Proyek Halte Bus Trans Binjai Rp1,3 Miliar Diduga Gunakan Besi Bekas

Share it:
TEKS FOTO: Pembangunan Halte Bus Trans Binjai berbiaya Rp1,3 Miliar di Jalan Jambi, Kel.Rambung Barat, Binjai Selatan diduga menggunakan Besi bekas dan berkarat. *hariancentral.com-Ist

BINJAI-hariancentral.com: Proyek Halte Tran Binjai Tahun Anggaran (TA) 2017 sebesar Rp1,3 Miliar, yang dibangun di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai menuai protes dari sejumlah LSM dan pemerhati pembangunan kota Binjai. Pasalnya, besi yang digunakan untuk bangunan halte tersebut menggunakan besi bekas dan berkarat.

M Simarmata, salah seorang pemerhati pembangunan kota Binjai mengungkapkan, besi untuk pembangunan halte tersebut diduga menggunakan besi bekas berkarat dan tak layak pakai.

"M Simarmata menuturkan, dengan memasang material (besi bekas berkarat) seperti ini, dikhawatirkan daya ketahanan tiang pondasi halte tidak bertahan lama. Apalagi kondisi kawasan halte tran Binjai itu, kerap mengalami banjir jika musim hujan," terang Simarmata.

Ditambahkannya, besi bekas berkarat itu juga dikhawatirkan akan mengalami pengeroposan dan berpotensi merugikan masyarakat. Fakta di lapangan, proyek belum rampung dikerjakan, ketika musim hujan datang, kawasan tersebut sudah banjir. "Jelas resikonya semakin besar saat rekanan melaksanakan pekerjaan di lapangan," papar Simarmata.

Pelaksana proyek pembangunan halte trans Binjai Maulana ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Jum’at (8/9) kemarin mengakui bahwa material besi pembangunan halte tran Binjai sudah berkarat. Menurut Maulana, besi material yang berkarat itu, karena terlalu lama disimpan dan terjemur di lapangan. "Saya bisa tunjukan bon pembelian besi dari panglong, kalau besi untuk halte itu masih baru," kilahnya.

Kadis Perhubungan Kota Binjai Sahrial ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jum,at (8/9) sore, mengaku sudah memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Halte tran Binjai TA 2017 untuk mengecek kebenaran pemakaian besi bekas dalam pembangunan Halte tersebut. "Kalau memang terbukti, rekanan ada memakai besi bekas dalam pengadaan material proyek halte tran binjai seperti yang ditemukan sejumlah LSM di Binjai, silakan aja diusut," ungkap Sahrial.

Dikatakan Sahrial, berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen proyek Halte Tran Binjai Yuanda terkait dugaan rekanan mengunakan besi bekas untuk material halte tersebut, pengakuan rekanan bahwa besi yang dibeli dari pabrik tidak langsung di cat, sehingga besi itu cepat berkarat. "Mana mungkin rekanan berani mengunakan besi bekas. Ini kan satu-satu nya proyek halte terbesar di Sumut," ujanya.

DPRD Akan Tinjau
Sementara itu, Komisi C DPRD Binjai akan segera meninjau proyek Halte Bus Trans Binjai Tahun Anggaran (TA) 2017 sebesar Rp1,3 Miliar, yang dibangun di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai yang materialnya diduga mengunakan besi bekas dan berkarat.

"Kita akan segera cek proyek Halte Bus Trans Binjai yang diduga mengunakan besi bekas seperti yang ditemukan rekan-rekan LSM di Binjai," kata wakil ketua komisi C DPRD Binjai Saidi Susiono menjawab wartawan melalui selulernya, Selasa (12/9).

Dikatakan Saidi Susiono yang juga ketua FP Gerindra DPRD Binjai ini, pembangunan halte bus trans Binjai ini digunakan untuk mendukung operasional 4 armada bus angkutan masyarakat yang dibiayai APBD Kota Binjai khusus jalur angkutan yang tidak dilalui bus umum. "Hal ini merupakan program Pemko Binjai (Walikota) untuk memudahkan masyarakat mengunakan transportasi. Jadi kita harapkan pembangunan halte bus tran Binjai ini harus sesuai dengan aturan. Jangan sampai pembangunannya ditemukan mengunakan besi bekas, apalagi di mark up," ujar Saidi.

Untuk jadwal peninjauan ke lapangan terkait adanya temuan LSM bahwa rekanan dalam pengerjaan pembangunan halte bus trans Binjai tidak sesuai dengan spek, kata Saidi, kita akan memanggil pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pengerjaan proyek ini.

"Sebagai anggota dewan yang mempunyai fungsi pengawasan dan budgeting, pihaknya tetap mempertanyakan legalitas pengerjaan proyek halte ini, apakah memang sudah dikerjakan sesuai aturan yang berlaku atau tidak," tegas Saidi Susiono. *ERW



Share it:

daerah

Kolom SKPD

Pemko

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral,com