Penjahat Jalanan, Narkoba dan Penadah Barang Curian, Sabar : Tembak di Tempat, Jangan Kasih Ampun

Share it:
MEDAN-hariancentral.com: Tindakan tegas berupa tembak di tempat terhadap para pelaku kejahatan jalanan (street crime), diharapkan juga diberlakukan kepada para pengedar dan bandar narkoba serta penadah.

Sebab disinyalir, sumber tingginya angka kriminal di Kota Medan tak lepas bersumber dari narkoba dan adanya penadah, terhadap barang curian yang dilakukan prilaku kriminal.

"Kita minta pihak Kepolisian tidak ragu-ragu terhadap pelaku-pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat. Terutama yang sering terjadi seperti begal," kata Ketua Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsuriah Sitepu (foto), Kamis (9/11) menyikapi makin tingginya angka kriminalitas yang terjadi di Kota Medan belakangan ini.

Ia menilai, sayangnya sampai sekarang belum terlihat tindakan tegas pihak Kepolisian terhadap penadah-penadah ini. "Nah inilah yang perlu dikejar sebenarnya. Karena kita yakin, kalau tidak ada penampungnya mau dimana barang itu dijual para pelaku kriminal tersebut," katanya.

Oleh karenanya imbuh politisi Golkar ini perlu dicari apa akar masalahnya, termasuk penyebab tingginya angka kriminal. Ia bahkan berkeyakinan, bahwa akar masalah itu karena narkoba dan adanya penadah.

"Makanya jangan dikasih ampun, baik terhadap pengedar kecil, pengedar besar dan penadah itu. Samakan tindakannya dengan pelaku-pelaku kriminal," tegasnya.

Semua hal ini juga berkaitan kepada masa depan generasi bangsa. Oleh sebab itu Sabar mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut proaktif membantu tugas Polisi.

"Penyakit paling berat saat ini adalah masalah narkoba. Menyangkut masa depan bangsa, karena keturunan narkoba sudah tidak sehat pola pikirnya. Efek narkoba juga menjalar ke mana-mana, seperti prostitusi, begal, jambret, pemerkosaan dan lainnya," katanya.

Pemerintah juga didorong menyediakan fasilitas tes urine di setiap Kepolisian sektor (Polsek). Dimana setiap ada kejadian penangkapan pelaku kejahatan, bisa dites urine langsung dan tindakan yang diambil pasti berbeda dengan pelaku negatif narkoba.

"Jangan sama penangannya dengan masyarakat tidak pemakai narkoba. Juga harus ada edukasi terhadap para Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat secara nyata agar mereka mau tahu dengan wilayah dan masyarakatnya," katanya.

Jika ada kesan pembiaran terhadap kontaminasi narkoba dan penadah ini, Sabar menganggap sama saja dengan membiarkan praktek-praktek kejahatan terus terjadi. "Forum komunikasi kiranya terus ditingkatkan, karena penyebab narkoba ini sebenarnya bisa berimbas ke mana-mana. Bahkan bukan sedikit biaya mengurusi para tahanan narkoba. Alangkah lebih baik anggaran itu dibuang lebih banyak sejak awal, toh efeknya akan dirasakan di masa mendatang. Sehingga anak cucu kita bisa merasakan kehidupan lebih baik," katanya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Hasyim, juga mendorong tindakan tegas pihak Kepolisian kepada pelaku kejahatan jalanan. Menurutnya, sudah pantas diberlakukan tindakan tegas semacam itu untuk menghentikan street crime di Medan, yang sudah sangat meresahkan.

"Saya pikir tindakan itu sudah sangat tepat dan pantas. Apalagi dari dulu kami sudah minta agar Kepolisian memberlakukan tembak di tempat pelaku kejahatan jalanan seperti begal dan lainnya," katanya, baru-baru ini.

Dikatakan Hasyim, adapun pemicu tingginya angka kriminalitas di Kota Medan adalah narkoba. Oleh karenanya, kalau bisa menurut dia pengedar dan bandar narkoba bisa diberlakukan tindakan serupa sehingga mengurangi angka kriminal.

"Sumbernya itu adalah narkoba. Dengan narkoba perbuatan orang menjadi tidak waras. Karena bisa menghilangkan rasa takut, rasa empati sehingga tak sungkan berbuat kejahatan. Ini juga kalau bisa dihabisi, baik bandarnya maupun cuma pengedar," pungkasnya.

Lebih lanjut dikatakan Anggota Komisi C DPRD Medan itu, jika seluruh warga Medan ditanya perihal tindakan tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan jalanan yang dilakukan Polisi, pasti mendapat dukungan penuh.

"Kita harus menyadari, kalau Medan sudah darurat begal dan narkoba. Kedua unsur itu tidak dapat dipisahkan. Makanya sumber utamanya juga harus dihabisi untuk mengurangi tindakan kejahatan. Saya pribadi mengapresiasi langkah tegas pihak Kepolisian ini, kalau bisa pengedar dan bandar narkoba juga turut dihabisi," pungkasnya. *CAG




Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: