Polrestabes Sosialisasi Radikalisasi Dan Anti Bully

Share it:
TEKS FOTO: AKP Gunawan bersama guru se-lingkungan Mulia dan siswa berfoto bersama usai sosialisasi Radikalisasi dan Bully di Aula sekolah tersebut. *hariancentral.com-Saipul

MEDAN-hariancentral.com: Untuk memutus sedini mungkin ancaman radikalisasi dan penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.
Perilaku ini menjadi kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik, disebut (bully).

Kepada para generasi muda khususnya dikalangan pelajar, Sat Binmas Polrestabes Medan melaksanakan Sosialisasi Radikalisasi/Terorisme dan Anti Bully di Sekolah Yayasan Pendidikan Mulia (Yaspend Mulia) Jalan Kenanga Sari, Medan.

AKP Gunawan SH sebagai narasumber, sosialisasi. Acara turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Mulia Drs H Akhmad Effendi Siregar diwakili Kasek SD Wagiman SPd, Kasek SMA Dra Roslili MPd, dan guru-guru se lingkungan Mulia. Sedangkan peserta sosialiasasi adalah siswa SMA/SMK Mulia.

AKP Gunawan SH mengimbau penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain (Bully), hendaknya kasus-kasus bully yang korbanya dialami para siswa dan generasi muda tersebut jangan sampai terjadi di sekolah. Meskipun pemberitahaan santer diberitakan baik melalui media cetak maupun elektronik.

"Pihak sekolah harus memberikan pengarahan dan pengertian kepada anak didik terus-menerus misalnya anak-anak diajarkan sedini mungkin menghindari selisih paham, karena dari sini awal timbul permasalahan kekerasan," ujarnya

Selain itu, kata Gunawan yang didampingi Aiptu Thomson Sirait, kelompok-kelompok atau genk-genk sekolah ataupun di tempat-tempat permainan rentan juga menimbulkan kekerasan misalnya kasus tahuran dan lain-lain.

"Antara guru dan orangtua siswa, menjalin kerjasama dengan memberikan informasi, apabila anak tersebut memiliki prilaku yang negatif, langkah ini dinilai sangat baik," tuturnya seraya menambahkan persoalan bully di sekolah sangat meresahkan orangtua dan sekolah.

Terkait radikalisasi dan terorisme, Gunawan berharap generasi muda dan anak-anak yang masih menjalani masa pendidikan, untuk tidak terpengaruh terhadap kelompok -kelompok karena apa dan maksud tujuannya tidak jelas.

"Jangan sampai pikiran generasi muda dan anak-anak sekolah sampai dicuci oleh kelompok-kelompok yang terlarang tersebut," katanya.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Pendidikan (Yaspend) Mulia Drs H AE Siregar mengatakan, penguatan pendidikan moral atau pendidikan karakter dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas mraknya angka kekerasan terhadap anak-anak dan generasi muda.

Karena itulah kegiata sosialisasi radikalisasi dan bully ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan " Ini baru pertama kali sosialisasi ini diadakan di Mulia," ujarnya. *PUL


Share it:

Medan

Motivasi

Pendidikan

Polri

Post A Comment:

0 comments: