Modus Jual Panci Cewek Medan Tipu Wrga Binjai Rp1,5 M

Share it:
TEKS FOTO: Tersangka Ramah Yanni Mengenakan Masker Saat Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu Memaparkan Kasus Panci di Mapolres Binjai, Kamis (9/11). hariancentral.com-Ist

BINJAI-hariancentral.com: Ramah Yanni (32) warga Jalan Rahmadsyah, Gang Subur 166-25 Kelurahan Kota Maksum I, Kecamatan Medan Area, diamankan aparat Kepolisian Satreskrim Polres Binjai. Sebab, ibu rumah tangga terbukti menipu para korbannya melalui modus investasi uang untuk kerjasama penjualan panci. Akibat perbuatan tersangka, belasan ibu rumah tangga mendatangi Mapolres Binjai, karena mereka mengetahui bahwa tersangka diamankan Polisi.

Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu SIK saat memaparkan kejadian tersebut di halaman Mapolres Binjai, Kamis (9/11) mengatakan, tersangka menipu korban dengan cara menawarkan
kerjasama penjualan panci dengan paket 1 minggu, 10 hari dan 2 minggu.

"Motifnya untuk mencari keuntungan. Korban dijanjikan keuntungan dengan ikut 1 paket, modalnya Rp7 juta dan dalam seminggu akan mendapat keuntungan ditambah modal menjadi Rp10 juta, dan seterusnya," tegas Kapolres.

Dikatakan Kapolres, tersangka tidak menggunakan uang tersebut untuk pembelian panci, namun diputarkan tersangka untuk memberikan keuntungan kepada korban lainnya yang sudah dijanjikan tersangka dan begitulah yang dilakukan tersangka seterusnya. Akibat kejadian itu, para korban menderita kerugian yang bervariasi.

"Pelaku menawarkan kerjasama penjualan panci dengan menjanjikan keuntungan yang berlipat sesuai paket yang dipilih., Akibat kejadian itu, kerugian para korban ditaksir sekitar Rp1,5 miliar," sambung Kapolres.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari wanita yang sedang hamil 7 bulan itu adalah selembar kwitansi pembelian panci, buku tabungan BCA, Mandiri, BRI, kartu kredit BCA, STNK, serta 1 unit Honda Vario warna hitam plat BK 2141 RAY.

"Atas perbuatannya, tersangka RY disangkakan dengan Pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," pungkas Kapolres Binjai AKBP Muhammad Rendra Salipu. *ERW



Share it:

daerah

Hukum

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: