. Karena tidak mengetahui keberadaan Melati, selanjutnya ibu angkat korban meminta bantuan kepada Hendi, teman korban untuk menghubungi Melati.

"Kepada Hendi, Melati mengaku takut pulang ke rumah orangtua kandungnya karena takut kepada ayah tirinya (pelaku) dan Melati mengaku saat itu sedang berada di rumah saudaranya di Kota Kisaran," terang Sagala. Kemudian pada Senin (6/11) sekira pukul 03.00 Wib, Hendi
bersama ibu kandung dan ibu angkat korban tiba di Kisaran untuk menjemput Melati. Disitulah Melati akhirnya membongkar seluruh perbuatan pelaku yang telah berulang kali menyetubuhi dirinya. Dan Melati mengaku jika pelaku mengancam akan membunuh ibu kandungnya jika dirinya memberitahukan perbuatan pelaku tersebut.

"Atas adanya pengakuan Melati inilah, ibu kandungnya kemudian membuat pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi," terang AKP MT Sagala. Usai menerima pengaduan ibu korban, personil Satreskrim bergerak cepat menyelidiki laporan tersebut dan berhasil mengamankan pelaku untuk selanjutnya dibawa ke Polres Tebingtinggi guna menjalani pemeriksaan.

Ketika ditanyai Kasubbag Humas, pelaku mengaku jika dirinya hanya dua kali menyetubuhi korban dan dilakukan dikediamannya. Namun pelaku mengaku tidak ingat lagi waktu pertama sekali melakukan perbuatan tersebut, sedangkan perbuatan yang kedua kali diakui pelaku dilakukan pada Kamis (2/11) pagi sekira pukul 08.00 Wib.

Imbas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 82 ayat (1) subsider Pasal 81 Perpu RI No 1 Tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tegas Kasubbag Humas AKP MT Sagala. *PUL



Share it:

daerah

Hukum

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: