Cinta Kupu Temui Wong Chun di DPRD Medan

Share it:
TEKS FOTO: Anggota DPRD Kota Medan Drs Wong Chun Sen Tarigan foto bersama penderita Lupus yang membentuk komunitas bernama Cinta Kupu. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Sebanyak enam orang wanita berparas cantik mendatangi kantor DPRD Kota Medan untuk menemui salah satu anggota DPRD Kota Medan dari Partai PDI-Perjuangan Drs Wong Chun Sen Tarigan, Senin (2/10).

Keenam wanita ini tergabung dalam komunitas Cinta Kupu. Cinta Kupu adalah komunitas para penderita penyakit Systematic Lupus Erythematosus (SLE) alias Lupus, yakni penyakit yang disebabkan terganggunya sistem kekebalan (imun) tubuh.

Demikian dijelaskan Ketua Komunitas Cinta Kupu Hj Irawati Nasution SH MH didampingi Sekretaris Dede Putri Indrasari Siregar Amd dan bendahara Mega Madya Purnama BBA didepan Wong Chun Sen yang sekaligus diangkat sebagai Pembina pada komunitas Cinta Kupu yang baru satu-satunya ada berdiri di Kota Medan.

“Kami disini adalah penderita penyakit Lupus yang sampai saat ini belum sembuh total, tapi di kami istilahnya lupus yang kami derita sudah mendapat remisi, artinya tidak lagi parah seperti dahulu namun masih belum sembuh,” ujar Irawati.

Kami melihat di Kota Medan, masih banyak para penderita penyakit lupus yang belum terperhatikan oleh pemerintah. Contohnya saja, belum tercovernya obat-obatan bagi pasien penderita Lupus oleh BPJS.

“Harapan kami, Pemerintah Kota Medan mau bekerjasama dengan kami dengan membentuk komunitas Cinta Kupu yang merupakan penderita penyakit Lupus. Kami berharap komunitas Cinta Kupu ini dapat menjadi Concelingnya bagi pasien atau penderita Lupus, kami yang juga penderita Lupus akan memberikan pengalaman kami selama menderita penyakit lupus tersebut belasan hingga puluhan tahun dan sampai saat ini belum mendapat kesembuhan total,” terangnya.

Dijelaskan Irawaty lagi, kalau komunitas Cinta Kupu tersebut awalnya didirikan atas kesadaran mereka sendiri yang merasa peduli terhadap penderita lupus yang kurang mampu, sehingga dengan berbagi pengalaman kepada sesama penderita lupus, diharapkan mampu membantu penderita lupus baik yang kurang mampu maupun yang mampu, namun bingung cara pengobatannya.

“Kami ingin berbuat bagaimana penderita lupus itu menjadi dokter bagi dirinya sendiri, karena sampai saat ini belum ada dokter yang mampu untuk menyembuhkan penyakit lupus secara total. Itulah dasar kami membentuk komunitas bagi penderita penyakit lupus untuk berbagi pengalaman kami kepada sesama penderita penyakit yang sampai sekarang belum ditemukn obatnya ini,” jelasnya.

Dede Putri Indrasari (31), dihadapan Wong Chun Sen Tarigan menjelaskan, dirinya sudah menderita penyakit Lupus sejak umur 17 tahun dan sampai saat ini penyakit lupusnya belum sembuh sehingga masih mengkonsumsi obat-obatan. “Ada beberapa jenis obat bagi penderita Lupus yang masih sulit didapat dan belum tercover oleh BPJS yaitu, Cellcept, Imuran dan Mabteral (ini obat yang paling mahal disebut obat dewa). Ada juga obat lainnya seperti Methylprednisolone (generik) dan obat paling bagusnya Medrol,” sebut Putri.

Menanggapi hal tersebut, Wong Chun Sen Tarigan yang merupakan anggota DPRD Kota Medan yang duduk di Komisi B mengatakan, akan berkordinasi dengan BPJS Kesehatan agar memasukkan obat-obatan bagi penderita lupus. Sebab, diketahui saat ini obat-obatan bagi pasien lupus belum disediakan oleh BPJS.

“Kita akan berkordinasi dengan pihak PBJS Kesehatan untuk memasukkan jenis obat-obatan bagi penderita Lupus. Termasuk juga bagi rumah sakit yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan perawatan bagi penderita lupus,” sebut Wong.

Wong Chun Sen berjanji akan mendukung semua program kegiatan yag dibuat oleh Komunitas Cinta Kupu. Wong juga bersedia menjadi Pembina pada komunitas tersebut dan akan mencari jalan bagaimana komunitas yang bertujuan membantu para penderita Lupus ini dapat diterma oleh masyarakat sebagai suatu solusi atau tempat berbagi informasi kesehatan terkait Lupus.

Pada kesempatan kesempatan tersebut, Hj Irawati Nasution juga menjelaskan gejala-gejala penyakit lupus, yakni nyeri/bengkak pada sendi dan otot, demam tanpa sebab, ruam, biasanya pada wajah, telinga, atas lengan, bahu, dada dan tangan, sakit pada dada bahkan saat menarik napas, rambut rontok diluar kewajaran, jari-jari pucat atau keunguan karena dingin dan stress (fenomena Raynaud), sensitive terhadap sinar matahari, bengkak (edema) pada kaki atau lingkar mata, bintil/bisul pada mulut, pembengkakan kelenjar, merasa sangat lelah.

“Kadang-kadang beberapa penderita juga mengalami pusing, limbung, depresi, pening atau tegang. Biasanya gejala baru akan muncul setahun setelah diagnosa awal,” pungkas Irawati.

Turut hadir pada pertemuan dengan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai PDI Perjuangan tersebut, Wakil Ketua Komunitas Cinta Kupu, Suriyanti, Humas, Kurnia Ningsih yang mewakili komunitas penderita penyakit lupus tersebut. *CAG

Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments: