Tergiur Rp10 Juta, Janda Anak 3 Nekad Bawa Sabu

Share it:
TEKS FOTO: Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ganda Saragih yang didampingi Wakasat Narkoba Kompol Daniel Marinduri dan Kanit III AKP Nur Istiono saat paparan penangkapa kurir sabu dan barang bukti 1 kg sabu. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Satuan Narkoba Polrestabes Medan berhasil menggagalkan pemasokan narkoba jenis sabu dari Aceh ke Medan. Selain itu, seorang kurirnya yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) juga berhasil ditangkap. Kurir sabu inisial FTH (37) warga Desa Abuek Tingkeum, Kecamatan Juempa, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh ditangkap saat sedang menunggu jemputan seorang bandar narkoba di Jalan Gagak Hitam, Kelurahan Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (8/11) pagi. Dari wanita itu disita 1 kg sabu.

Penangkapan FTH dipimpin langsung Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ganda Saragih yang didampingi Wakasat Narkoba Kompol Daniel Marinduri dan Kanit III AKP Nur Istiono. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho melalui Kasat Narkoba AKBP Ganda Saragih didampingi Wakasat Narkoba Kompol Daniel Marinduri dan Kanit III AKP Nur Istiono kepada wartawan mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat.

"Petugas langsung ke lokasi yang dimaksud dan berhasil menciduk tersangka berikut barang bukti sabu sebanyak 1 kg," ujar AKBP Ganda Saragih di halaman Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, Senin (13/11) siang.

Selain itu, Polisi juga mengamankan hp yang digunakan tersangka FTH untuk menunggu penjemputnya. "Tersangka mengaku sedang menunggu jemputan seorang bandar dari Medan yang tidak diketahui identitas dan rupanya. Sedangkan bungkusan narkoba yang dibawanya, persis dengan yang telah diungkap oleh BNN beberapa waktu lalu. Narkoba ini merupakan merk CP dan memang berasal dari Aceh," ungkap
Ganda.

Bahkan 1 kg sabu yang dibawa FTH merupakan milik bandar yang berdomisili di Provinsi Aceh berinisial, ZK."Barang haram itu diperoleh dari bosnya inisial ZK dan saat ini masih DPO. Dari pengakuan tersangka, sabu itu merupakan pesanan seseorang yang berada di LP Tanjung Gusta Medan. Namun ini masih pengakuan tersangka aja, dan ini masih dalam penyelidikan," pungkas Ganda.

Sementara itu, tersangka FTH mengaku terpaksa menerima pekerjaan jadi kurir sabu tersebut lantaran diimingi imbalan uang sebesar Rp10 juta untuk mengantarkan 1 kg sabu kepada seorang bandar yang belum dikenalnya di Medan.

Kepada wartawan, ibu beranak 3 ini juga mengakui perbuatannya karena terpaksa lantaran untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. "Baru sekali ini saya perbuat. Saya terpaksa karena butuh uang untuk anak-anak saya. Saya ini seorang janda," khilahnya.

Meskipun tersangka berkilah, namun ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) subs UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati," tegas Ganda. *DED
Share it:

Hukum

Medan

Narkoba

Post A Comment:

0 comments: