Pemko Medan Diminta Bangun Pasar Untuk Menampung Pedagang - HarianCentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, 3 October 2017

Pemko Medan Diminta Bangun Pasar Untuk Menampung Pedagang

MEDAN-hariancentral.com: Ketua Forum Pedagang Kaki 5 (FPK5) Kota Medan AP Luat Siahaan (foto) menghimbau Walikota Medan Dzulmi Eldin untuk segera membangun pasar-pasar di Kota Medan.

Mengingat situasi PK5 di Kota Medan sudah semakin bertambah, untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus segera membangun kios untuk dapat menampung para pedagang di Kota Medan.

"Hal ini sekaligus juga dapat menambah PAD Kota Medan, karena mengingat Kota Medan jumlah penduduknya sudah sangat kompleks. Ini merupakan tantangan bagi Pemko Medan yang harus perlu disahuti dan sekaligus dianggarkan di DPRD Medan dananya untuk bisa membangun kios di Kota Medan," kata Luat, Selasa (3/10).

Luat menyarankan agar tidak menumpuk di inti kota, perlu dibangun pasar rakyat, seperti di lokasi yang strategis seperti di Marelan, daerah Pasar Melati, Amplas, Tembung, Martubung. Dan di kawasan Cemara yang dinilai Luat mudah diakses lokasinya.

"Lokasi tersebut kan mudah diakses, jadi tidak akan ada keluhan nantinya dari pedagang ataupun pembeli nantinya, sehingga pajak tidak tertumpuk di inti kota dan tidak menimbulkan kemacetan," sambungnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan nantinya, Luat Siahaan menyarankan kepada Pemko Medan untuk membuat jadwal di tiap pasar yang akan dibuka nantinya.

"Itu perlu dibikin jadwal, semacam pekan gitu, Misalnya Pasar Martubung hari Senin, Marelan hari Selasa, Tembung hari Rabu, Cemara hari Kamis, Melati Jumat, Amplas Sabtu, dan Minggu di Sambu. Ini merupakan langkah untuk menghindari kemacetan, kalau di pusat disatu titik dan berlangsung setiap hari, akan menimbulkan kemacetan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Luat mengatakan keberadaan pedagang sangat penting, karena dapat menggangkat perekonomian rakyat dan sekaligus dapat meningkatkan PAD Pemko Medan dari sektor perdagangan dan dirinya juga meminta kepada kepada seluruh bank yang ada di Medan untuk mempermudah pengurusan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

"Kepada Bank yang menyalurkan dana KUR agar dapat mempermudah memberikan bantuan KUR kepada masyarakat, mengingat uang yang disalurkan BI untuk Medan sangat signifikan, sehingga uang tersebut dapat dimanfaatkan agar tidak hanya parkir di bank dan dapat digunakan oleh pedagang," pinta Luat.

Menurutnya, hal itu didasari karen masih banyaknya pedagang yang belum mendapatkan pinjaman kur, karena disebabkan kurannya sosialisasi dan sulitnya pengurusan peminjaman dana KUR.

"Untuk itu pihak OJK harus segera turun untuk mengatasi dan mengawasi pengurusan kredit KUR. Karena uang tersebut sengaja dikucurkan oleh pemerintah agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khusunya pedagang kecil," ujarnya.

Luat juga berharap kepada pemerintah agar memperhatikan nasib pedagangan kecil. Karena menurutnya para pedagang tersebut berjualan bukan untuk kaya, melainkan hanya untuk menyambung hidup.

"Mereka berjualan bukanlah untuk kaya, tapi membantu program pemerintah membasmi buta huruf dengan menyekolahkan anaknya, dan tidak mengenal waktu siang dan malam hari para pedagang menembus embun malam, dan di siang hari menahankan terik matahari dan itu semua dilakukan adalah untuk menyekolahkan anaknya, mereka turut serta memberantas buta huruf dan berjuang meningkatkan kualitas SDM kita," pungkasnya. *CAG

Ket foto: AP Luat Siahaan

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here