Polres Binjai Gulung Pelaku Penipuan CPNS

Share it:
TEKS FOTO: Kapolres binjai AKBP Muhammad Rendra Salipu Didampingi Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno Gelar Konfrensi Pers Terkait Kasus Penipuan CPNS di Mapolres Binjai, Rabu (15/11). *hariancentral.co-Ist

BINJAI-hariancentral.com: Tim Opsnal Satreskrim Polres Binjai berhasil mengamankan seorang tersangka penipuan dan penggelapan, Selasa (14/11) sore, sekira Pukul 16.00 WIB.

Penangkapan tersangka yang bernama Dhany Sahputra (50) warga Jalan Tangguk Bongkar IX, Kelurahan Medan Mandala, Kecamatan Medan Tembung, sesuai Pasal 378 atau 372 KUHPidana Lp/586/ X/2017/SPKT-B /RESKRIM tgl 04 oktober 2017, atas nama pelapor Edi Suwarno, sesuai Spkap No : Spkap/349/X/2017/Reskrim.

Penangkapan tersangka berawal setelah Satreskrim Polres Binjai melakukan lidik selama 1 minggu. Selanjutnya, Kanit Pidum Ipda Hotdiatur Purba STr K mendapatkan informasi yang layak dipercaya bahwasanya tersangka sedang berada di warung tanah garapan tambak Bayan, Desa Sentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

"Selanjutnya Kanit Pidum beserta tim Opsnal langsung mendatangi TKP dan langsung menangkap tersangka, kemudian tersangka dibawa dan diamankan ke Polres Binjai, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," terang Kasatreskrim Polres Binjai AKP Hendro Sutarno saat konfrensi pers di Mapolres Binjai, Rabu (15/11).

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, lanjut Hendro, tersangka mengakui telah melakukan penipuan kepada orang yang akan masuk PNS sebanyak 16 orang.

Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, bahwa uang hasil penipuan yang dilakukan pelaku mencapai Rp1 Miliar lebih dengan total korban sebanyak 16 orang.

Dalam aksinya, pelaku berhasil meyakinkan korbannya untuk menyerahkan uang dengan iming iming dapat membantu pengurusan masuk PNS.

Dimana, jumlah yang diminta oleh pelaku bervariasi sesuai dengan tingkatan pendidikan korban. Kalau tamatan SMA sampai D3, korban diminti uang sebanyak Rp125 juta dan untuk Sarjana sebesar Rp175 juta.

Berikut pengakuan tersangka terhadap nama korban yang telah berhasil ditipunya, Nola, 125 juta (Binjai), Nursamali 125 juta (Marelan), Muhadi Kurnia 125 juta (Marelan), Farida Hanum 175 juta (Kwala Begumit), Faisal 175 juta (Kwala Begumit), Seorang wanita dari Selesai 125 juta, Seorang wanita dari Kebun Lada 125 juta.

Seorang pria dari Pangkalan Susu 175 juta, Rudi dari Selesai 125 juta, Seorang pria dari Selesai 125 juta, Seorang pria dari Selesai 125 juta, Seorang pria dari Selesai 125 juta, Seorang pria dari Selesai 125 juta, Seorang pria Sarjana dari selesai 175 juta, Ratih bawaan dari Pak Edi (pelapor) 125 juta dan Seorang pria bawaan Pak Edi (pelapor) 125 juta. Jumlah total korban sebanyak 16 orang.

Selain mengamankan tersangka, kami juga mengamankan barang bukti kwitansi penerimaan uang, dan satu lembar SK pengangkatan sementara yang diduga palsu.
”Pelaku kita jerat pasal 378 atau 372 tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara,” kata AKP Hendro Sutarto

Sementara itu, Danni pelaku penipuan mengaku menikmati uang hasil aksi kejahatannya untuk berfoya foya, main perempuan dan menyewa 60 hektar lahan di tanah garapan milik PTPN II. Ia sendiri mengaku nekat melakukan penipuan atas inisiatif sendiri tanpa pernah sekalipun berhasil memasukkan seseorang lulus menjadi PNS.

Dalam aksinya, pelaku mengaku dibantu oleh rekannya bertugas mencari mangsa yang menginginkan masuk menjadi PNS. Setelah itu, korban diajak langsung bertemu dengan pelaku di rumahnya. Alasan punya kenalan pejabat penting menjadi jurus andalannya. Hingga akhirnya Dhani berhasil memperdayai korbannya sampai rela memberikan uang ratusan juta rupiah.

“Mungkin karena mereka saya ajak bertemu di rumah saya, makanya mereka yakin sama saya bisa memasukkan anaknya lulus menjadi PNS,” ungkapnya santai. *ERW

Share it:

daerah

Hukum

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: