Terkait “Pemaksaan” Beli Batik Medan Rp175Ribu/Helai, DPRD Panggil Para Kepling

Share it:

MEDAN-hariancentral.com: DPRD Kota Medan melakukan pemanggilan terhadap para Kepala Lingkungan (Kepling) dijajaran Pemko Medan sekaitan dengan adanya keluhan atas “pemaksaan” pembelian bakal baju Batik Medan seharga Rp175ribu/helai.

“Setahu saya tidak benar ada Kepling yang mengeluh untuk biaya pembelian baju kaos dan Batik Medan. Karena sebelumnya sudah saya panggil Kepling dan menanyakan terkait adanya isu mereka yang keberatan. Dan jawaban Kepling tidak ada," kata Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli, Selasa (17/10) saat ditemui di gedung dewan.

Menurutnya politisi Golkar ini, tidak ada lagi masalah terhadap para Kepling masalah baju batik. Dan gak perlu dipermasalahkan lagi, sebab sudah kita minta keterangan para Kepling, katanya.
Informasi dihimpun hariancentral.com ada beberapa Kepling yang keberatan atas pembelian baju batik Medan seharga Rp175ribu. Belum termasuk uang jahit baju batik seharga Rp130ribu/potong.
Pasalnya, harga batik di pasaran dengan kualitas yang sama paling mahal Rp100ribu/potong. Karena harganya tidak sesuai pasaran, terpaksa para Kepling membeli bakal batik seharga Rp175 ribu/helai.

Adapun rincian jenis pakaian sebagai berikut, Kaos Anak Medan Kita Ini (AMKI) dibandrol Rp50.000, Bakal Baju Batik Medan/persatu potong baju dan kain gorden dihargai Rp175.000. Upah jahit Rp130.000, Training Jantung Sehat dihargai Rp300.000.
Jumlah yang harus dibayar sebesar Rp505.000/Kepling. Padahal, menurut harga baju batik di pasaran dengan kualitas yang sama, hanya berkisar Rp100ribu/potong
Jumlah seluruh Kepling se Kota Medan adalah 2001, sehingga total Rp1.050.505.000

Bahwa beban biaya pembelian kostum dan baju batik kepada Kepling anggarannya dipungut pihak Kelurahan yang kemudian dikumpul di Kecamatan masing-masing. Setelah itu, tidak diketahui persis siapa yang mengutip selanjutnya.

Namun, lewat dari petunjuk baju training AMKI bertuliskan nama Istri Walikota Medan adalah Maharani dan TP PKK Kota Medan, serta keterangan beberapa orang Kepling, muncul dugaan kalau uang kostum tersebut terkumpul ke Maharani.

Kemudian bahwa kostum-kostum tersebut dibebankan kepada para Kepling dengan modus menyelenggarakan kegiatan, dan tiap Kepling harus memiliki kostum dalam berbagai kegiatan tersebut. Seperti kegiatan jantung sehat, kegiatan AMKI dan seremonial lainnya menggunakan batik khas Kepling.*CAG
Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: