Mobar PU BPBD Karo Pengangkut Anak Sekolah Sinabung Laka Tunggal, 1 Tewas, Puluhan Luka-Luka

Share it:
TEKS FOTO: Mobil Truk Bak Terbuka Besi yang ringset saat masih berada di TKP tepi jalan lintas Provinsi Karo-Langkat km.20 Desa Sigarang-garang Kec Namanteran. *hariancentral.com-Ist

KABANJAHE-hariancentral.com: Satu unit Mobil Barang (Mobar) jenis Truk Bak Terbuka milik Pemkab Karo di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo mengalami kecelakaan lalu lintas Tunggal di sekitar Jalan lintas Provinsi Kabanjahe-Langkat persisnya di Km 20 Desa Sigarang-garang Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo Senin (18/9) siang.

Akibat kecelakan tersebut 1 orang tewas dan puluhan pelajar mengalami luka-luka berat dan ringan yang kesemuanya di rujuk ke RSU Kabanjahe di Jalan Selamat Ketaren Centrum Kabanjahe dan RSU Efarina di Jalan Jamin Ginting Desa Raya Berastagi sejauh 7 km dari Kabanjahe untuk mendapatkan perawatan intensif kepada seluruh korban para pelajar SMP.

Berdasarkan info dan data yang dihimpun wartawan dari masyarakat, peristiwa itu bermula saat mobar yang telah rutin mengangkut para siswa pelajar dari desa tersebut sejak terjadinya erupsi bencana Sinabung ke sekolah di kota Berastagi, saat truk melintas di sekitar Desa Sigarang-garang, truk yang mereka tumpangi berselisih dengan mobil dan Akibat kondisi beram jalan sebelah kiri sedikit licin. Supir tidak mampu mengendalikan truk dan akhirnya terguling dua kali di beram jalan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR Karo Roy Fachraby Ginting dalam siaran Persnya melalui medsos Face booknya mengatakan sangat miris atas duka musibah laka lantas yang menimpa para pelajar warga Pengungsi Desa Kutarayat tersebut.

Roy sangat sedih dan mengkritik pedas atas sikap pihak Pemkab Karo yang menganggap sepele hal transportasi para anak-anak di mobar yang pantas hanya di buat untuk mengangkut sampah atau bahan material karena truknya jenis besi bak setengah.

“Pasca Terbaliknya truk bak terbuka pengangkut sampah yang dipergunakan Pemkab Karo mengangkut anak sekolah korban erupsi Gunung Sinabung terbalik di sekitar Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran Senin (18/9) siang dan satu orang tewas dan puluhan anak sekolah lainya luka berat dan ringan menuai kritik pedas Sekretaris Jenderal MPR Karo Roy Fachraby Ginting SH MKn.

"Anak-anak Korban Erupsi Sinabung bukan sampah, merekalah kelak generasi pengganti kita, sehingga perlakukanlah mereka semua dengan manusiawi dan jangan lagi angkut mereka dengan truk sampah," katanya pedas.

Menurut Roy Fachraby Ginting, peristiwa ini adalah kedua kalinya dan jangan sampai terjadi lagi. Jadikanlah ini menjadi pelajaran untuk mengelola korban bencana. Uang Pemkab Karo tidak kurang. Buktinya, hampir 300 miliar Silpa Kabupaten Karo tahun yang lalu, yang terpenting bagaimana menyusun anggaran secara tepat sasaran dan tepat guna.

Lebih lanjut Roy Fachraby Ginting mengatakan peristiwa naas itu bermula dari anak anak sekolah dari Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran secara rombongan berjumlah sekitar 50 orang yang diungsikan sekolahnya di kawasan Berastagi hendak berangkat pada siang hari sebagaimana biasanya selama terjadinya bencana erupsi Gunung Sinabung dari pelajar Desa Kutarayat tempat penampungan sekolah sementara di SMP di kota Berastagi dengan menggunakan truk bak terbuka yang layaknya adalah truk pengangkut sampah dan bahan material bangunan.

"Akibatnya dari 50 rombongan anak sekolah itu, ada tiga orang yang tertindih mobil, ada juga yang tertindih ban truk dan inilah bahayanya ketika manusia di tempatkan di kendaraan terbuka dan hal ini harus menjadi perhatian serius Bupati Karo kedepan," ungkap Roy Fachraby Ginting SH M.Kn yang juga merupakan Dosen dan Staf pengajar USU ini.

Pengamatan media di areal RSU Kabanjahe, petugas medis tampak hilir mudik menangani para korban, sebagian korban juga dirujuk ke RS Efarina Etaham untuk mendapatkan perawatan intensif. Isak tangis para keluarga korban terdengar membahana di luar ruang IGD RSU Kabanjahe. *BER



Share it:

daerah

Laka Lalu Lintas

Pemkab

Post A Comment:

0 comments: