SMK Dwiwarna Dipercaya Sebagai Induk Kluster Pendampingan K-13

Share it:

MEDAN-hariancentral.com: Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di tingkat SMK sederajat, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdiksu) menunjuk SMK Dwiwarna Medan sebagai penyelenggara Instruktur dan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) tahun 2017.

SMK Dwiwarna juga dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan pendampingan K-13 tersebut. Bukan tanpa alasan, salah satunya karena SMK Dwiwarna sudah menggunakan sistem pembelajaran K-13. Puluhan guru dari sejumlah SMK hadir dalam acara tersebut, diantaranya, guru SMK Dwiwarna SMK Farmasi Medan dan SMK Medica

"Kita sebagai induk kluster pendampingan K-13 untuk tiga SMK di Medan," kata Kepala SMK Dwiwarna, Drs Yusran kepada sejumlah wartawan usai acara pembukaan pedampingan K-13 di Aula SMK Dwiwarna Medan, Rabu (11/10).

Dikatakan Yusran, kepercayaan dari Disdiksu tidak akan disia-siakan. Dan ini akan menjadi salah satu pemicu SMK Dwiwarna dalam meningkatkan mutu dan kualitas baik para guru dan proses pendidikan.

“Kegiatan ini Pendampingan Impelementasi Kurikulum 2013 sangat penting untuk peningkatan kualitas. Kita ditunjuk sebagai induk kluster," katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber nasional Syamsuddin Arifin. Kegiatan dibuka Kasi SMK Disdiksu, Sagino didampingi beberapa Pengawas Pendidikan dari Disdiksu .

Yusran mengatakan, kegiatan ini sebagai pendampingan pelaksanaan K-13 dengan memberi penguatan kepada sekolah agar dapat melaksanakan Kurikulum 2013 mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil pencapaian kompetensi peserta didik dengan baik.

Sementara Kasi SMK Disdiksu, Sagino mengatakan, pihaknya menargetkan 2019 seluruh SMK baik negeri dan swasta harus mengimplementasikan K13 secara penuh. Maka pelatihan dan pendampingan kepada guru ini sangat strategis dilakukan.

"Jika dalam waktu yang sudah ditentukan sekolah belum juga menggunakan K-13, tentu akan ada evaluasi, tidak tertutup ada sanksi. Sebab K-13 dinilai dapat menjawab perkembangan zaman. Jadi diharapkan pada 2019 semua SMK sudah menggunakannya," ujarnya.

Sebenarnya katanya, tidak ada kendala dalam pelaksanaannya, tapi karena pihak sekolah belum tahu apa isi dari K-13 tersebut, maka perlu dilakukan pendampingan.”Kita sengaja hadirkan narasumber agar memberikan kemudahan bagi guru-guru menyerap tujuan dari K-13 tersebut,” demikian Sadino. *PUL
Share it:

Medan

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: