BPJS Kesehatan Akan Sediakan Obat Bagi Penderita Lupus

Share it:
TEKS FOTO: Anggota DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan bersama perwakilan Cinta Kupu dan pihak BPJS Kesehatan Kota Medan. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Sebanyak 7 (tujuh) orang mewakili penderita penyakit lupus (systematic Lupus Erythermatosus) melakukan kunjungan ke kantor Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kota Medan-Sumut yang terletak di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat, Selasa (10/10).

Para penderita penyakit lupus yang tergabung pada komunitas ‘Cinta Kupu’ ini, juga didampingi oleh salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, DrsWong Chun Sen Tarigan MPd.

Kedatangan komunitas Cinta Kupu ini diterima langsung oleh dr.Arnila Dewi Harahap, Kepala Bidang Pelayanan Manajemen Rujukan BPJS, Ari Dwi Aryani, Kepala BPJS Cabang Medan, dan Redho, bagian Humas.

Kepada pihak BPJS Kesehatan, Wong Chun Sen Tarigan mengatakan, kedatangan para penderita Lupus yang telah tergabung di Komunitas Kupu ini adalah untuk memperkenalkan diri sekaligus meminta dukungan kepada pihak BPJS sehingga para pasien Lupus dapat dilayani dengan baik di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Selama ini, pasien Lupus kurang mendapat perhatian dari pihak rumah sakit, penyebabnya, kurang memahami penanganan terhadap penyakit yang juga sangat berbahaya dan bahkan dapat menghilangkan nyawa pasien, jika terlambat mendapat pertolongan,” jelas Wong.

Ketua Komunitas Cinta Kupu, Hj Irawaty Nasution SH MH, memaparkan, bahwa kendala yang dihadapi pihak penyakit Lupus saat menjadi peserta BPJS Kesehatan adalah tidak tersedianya obat-obatan bagi penderita lupus pada paket pengobatan di rumah sakit, seperti rumah sakit di Kota Medan.

Irawaty berharap, ada kebijakan dari pihak BPJS Kesehatan untuk memasukkan obat-obatan untuk penderita Lupus. Ada beberapa jenis obat bagi penderita Lupus yang belum tercover oleh BPJS yaitu, Cellcept, Imuran.

“Untuk jenis obat-obatan tersebut kami harapkan, pihak BPJS Kesehatan dapat memasukkan kedalam paket obat kesehatan bagi pasien penderita Lupus. Untuk di Indonesia hanya ada 2 rumah sakit yang telah menyediakan jenis obat tersebut di BPJS Kesehatan, yakni rumah sakit Hasan Sadikin Bandung dan rumah sakit, Kramat Jati 168 Jakarta,” ucapnya.

Tambah Irawaty yang menderita penyakit Lupus sejak umur 17 tahun sampai saat ini, mereka yang tergabung pada komunitas Cinta Kupu bersedia menjadi konseling atau berbagi informasi bagi para penderita penyakit lupus lainnya dengan gratis jika pihak BPJS Kesehatan membutuhkan.

“Untuk penanganan penyakit Lupus belum ada dokter yang bisa mengobati secara optimal, sehingga penderita Lupus harus dirawat oleh orang-orang yang juga menderita penyakit Lupus, dokter hanya sebagai pemberi obat bagi penderita Lupus. Untuk dokter yang memahami pengobatan penyakit yang menghantam imun tubuh ini juga masih jarang. Termasuk alat-alat kesehatan,” jelasnya.

Kata Irawaty lagi, penderita Lupus sangat takut jika mereka sampai mengkonsumsi obat Mabteral (ini obat yang paling mahal disebut obat dewa). Dan obat paling bagusnya Medrol. Obat ini sangat mahal untuk sekali konsumsi karena mencapai puluhan juta untuk sekali konsumsi bagi penderita Lupus, ” sebutnya.

Mendengar penjelasan tersebut, dr.Asnilah Dewi Harahap mengatakan, pelayanan BPJS Kesehatan selalu memakai prosedur yang sudah ditetapkan sama di seluruh Indonesia. Untuk obat yang di cover di rumah sakit akan dilihat dahulu apakah termasuk pada INACBG atau obat terpisah. “ Untuk itu akan kami tanyakan kepada rumah sakit Sadikin dan rumah sakit Karamat Jati bagaimana obat yang tercover untuk Lupus,” jelasnya.

Disarankan lagi, bagi warga masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan yang kurang baik oleh rumah sakit yang telah bermitra dengan BPJS Kesehatan untuk melaporkan ke pihak BPJS Kesehatan. *CAG
Share it:

kesehatan

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: