Diminta Kesadaran Masyarakat Jaga Kebersihan

Share it:


MEDAN-hariancentral.com: Permasalahan sampah hingga kini masih menjadi sesuatu masalah yang tidak habis-habisnya diperbincangkan, hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya sampah bagi lingkungan dan juga kesehatan. Permasalahan banjir dan penyumbatan yang terjadi pada aliran sungai dan drainase salah satu penyebabnya tentu saja akibat membuang sampah secara sembarangan.

Hal ini dikatakan, anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat Kota Medan, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu MSi (foto), pada Reses 3 Tahun 2017 yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Medan Baru, Jalan Rebab Medan, Selasa (14/11).

“Hasil reses yang kita laksanakan selama ini, sudah banyak dampaknya kita rasakan. Termasuk juga perbaikan drainase, meskipun masih ada juga yang sedang tahap pengerjaan diharapkan semua drainase di Kota Medan akan menjadi normal. Sayangnya, masyarakat kita tidak semua mendukung untuk menjaga kebersihan limgkungan masing-masing,” terang Herri.

Ketua Fraksi Demokrat Kota Medan ini juga menghimbau kepada Camat, Lurah dan Kepala Lingkungan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya sampah.

“Sosialisasi tentang kebersihan lingkungan dan sampah harus terus menerus dilakukan, sehingga masyarakat paham akan pentingnya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Mari kita sama-sama saling menjaga kebersihan daerah kita masing-masing. Silahkan sediakan tong-tong tempat sampah, jika tidak ada, dapat dikumpulkan di kantong plastik dan buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan,” terangnya.

Suratman, Kepala Lingkungan XII meminta agar Herri Zulkarnain dapat membenahi pekuburan muslim.

Sementara itu, Ketua Karangtaruna Kecamatan Medan Baru, Thomas meminta agar Kelurahan Titirante, diperhatikan, dimana di Lorong IX ada parit ditengah jalan yang membuat masyarakat bingung, sementara drainase tidak ada.

“Kami juga meminta, agar pemerintah membangun di daerah-daerah yang lebih prioritas. Contohnya di pasar-2, sudah dibuat parit, namun dibuat lagi, apakah itu namanya tidak pemborosan, kenapa tidak dialihkan ke lorong-lorong lain yang butuh perbaikan,“ terangnya.

Mendengar keluhan warga tersebut, Herri Zulkarnain juga mengakui banyak kelemahan pada Pemko Medan termasuk SKPD yang membidangi, sebab, di lapangan ada ditemukan proyek yang sudah pernah dikerjakan dan dikerjakan kembali. “Ini memang kita sayangkan, dan ini kesalahannya terletak pada bagian perencanaan. Untuk itu, kita akan pertanyakan hal ini kepada Dinas terkait,” terang Herri.

Anggota DPRD Kota Medan dari Dapil-3, meliputi Kecamatan Medan Baru, Medan Petisah, Medan Helvetia, Medan Barat mengatakan akan meneruskan aspirasi masyarakat Kecamatan Medan Baru tersebut ke Ketua DPRD Kota Medan untuk diparipurnakan dan diberikan kepada Walikota Medan. *CAG
Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: