Terlibat Penipuan Umroh Pasutri Asal Medan Ditangkap

Share it:
TEKS FOTO: Pasutri penipuan umroh saat ditanyai Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu didampingi Kasat Reskrim AKP Hendro dan Kanit Ekonomi, Ipda Dedi di Mapolres Binjai, Senin (27/11). *hariancentral.com-Erwin

BINJAI-hariancentral.com: HK (38) dan IR (35). Pasangan suami istri (Pasutri) yang tinggal di Jalan Gatot Subroto KM 7.8, Kecamatan Sunggal, Kota Medan, diamankan petugas Sat Reskrim Polres Binjai karena diduga terlibat penipuan Umroh.

“Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka mendirikan PT Menara Kharisma Insani (MKI)," ungkap Kapolres Binjai, AKBP Mohd Rendra Salipu SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno dan Kanit Ekonomi Ipda Dedi, saat menggelar konfrensi pers di Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanudin, No 1, Kota Binjai, Senin (27/11) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dikatakan Kapolres, perusahaan yang didirikan tersangka tersbeut illegal atau tidak memiliki izin. “Setiap menjalankan aksinya, tersangka meminta uang kepada korban sebesar Rp25.500.000,” ujar Rendra Salipu. Selanjutnya, terang Kapolres, tersangka tidak mampu memberangkatkan para korban sesuai janji yang disepakati kedua pihak.

Sebanyak 140 orang yang menjadi korban penipuan tersangka. Akhirnya sejumlah korban membuat laporan pada September 2017 lalu. Berdasarkan laporan itu, tersangka kita amankan di dua lokasi. Awalnya petugas mengamannkan IR di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Manhattan Square Medan.

Setelah dilakukan pengembangan akhirnya HK juga berhasil diringkus di Jalan Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, ujar MR Salipu sembari menerangkan, total kerugian seluruh korban mencapai Rp2,8 miliar. Uang hasil penipuan itu, lanjut Kapolres, digunakan tersangka untuk membeli mobil Datsun BK 1056 KH.

Menurut tersangka, sebagian lagi uangnya untuk memberangkatkan masyarakat yang sebelumnya sudah didaftarkan. Ketika memberangkatkan korban yang lain. “Uang yang dipegang tersangka sudah habis. Sehingga 140 korban tidak dapat berangkat,” papar Rendra Salipu.

Sementara itu, tersangka HK, kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya sudah pernah memberangkat masyarakat pergi umroh. “Kami sudah buka usaha ini sejak tahun 2015. Sudah lebih 1000 orang kami berangkatkan,” kata HK.

HK juga mengakui, kalau pihaknya juga tertipu dengan rekan kerjanya berinisial GB. “Kami bekerjasama dengan GB. Uang itu saya serahkan sama dia, tapi saya pun ditipu,” ungkap HK. *ERW


Share it:

daerah

Hukum

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: