Skip to main content

Terkait Merebak Isu Nasi Bercampur Plastik, Akhirnya Komisi C DPRD Medan Panggil Pengelola RM Sederhana

TEKS FOTO: Komisi C DPRD Kota Medan bersama Pengelola dan Manager RM Sederhana saat RDP di ruang rapat Komisi C, Senin, (4/9). *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Manajemen PT Sederhana Abadanmitra selaku badan usaha pengelola Rumah Makan (RM) Sederhana, mengaku siap diperiksa oleh instansi berwenang ihwal produk yang mereka jual kepada masyarakat.

"Secara prinsip, kami membuka diri kalau Badan POM memeriksa. Kami pun akan menempuh dengan cara sendiri membuktikan kepada publik, bahwa beras atau nasi kami tidak mengandung plastik," kata Divisi Legal Pengelola RM Sederhana Johan Pudjajanto kepada sejumlah wartawan, di Ruang Komisi C DPRD Medan, Senin (4/9).

Keterangan ini disampaikan manajemen RM Sederhana, usai memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Medan, sekaitan pemberitaan nasi diduga mengandung plastik pada Kamis (31/8) lalu.

Berawal dari pemberitaan seputar isu nasi plastik yang merebak itulah, manajemen RM Sederhana menegaskan produk yang mereka jual tidak mengandung unsur-unsur berbahaya sebagaimana yang diasumsikan sejumlah anggota DPRD Medan, sebab notabene RM Sederhana sebagai penyuplai nasi kotak ke sekretariat dewan.

"Dengan adanya pemberitaan ini dan ada inisiatif dari anggota dewan Kota Medan agar perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi terkait, kami tentu mendukung. Kita open (terbuka) kalau mau diaudit dari sisi mana saja," tegas Johan.

Pihaknya pun menekankan, bahwa beras yang mereka beli dari suplier adalah produk petani tradisional yang berada di Solok, Sumatera Barat. "Beras yang kita ambil itu beras lokal. Kami menyanggah tidak menjual ke pelanggan seperti ke Sekretariat DPRD Medan, mengandung bahan plastik. Pihak menajemen terbuka, bahkan dari pihak dewan mau ambil langkah menguji ke lab dan lainnya, silahkan bahkan kami dukung. RM Sederhana pada dasarnya menjual makanan tradisional dan makanan fresh," paparnya.

Berkenaan informasi RM Sederhana siap membawa masalah ini ke ranah hukum, tidak dibenarkan pihak pengelola. Mereka tegaskan paska pemberitaan terkait ini mencuat, hanya ingin memberikan klarifikasi sebagai ruang hak jawab pengelola atas pemberitaan dimaksud saja. "Sebenarnya kami ingin minta klarifikasi saja. Kami ini murni bisnis dan usaha. Kami himbau insan pers juga memberitakan sesuai fakta hari ini, bahwa ekspos sebelumnya sangat merugikan kami dan itu tidak benar," timpal pengelola RM Sederhana lainnya, Irwan.

Ia menambahkan, secara matematika, pihaknya belum menghitung berapa kerugian yang dialami paska pemberitaan ini mencuat. Namun diakui pihaknya kalau ada beberapa pelanggan yang sudah memesan, akhirnya membatalkan orderan. "Kami terus menata suplier sejak awal. Kami mengutamakan mengambil barang dari pasar dan pedagang kecil, namun tidak berarti kualitasnya kami abaikan. Kami ingin buktikan ke masyarakat bahwa produk kami tidak benar mengandung plastik dan bahan apapun," katanya seraya menyebut, secara rutin produk mereka selalu diperiksa oleh Dinas Kesehatan Medan.

RDP dipimpin Wakil Ketua Komisi C Anton Panggabean. Kesempatan itu Anton menyebut bahwa dirinya dan secara lembaga tidak ada tujuan mendiskriditkan pihak RM Sederhana. "Fungsi kita pengawasan, apalagi ini terjadi di lembaga dewan. Kami tidak punya niat mendiskriditkan siapapun, termasuk RM Sederhana," katanya.

Ia juga sebelumnya menjelaskan, kronologis cerita dugaan produk rumah makan itu dari tayangan video yang pihaknya rekam, dimana akhirnya mencuat ke media massa. "Saya tidak ada menyebut nama rumah makan dan nasi itu mengandung beras plastik. Setelah dari situ kita berkeinginan, akan panggil BPOM. Bahkan dengan pihak rumah makan pun, saya tidak kenal. Intinya jangan sampai ada yang dirugikan karena insiden ini," katanya.

Anggota Komisi C Salman Alfarisi mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga iklim usaha di Kota Medan. Kalau memang benar ada temuan nasi plastik, biar jadi domain pemerintah yang mengeksekusi. "Saya ingin menegaskan, belum tentu nasi yang bisa dikepal lalu dibanting-bantingkan kemudian bisa membal, itu berbahan plastik. Masalah ini pernah disampaikan oleh BPOM, di mana ditegaskan bahwa nasi seperti itu tidak mengandung plastik. Dan saya sudah baca soal hasil klarifikasi BPOM itu," katanya.

Ia menyarankan, melalui rapat kali ini kiranya instansi berwenang perlu memeriksa dugaan dimaksud, agar apapun hasilnya bisa disampaikan ke publik. Dengan demikian, semua dugaan-dugaan tersebut bisa clear dan tidak ada merugikan pihak manapun, termasuk masyarakat.

"Masalah pengawasan kan bukan cuma kita (legislatif), namun pemerintah pusat bertanggungjawab andai ada beras mengandung bahan-bahan berbahaya untuk dikonsumsi. Dengan klarifikasi RM S ini, tentu kita tidak perlu sudutkan mereka. Tetapi walaupun begitu, Komisi C merekomendasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kita tidak ahli beras untuk itu agar memuaskan semua pihak supaya diperiksa BPOM," katanya.

Pertemuan itu berakhir damai, selain seluruh anggota dewan Komisi C merasa puas mendengar langsung klarifikasi RM Sederhana, pihak pengelola juga bersedia produknya diperiksa dan diawasi lembaga berkompeten. Turut hadir pula Heri, selaku suplier yang sengaja didatangkan pihak pengelola rumah makan, untuk menjelaskan sumber beras yang disuplai ke seluruh RM Sederhana di Kota Medan. Bahkan pihak RM berterimakasih adanya RDP hari itu, yang mana sebagai wadah klarifikasi bagi pihaknya kepada publik.

"Beras yang dipesan RM Sederhana berasal dari daerah Lintau, Solok, Sumatera Barat. Jenisnya beras sokkan. Sekali kirim 5 ton ke seluruh RM Sederhana di Medan. Beras itu pun dibeli dari petani lokal di sana," terang Heri. *CAG

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…