Tangkap Sales Merangkap Wartawan Abal-abal, BPOM Diminta Bongkar Peredaran Kosmetik Berbahaya

Share it:
MEDAN-hariancentral.com: Ketua Umum LSM Proletar Ridwanto Simanjuntak (foto) meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera turun ke lapangan menyelidiki toko-toko yang saat ini disinyalir marak memperjual-belikan kosmetik berbahan kimia berbahaya.
Salah satu kawasan toko yang menjual kosmetik berbahan kimia berbahaya itu berada di Jalan Bandung, Kota Medan.

Toko penjual kosmetik berbahaya ini menurut Ridwanto selalu mempajang kartu pers.

"Pemegang kartu pers surat kabar mingguan “abal-abal” ini setelah ditelusuri adalah seorang sales yang menyamar jadi wartawan untuk memuluskan pemasaran kosmetik berbahaya itu," kata Ridwanto.

“Kita minta aparat penegak hukum menangkap sales kosmetik berbahaya mengaku wartawan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kosmetik hingga obat-obatan tanpa izin edar dan mengandung bahan kimia obat berbahaya marak beredar dan dijual bebas di Kota Medan ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Bahkan menurut informasi diperoleh, peredaran kosmetik berbahaya ini juga dibekingi oknum aparat bekerjasama dengan oknum wartawan abal-abal yang rangkap profesi sebagai sales tersebut.


Bahkan informasinya, oknum D yang, wartawan abal-abal ini diketahui memiliki gudang penyimpanan obat-obat ilegal di kawasan Marelan.


Sumber menambahkan, pernah aparat Polda Sumut menggerebek sebuah toko kosmetik "B" di Jalan Asia Medan, namun tidak sampai ke proses hukum.

Jadi menurut sumber lagi, mayoritas toko kosmetik di Medan yang menjual kosmetik berbahaya itu memberikan upeti ke D perbulannya agar usahanya bisa aman, kalau ada penggerebekan bisa diatasi.

"Pria “simata sipit” yang memiliki beberapa bisnis ilegal ini, memang lihai memanfaatkan kartu persnya untuk berurusan kepada instansi terkait," ujar Ridwanto.

Donny Nainggolan dan Yusti Alsavagni, wartawan di Medan yang gencar memberitakan kasus kosmetik berbahaya ini, akan dilaporkan ke aparat penegak hukum oleh oknum wartawan ‘abal-abal’ berinitial D. *DED




Share it:

Bisnis

Hukum

Medan

Post A Comment:

0 comments: